Selasa, 30 Mei 2017 - Pukul 16:16

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

entertainment

Yuki dan Trisno Pas Band Garap Lagu untuk PON

Oleh: K-1 - Selasa 02 Agustus 2016 | 11:56 WIB

Yuki dan Trisno Pas Band Garap Lagu untuk PON

Grup musik Pas Band saat mengisi acara pembukaan Cianjur League 2016 di Stadion Badak Putih Cianjur(Foto : BC/K-1)

BERITACIANJUR.COM - Berdasarkan data perusahaan rekaman, tahun 2002-2003 di Perancis ada sekitar 217 perusahaan. Namun yang tersisa sekarang hanya ada 7 perusahaan rekaman saja, penyebabnya tak lain tidak bukan karena sekarang era digital di mana semua musisi bisa mengerjakan rekamannya dengan sistem home recording (rekaman di rumah, red) sehingga memudahkan para musisi untuk tidak menempuh perusahaan rekaman atau major label dan membuat indiependent label. Hal itu, dikemukakan Yuki Pas Band.


"Ditambah sekarang adalah zamannya evolusi (perubahan, red)," ujarnya saat menyambangi kantor redaksi Berita Cianjur, Minggu malam (31/7/2016).


"Industri musik dunia sekarang sedang berantakan, ada di Perancis punya perusahaan rekaman sekitar tahun 2002-2003 itu, ada 217 perusahaan. Namun sekarang yang berdiri tinggal 7 perusahaan rekaman, jadi di Indonesia masih beruntung, masih banyak perusahaan rekaman yang masih berdiri. Jadi memang album itu dianggap dibuang saja sebagai sebuah proses promosi supaya jadwal manggung kembali padat, kontrak panjang jalan kembali," ucap Yuki.


Disinggung kapan Pas Band punya album baru lagi, pria berambut gimbal tersebut mengungkapkan, untuk sekarang-sekarang jika harus mengeluarkan uang itu hanya membuang uang saja, sedangkan hasil yang didapat tidak sebanding dengan apa yang telah dikeluarkan. Kebetulan juga masing-masing personel Pas Band kini tengah sibuk dengan rutinitasnya masing-masing, Yuki dan Trisno Pas Band kini sedang menggarap lagu untuk Pekan Olahraga Nasional (PON).


"Kalo album untuk sekarang-sekarang belum ada, tapi sekarang saya lagi ngerjain proyeknya lagu PON. Tapi kebetulan di Pas Band yang saya bawa hanya mas Trisno saja, jadi gak ajak yang lain karena jadwalnya sudah pada-padat juga, kalo album Pas Band mah sebenarnya tinggal nunggu duit. Karena, jika membuat album itu sekarang memang buang uang, rekaman Rp50-Rp60 juta terus promosi, taro lah Rp100 juta, sudah minim banget ditambah biaya video clip itupun tidak akan kembali jadi uang," ungkapnya.


Ungkapan tersebut tersirat seperti pada lagu yang dimiliki Pas Band "Jengah". Sehingga kini perusahaan rekaman sudah tidak berbisnis yang sesuai dengan Tugas Pokok dan Fungsinya (Tupoksi), hingga menjadikan kondisi saat ini perindustrian musik sedang memperihatinkan.


"Dan mereka (perusahaan rekaman, red) sudah tidak berbisnis di dunia musik dengan arti sebenarnya, karena mereka punya saham di mana-mana, itu hanya menjaga eksistensi saja, kondisi ini memang lagi memperihatinkan. Tapi kenapa? Karena memang tidak harus ditakuti, sekarang zamannya sedang berevolusi (berubah, red) semua juga sedang seperti itu. Untuk harapan industri musik saya tidak ada harapan apa-apa, saya hanya tinggal menonton saja, karena ini memang zamannya perubahan," bebernya. (rus)

Komentar