Senin, 22 Januari 2018 | Cianjur, Indonesia

Bakal Ada Akademi Sepak Bola di Cianjur

K-1

Selasa, 02 Agustus 2016 - 13:23 WIB

Bupati Cianjur, H. Irvan Rivano Muchtar, tengah menendang bola secara simbolis tanda resmi dimulainya Cianjur League di Stadion Badak Putih, Minggu sore (31/7/2016). (Foto: BC/Istimewa)
Bupati Cianjur, H. Irvan Rivano Muchtar, tengah menendang bola secara simbolis tanda resmi dimulainya Cianjur League di Stadion Badak Putih, Minggu sore (31/7/2016). (Foto: BC/Istimewa)
A A A

BERITACIANJUR.COM - Perkembangan dunia persepakbolaan di Kabupaten Cianjur, pada tahun ini mulai menunjukan kebangkitannya. Terlihat dari beberapa tournament yang digelar, di antaranya Bhayangkara Cup 2016 yang baru-baru ini diadakan, bahkan kini tengah dilaksanakan Cianjur League yang digelar di Stadion Badak Putih, hasil kerja sama antara Viking Underground dengan Harian Umum Berita Cianjur bareng PSSI tingkat kabupaten.

Selain itu, antusias masyarakat khususnya pencinta bola kian menambah energi baru bagi persepakbolaan di Cianjur, untuk mulai menunjukan bahwa potensi putra daerah layak dipertarungkan di kancah nasional. Namun, jika hanya keinginan saja tidaklah cukup tanpa adanya penunjang yang mumpuni.

Salah satu langkah awal yang baik PT Gilbol pun kerja bareng Direktur Utama (Dirut) PT Jembatan Mediatama Cianjur, Anton Ramadhan, berencana akan memfasilitasi anak-anak yang ingin berlatih sepak bola.

Dirut PT Gilbol, Yon Muis mengungkapkan, untuk tempat atau lokasinya sendiri, daerah Cimacan pun jadi salah satu pilihan mereka.

"Ini masih tahap awal, berbicara bersama teman-teman di Cianjur. Pada intinya, kami bersama kawan-kawan Cianjur, terutama Dirut BC (Berita Cianjur) Pak Anton, membuat Akademi Sekolah di Cimacan. Nanti kita di sana (Cimacan, red) memfasilitasi tempat latihan, tim nasional kita upayakan untuk mengisi club-club yang akan ikut league juga di sana, club-club luar negeri juga yang berlatih di sana, dan anak-anak SSB (Sekolah Sepak Bola) Jakarta, Bogor, Cianjur, Bandung itu nanti bersama di sana," ungkap Yon pada "BC" belum lama ini.

Sehingga, lanjutnya, daripada mereka harus ke luar negeri untuk dilatih di sana, lebih baik mereka berkembang di daerah sendiri. Bahkan, dirinya menuturkan, akan menyediakan mantan-mantan pemain nasional yang sesuai dengan anak didik inginkan untuk melakukan latihan bersama.

"Jadi, daripada mereka di bawa ke Singapure atau ke luar negeri, kita akan melakukan latihan bersama dengan mantan-mantan pemain nasional. Kita sediakan siapapun yang mereka inginkan," tuturnya.

Rencananya, selain akan membuat Akademi Persepakbolaan, juga bakal mendidik seluruh anak Indonesia, tak hanya Cianjur untuk berlatih di Cimacan, dan nantinya akan ada perekrutan setiap tahunnya sekitar 20 orang selama tiga tahun untuk angkatan yang berlatih di sana. Perekrutan tersebut akan berlangsung disetiap tahunnya.

"Intinya, selain itu, kami akan membuat Akademi sepak bola yang mendidik anak-anak seluruh Indonesia. Nanti kita rekrut sekitar 20 orang selama 3 tahun untuk angkatan pertama, jadi nanti setiap tahun ada 20 anak-anak Indonesia lagi yang menetap di sana, jadi setiap hari berlatih sepak bola," bebernya optimis.

Bila dilihat dari perkembangan persepakbolaan Cianjur, yang kini terlihat sudah mulai bergairah sehingga para mediator melihat moment saat ini bukan hanya sebagai penunjang dan mencetak juga untuk mendidik anak Indonesia dalam bersepakbola.

"Cianjur kan sudah memulai sepak bola, sudah mulai bergairah. Jadi kami melihat itu, jadinya di sana bukan hanya sebagai penunjang, bukan juga mencetak, tapi mendidik anak-anak Indonesia untuk menjadi pemain sepak bola," tandasnya. (rus)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 7 jam yang lalu

Tega, Ini Jeritan Hati Pegawai RSUD

PENGAKUAN mengejutkan datang dari sejumlah pegawai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur. Sudah dua bulan, insentif para pegawai di rumah sakit plat merah tersebut belum dibayarkan.

Cianjur Euy 17 jam yang lalu

Sampah Berserakan di Area Asamul Husna

PEDAGANG yang biasa mangkal di sekitar area Taman Asmaul Husna, Kampung Panaruban, Desa/Kecamatan Haurwangi belum sepenuhnya sadar akan pentingnya kebersihan lingkungan.

Cianjur Euy 17 jam yang lalu

Akhirnya Keluarga Otim Punya Rumah Baru

RAUT wajah Otim (47) tampak berseri seri dipenuhi kebahagian. Bagaimana tidak bahagia, Minggu (21/1) dirinya bisa bertemu langsung dengan Dedi Mulyadi, Calon Wakil Gubernur Jabar.

Cianjur Euy 17 jam yang lalu

Kepengurusan Kampung KUBA Dibentuk

PROGRAM Kampung Utama Berakhlakul Karimah (KUBA) mulai dibumikan di seluruh wilayah Kabupaten Cianjur. Mensukseskan program yang digagas Bupati Cianjur itu, kepengurusan Kampung KUBA mulai dibentuk di…

Bisnis Line 17 jam yang lalu

Gurihnya Sensasi Soto Bogor Siliwangi Bikin Nagih

SIAPA yang tak suka dengan gurihnya sajian kuah soto hangat? Selain memiliki cita rasa rempah yang kuat, irisan daging yang dipotong dadu, taburan bawang goreng, kacang kedelai, dan tomat segar terasa…

Cianjur Euy 17 jam yang lalu

Kecewa Kebijakan Pemkab, Warga Segel Eks SD Bujensa

SEBUAH spanduk penolakan terbentang di pagar tembok eks SDN Ibu Jenab 1 (Bujensa, red). Spanduk penolakan itu ditempel oleh warga yang menilai Pemkab Cianjur tidak menjalankan komitmen yang dibuat terkait…

Cianjur Euy 17 jam yang lalu

Stok Surplus, Pemkab Cianjur Tolak Impor Beras

CAPAIAN produksi padi di Kabupaten Cianjur tahun 2017 mencapai 105 persen. Capaian itu lebih tinggi dari tahun sebelumnya, yang hanya mencapai 100,88 persen.

Cianjur Euy 17 jam yang lalu

Mayat Pria Tanpa Identias Ditemukan Mengambang

MAYAT pria tanpa identitas ditemukan mengambang di genangan air Blok Sungai Citarum, Kampung Cinangsi RT 02/10, Desa Kertamukti, Kecamatan Haurwangi, Minggu (21/1/2018) sekitar pukul 13.00 WIB.

Aktualita 19/01/2018 13:13 WIB

Pemkab Cianjur Tolak Kebijakan Impor Beras

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur menolak kebijakan impor beras yang dilakukan oleh pemerintah pusat. Hal itu diungkapkan, Wakil Cianjur, Herman Suherman, saat menghadiri acara panen raya padi di…

Aktualita 19/01/2018 08:00 WIB

Terbongkar, RSUD Masih Berkilah

PENYEBAB amburadulnya pengelolaan limbah medis bahan berbahaya dan beracun (B3) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur, sudah terbongkar. Namun pejabat rumah sakit plat merah tersebut masih…