Rabu, 26 Juli 2017 - Pukul 11:47

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

inspirasi

Wanita Ini Pertaruhkan Nyawa demi Harimau Sumatra

Oleh: Rifqi Dahwan Aziz - Rabu 20 Juli 2016 | 11:37 WIB

Wanita Ini Pertaruhkan Nyawa demi Harimau Sumatra

Wanita pemberani ini rela 'berbagi' perahu dengan harimau Sumatra untuk seberangi sungai di Bengkulu demi selamatkan nyawa si hewan buas. (Foto: AFP/Getty Images)

BERITACIANJUR.COM - Sungai di bagian utara hutan lindung Bengkulu jadi saksi bisu akan keberanian Erni Suyanti Musabine. Perempuan yang berprofesi sebagai dokter hewan ini rela berbagi ruang di perahu sempit bersama seekor harimau Sumatra. Bukan tanpa alasan, "aksi heorik" itu dilakukannya untuk menyelamatkan nyawa sang hewan buas.

 

Kala itu, Erni seakan mengesampingkan keberlangsungan hidupnya demi menyematkan hewan berusia 7 tahun tersebut. Dimuat oleh Daily Mail, harimau Sumatra yang diberi nama Giring itu sengaja dibius untuk dipindahkan ke habitat yang lebih aman di Taman Wisata Alam Seblat, Bengkulu.

 

Meski dibius, tetap saja ada kemungkinan harimau Sumatra itu sadar seketika. Momen menegangkan sekaligus mengharukan ini seakan memboyong sepenggal kisah novel Life of Pi, karya Yann Martel ke dunia nyata, di mana seorang bocah laki-laki, Pi, harus "berbagi" perahu dengan seekor harimau Bengal.

 

Meski tak bernasip persis seperti tokoh novel yang dipublikasi pada 2001 itu, namun Erni disebut-sebut sebagai Pi versi perempuan. Potret Erni di sebuah perahu berukuran kecil yang sedang menyeberangi sungai Seblat bersama sang "kucing besar" Oktober tahun lalu, seakan jadi bukti yang memperkuat anggapan tersebut.

 

Sebagaimana dimuat Daily Mail, harimau Sumatra jadi spesies yang terancam punah setelah "saudara" mereka di Jawa dan Bali sama sekali hilang. Tak heran kalau ancaman itu jadi pemicu keberaniaan bagi Erni untuk setidaknya menyelamatkan satu nyawa harimau Sumatra.

Komentar