Sabtu, 19 Agustus 2017 - Pukul 23:43

Image
Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

ekonomi bisnis

Banyak Hajatan, Sanggar Seni Cianjur Banjir Pesanan

Oleh: M. Arlan Akbar - Kamis 27 Agustus 2015 | 15:00 WIB

Banyak Hajatan, Sanggar Seni Cianjur Banjir Pesanan

net

BERITACIANJUR.COM – Bisnis dibidang industri kesenian ternyata cukup menjanjikan, selepas lebaran Idul Fitri hingga lebaran haji bahkan cendrung merupakan puncak ramainya undangan permintaan untuk manggung bagi para pelaku seni.

 

Diperkirakan pada bulan September hingga Oktober hajatan warga akan bertambah. Karenanya menjelang akhir tahun mereka bisanya disibukkan mempersiapkan penampilan dengan giat berlatih di sanggar kesenian.

 

Maya Anggraeni, Ketua Sanggar Seni Mekar Arum yang berlokasi di Desa maleber Kecamatan Karangtengah mengungkapkan, pada dasarnnya undangan gelaran kesenian untuk hajatan warga tidak terlepas dari kebutuhan pesanan, umumnya warga yang memesan berada di wilayah pingiran perkotaan Cianjur.

 

Maya menyebutkan, sejumlah tradisi masyarkat Cianjur yang digelar pada saat hajatan keluarga seperti kenduri, khitanan, walimatusaffar ataupun pinangan. Biasanya gelaran itu marak dilaksanakan sebulan setelah berlebaran.

 

“Biasanya pesiapan untuk pentas seni, penyelenggara melakukan konfirmasi dulu kepada sanggar, gelar tradisi apa saja  yang akan ditampilakan sebagai hiburan.

 

Kalau lagi ramai, dalam sehari minimal bisa mencapai dua kali pentas di acara hajatan. Malah kaalu di bulan September-Oktober dalam seminggu taksiran bisa sampai empat atau enam kali pentas mangung kesenian. Soal pemasukan ya lumayan juga, kotornya bisa mencapai Rp5-10 juta,” paparnya.

 

Terpisah, Yudi Efendi (48), Kelompok Sanggar Kesenian Sunda Rancingeus yang berlokasi di Kampung Mekarmulya, Desa Kertajaya, Kecamatan Tanggeung menjelaskan, pada pertengahan tahun antara bulan Agustus-Oktober boleh dikatakan order undangan pada umumnya ada dan sudah terjadwal. Untuk kesenian yang biasa ditampilkan, tidak hanya kreasi kesenian saja, tapi acara musik kolaborasi elektone dengan seni Sunda pun ada.

 

“Biasanya karena tradisi di bulan Syawal hingga Safar pihak keluarga banyak yang menggelar pernikahan jadi ramai yang mengundang untuk tampil. Begitu juga untuk acara Agustusan saat show ke kampung-kampung menyambut penutupan lomba,” ujarnya. ***

 

Komentar