Jumat, 21 Juli 2017 - Pukul 09:33

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

inspirasi

Ubah Hobi Membaca Jadi Peluang Usaha

Oleh: Rifqi Dahwan Aziz - Jumat 22 Juli 2016 | 16:00 WIB

Ubah Hobi Membaca Jadi Peluang Usaha

Pemilik Taman Bacaan Blues, Henry. (Foto : BC/Rifqi Dahwan)

BERITACIANJUR.COM - Setiap orang pasti mempunyai kegemaran atau hobi masing-masing. Jika kesukaan itu bisa menjadi pekerjaan sehari-hari, tentunya akan menjadi lebih menyenangkan lagi untuk dijalani.


Begitu pula dengan Henry, pria asal Cianjur ini punya hobi yang tak kalah menariknya, yakni membaca dan mengoleksi banyak buku merupakan kegemarannya terutama buku komik.


Semakin banyak buku yang ia punya, membuatnya berpikir untuk menjadikan hobinya tersebut dijadikan peluang bisnis.


"Awalnya sih dimulai dari hobi membaca dan mengumpulkan komik saja. Sebab, saat itu taman bacaan di Cianjur belum cukup banyak dan pasarnya juga masih bagus, kalau hobi ini bisa dijadikan ladang penghasilan, kenapa tidak?" Kenangnya saat ditemui "BC", Kamis lalu (21/7/2016).


Dari situlah lahir taman baca Blues yang dirintisnya sejak 2005, di bilangan Jalan Siliwangi, Cianjur. Di taman baca inipun selain tersedia komik juga novel dan majalah yang disewakan dengan harga relatif terjangkau dibandingkan dengan membeli sendiri.


Malahan, taman baca Blues pun menjual mainan action figure dari karakter anime Jepang beserta aksesoris bertajuk anime Jepang lainnya.


Demi memanjakan para pengunjung, di taman baca ini juga menyajikan beragam menu makanan dan minuman sekaligus tempat yang cukup nyaman untuk membaca.

 


Hampir setiap harinya, tempat yang memiliki ribuan buku inipun selalu ramai dikunjungi dengan jumlah anggota yang cukup banyak.


"Kalau anggota yang terdaftar (member, red) sudah lumayan banyak. Tapi dari dulu sampai sekarang, untuk anggota yang aktif kurang lebih sebanyak seratur orang per hari," ungkapnya.


Namun, seiring pesatnya kemajuan teknologi, manusia pun semakin dimanjakan dan dibuat malas bila digunakan dengan tidak bijak terutama teknologi jaringan internet yang memberikan kemudahan mengakses informasi secara luas dan cepat.


Seperti dengan kian banyaknya ditemui buku digital (e-book) terutama bacaan komik di dunia maya contohnya. Meskipun bagi sebagian orang masih lebih menggemari dengan membaca buku pada umumnya.


"Kalau dilihat, minat baca di Cianjur sendiri sih tinggi. Tapi bacanya bukan buku fisik melainkan secara online di internet . Tapi tetap tidak terlalu mempengaruhi hasil keuntungan yang saya peroleh selama ini," terangnya.


Pria yang akrab disapa Hao ini menambahkan, adanya penerbit yang masih mencetak ulang secara terus-menerus buku-buku lama membuat nilai dari buku lama tersebut turun.


"Yang saya maksud, turunnya nilai buku di sini, bukan dari harganya. Melainkan nilai kelangkaan dari buku itu sendiri," tukasnya. (rus)

Komentar