Rabu, 26 Juli 2017 - Pukul 11:49

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

traveling

Lebaran, Objek Wisata Jangari Tak Luput dari Buruan

Oleh: Apip Samlawi - Minggu 10 Juli 2016 | 08:59 WIB

Lebaran, Objek Wisata Jangari Tak Luput dari Buruan

Pengunjung antre menaiki perahu tempel untuk berkeliling ke tengah danau, Sabtu (09/07/2016). (Foto:Apip Samlawi)

BERITACIANJUR.COM - Objek wisata Jangari di Kecamatan Mande, Cianjur, sejak hari-H hingga H+4 Lebaran 1437 Hijriah, dipadati pengunjung baik domestik maupun luar negeri, khususnya wisatawan dari Timur Tengah. Para wisatawan pun tak hanya menghabiskan waktu dengan melihat-lihat pemandangan saja, namun antre naik perahu tempel buat menikmati pemandangan dari tengah Waduk Cirata.

 

Tentu saja, kondisi seperti ini membuat para pemilik perahu tempel di Objek wisata Jangari, Waduk Cirata meraup untung berlipat-lipat dari hari biasanya. Karena membludaknya para penumpang yang ingin berkeliling danau dengan menaiki perahu mereka.


Menurut Mamay (44), salah seorang pemilik perahu tempel asal Jangari, sebetulnya tak hanya di saat seperti sekarang (Lebaran) saja, ramainya pengunjung yang datang ke objek wisata Jangari. Namun pada momen lainnya pun seperti menjelang bulan puasa (Papajar, red) dan pergantian tahun baru serta perayaan hari besar nasional (17 Agustus) juga ramai.


"Sedangkan, setelah Lebaran bisa dikatakan paling banyak pengunjung ke tempat wisata Jangari. Dibanding hari-hari lainnya, karena setelah Lebaran mungkin banyak masyarakat yang mudik dan membawa keluarganya rekreasi. Ditambah lagi adanya orang asing (Arab) yang sengaja liburan ke Indonesia, hingga banyak beberapa rombongan orang Arab yang naik perahu tempel memutar ke tengah danau," bebernya, Sabtu (09/07/2016).


Dia pun mengaku, hanya memiliki satu unit perahu tempel saja. Tetapi disaat pengunjung ramai seperti ini, terkadang ingin memiliki lebih dari satu.


”Saya hanya memiliki satu perahu tempel, tapi kalau melihat suasana seperti sekarang, kadang ingin punya perahu tempel dua atau tiga,” aku Mamay.


Disaat musim liburan seperti Lebaran sekarang, ungkap Mamay, dirinya bisa mendapatkan keuntungan hingga ratusan ribu dengan jasanya menarik penumpang (wisatawan, red) dengan perahu tempelnya berkeliling memutari Waduk Cirata sampai ke tengah danau.


"Mampu meraup keuntungan antara Rp 500 ribu sampai Rp 750 ribu per harinya, karena setiap penyewa dikenakan tarif Rp 10 ribu per orangnya," ungkapnya.


Dengan begitu, dirinya pun bersyukur karena adanya objek wisata tersebut sehingga masyarakat setempat pun bisa mendapatkan pekerjaan.


Sementara itu, Ujang Syarif Hidayat (53), salah seorang wisatawan asal Kampung Nyomplong, Desa/Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat, mengaku, dirinya bersama rombongannya sengaja datang berkunjung ke objek wisata Jangari. Karena objek wisata Jangari merupakan tempat wisata yang cukup menarik dan murah meriah, terjangkau oleh semua orang.


"Saya datang bersama rombongan keluarga hanya ingin makan bareng di pinggir danau sambil melihat suasana alam, fanorama genangan air Waduk Cirata di daerah Jangari ini,” aku Ujang.


Kalau takut naik perahu atau sekalipun tidak punya ongkos untuk naiknya, lanjutnya, maka cukup makan bareng saja di pinggir danau sambil melihat lalu lalang perahu tempel mengapung di tengah air danau dan bila wisatawan yang koceknya agak tebal, selain bisa naik perahu juga bisa makan di warung lesehan yang berjejer di pinggir danau. (rus)

Komentar