Sabtu, 24 Juni 2017 - Pukul 17:22

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

Tawuran Pelajar Dipicu Kebiasaan 'Bergerombol'

Oleh: Asri Fatimah - Kamis 27 Agustus 2015 | 12:00 WIB

Tawuran Pelajar Dipicu Kebiasaan 'Bergerombol'

net

BERITACIANJUR.COM – Kenakalan pelajar dipicu oleh kebiasan bergerombol (geng) sehingga memantik amarah kolektif. Hal tersebut mudah dilihat dari maraknya aksi tawuran dengan melibatkan pelajar dalam jumlah yang banyak.

 

Sinyalemen itu disampaikan oleh Aat Atika yang aktif sebagai Tenaga Kesejahteraan  Sosial Kecamatan (TKSK) Cipanas, ia menyebutkan tawuran pelajar dilakukan antar sekolah. Tradisi berkelompok itu menyulut aksi brutal meskipun berawal dari hal sepele.

 

Sifat baik menjadi berubah seketika, tambah Aat, soalnya ajakan temannya mendorong untuk bertindak diluar nalar. Disaat bersamaan karena dilakukan banyak orang kemudian menumbuhkan semangat peperangan dalam bentuknya yang paling sederhana yaitu tawuran tadi.

 

Aat menyarankan agar disekolah itu siswa memperoleh pelajaran mengenai bimbingan sosial guna meminimalisir kenakalan dikalangan mereka. Selain itupun baik guru di sekolah maupun orangtua di rumah harus mampu memberikan teladan yang baik.

 

"Semau pihak juga harusnya terlibat dalam memerangi kenakalan remaja, terlebih saat ini terus meningkat di Cipanas ini, Hal itu terjadi seiring dengan semakin maraknya pergaulan bebas," ungkapnya kemarin (25/8).

 

Tika, demikian akrab disapa, mengingatkan agar pihak sekolah tidak dengan mudah menerapkan sanksi  drop out (DO) terhadap siswa yang diketahui melakukan tindakan tidak terpuji. Pasalnya, setelah siswa tadi diberhentikan dari sekolahnya akan mengakibatkan anak tersebut merasa dibuang dan melakukan aksi jalanan.

 

“Mending jika kenakalannya tidak mengjak orang lain, karena budaya geng ini biasanya meskipun dirinya sudah dikeluarkan, dirinya tetap mengajak teman satu gengnya sekalipun temannya masih diperbolehkan sekolah,” tukasnya. ***

Komentar