Rabu, 26 Juli 2017 - Pukul 11:43

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

traveling

Kampung Wisata Pandanwangi Bakal Direalisasikan Tahun Depan di Warungkondang

Oleh: cr1 - Rabu 03 Agustus 2016 | 13:47 WIB

Kampung Wisata Pandanwangi Bakal Direalisasikan Tahun Depan di Warungkondang

Sawah Pandanwangi (Foto : m.tempo.co)

BERITACIANJUR.COM - Wacana untuk mengorbitkan Kampung Wisata Pandanwangi di Kecamatan Warungkondang bukan tanpa alasan. Sebab hal tersebut sudah melalui kajian menyeluruh dan bakal direalisasikan tahun depan.

 

Siapa yang tidak kenal Pandan Wangi ? Ya ini adalah nama beras di Kabupaten Cianjur yang sudah terkenal hingga ke luar negeri dan memiliki Hak atas Kekayaan Intelektual (HaKI) sejak tahun 2015. Bahkan tahun ini, labelnya sudah lahir untuk memproteksi jika ada daerah lain yang mengakuinya. Karena memiliki nilai sejarah, Pemerintah Kabupaten Cianjur melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) sudah merencanakan membuat Kampung Wisata Pandan Wangi yang berlokasi di Kecamatan Warungkondang sebagai asal-usulnya lahir beras yang dikenal pulen dan wangi itu.

 

Rencananya, pembangunan Kampung Wisata Pandan Wangi mulai dibangun pada tahun 2017 mendatang dengan konsep kembali ke alam (Back to Nature) dari mulai proses pengolahan lahan yang menggunakan kerbau untuk membajak sawah hingga memasak nasinya menggunakan kayu bakar.

 

Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar mengatakan, kedepan pemda akan membebaskan lahan seluas 10-12 hektar yang dibeli dari warga dan dijadikan sebagai lahan pertanian abadi milik pemerintah dengan membentuk kelompok tani berkesinambungan.  

 

"Mudah-mudahan bisa menjadi objek wisata pangan di Cianjur, karena pengelolannya dari mulai menanam hingga menanak nasi akan kembali lagi ke masa lalu. Sehingga keberadaannya, menjadi penyangga Cianjur sebagai daerah wisata pangan dunia," katanya  usai meninjau lokasi lahan Kampung Wisata Pandan Wangi di Kecamatan Warungkondang, Selasa (02/08/2016).

 

Dijelaskannya, perubahan APBD tahun 2016 akan dianggarkan untuk perencanaannya dan baru tahun 2017 di alokasikan anggaran pembebasan lahannya. Namun sebelumnya, kita sudah harus mempersiapkan alat-alatnya dari mulai lisung hingga hewan kerbaunya yang diperkirakan menghabiskan dana Rp. 300 juta. 

 

"Kalau pembebasan lahan cukup tinggi bisa sampai Rp. 10 miliar, nantinya lahan milik warga dibebaskan oleh pemda dan menjadi lahan abadi pemda. Bahkan pembangunannya nanti dilakukan secara terpadu melibatkan dinas terkait," ungkapnya.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Cianjur, Dadan Harmilan mengatakan, kampung wisata pandan wangi merupakan gagasan orisinil Bupati yang bertujuan untuk memelihara asal muasal sejarah padi pandan wangi yang hanya ada satu di dunia dan tanahnya yang mengandung renzima.

 

"Konon menurut beberapa ahli, tanah di Cianjur mengandung Rendzina sama dengan di negara Kazakhstan yang memiliki kandungan mineral cukup tinggi," katanya.
Bahkan yang lebih penting lagi, bahwa pandan wangi aliran nyawanya seiring aliran air dari Gunung Gede dan tidak semua daerah bisa ditanami. Khusus di Cianjur terdapat

 

beberapa kecamatan saja yang mengembangkan padi pandan wangi, seperti Kecamatan Gekbrong, Warung Kondang, Cugenang, Cibeber, Cianjur dan Cilaku.
Alasan Kecamatan Warung Kondang di pilih sebagai lokasi Kampung Wisata Pandan Wangi, karena memang sebagai asal muasal lahirnya beras pandan wangi. Pasalnya, hanya kalangan tertentu saja yang bisa memakan beras pandan wangi seperti pemuka agama, tokoh masyarakat hingga pemimpin.

 

"Selain berbasis agro ekonomi wisata pandan wangi, nantinya juga dimunculkan ciri khas Cianjur lainnya yakni ayam pelung dan lampu gentur," tandas Dadan. (ree)

 

Komentar