Rabu, 26 Juli 2017 - Pukul 11:49

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

traveling

Pengunjung Wahana Air Green Apple Turun Drastis

Oleh: Misbah Hidayat - Rabu 13 Juli 2016 | 11:00 WIB

Pengunjung Wahana Air Green Apple Turun Drastis

Akibat adanya kebijakan buka tutup jalur di kawasan Bogor, berimbas terhadap tingkat kunjungan wisata air di kawasan Villa Green Apple, Cipanas. (Foto : BC/Misbah Hidayat)

BERITACIANJUR.COM - Pascalebaran 1437 Hijriah, tingkat kunjungan wisata air yang berada di kawasan Villa Green Apple, Cipanas Kabupaten Cianjur menurun drastis hingga 5O persen. Disinyalir penurunan tersebut karena diakibatkan tingginya intensitas kemacetan dan tidak adanya jalur alternatif menuju Kota Cianjur.

 

Salah seorang pengurus tempat wahana wisata kolam renang di Villa Green Apple, Kamal mengungkapkan, kondisi saat ini sangat berbeda dengan tahun sebelumnya yang di mana tingkat pengunjung mencapai 100 persen.

 

“Iya memang dengan adanya kebijakan buka tutup jalur di kawasan Bogor cukup membawa dampak buruk kepada sektor wisata,” ujar Kamal kepada “BC” Selasa (12/7/2016).

 

Menurutnya, selama ini untuk menuju Kabupaten Cianjur tidak ada jalur alternatif yang bisa digunakan oleh wisatawan asal luar kota Cianjur agar tidak terkena dampak kemacetan. Meskipun selama ini Cianjur mempunyai ruas jalan Puncak II. Menurutnya, ruas jalan tersebut tidak layak untuk digunakan.

 

“Akibatnya wisatawan menjadi enggan menggunakan ruas jalan tersebut,” katanya. (bis)

Komentar