Rabu, 26 Juli 2017 - Pukul 11:49

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

traveling

Disbudpar Dukung Kampung Wisata Pandan Wangi

Oleh: cr1 - Kamis 04 Agustus 2016 | 12:00 WIB

Disbudpar Dukung Kampung Wisata Pandan Wangi

net/ilustrasi

BERITACIANJUR.COM - Pemerintah Kabupaten Cianjur merencanakan pembangunan Kampung Wisata Pandan Wangi dilakukan secara terpadu melibatkan beberapa instansi terkait, dari mulai Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas PU Bina Marga, Dinas Koperasi dan UMKM serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.

 

Rencananya, pembangunan Kampung Wisata Pandan Wangi mulai dibangun pada tahun 2017 mendatang dengan konsep kembali ke alam (Back to Nature) dari mulai proses pengolahan lahan yang menggunakan kerbau untuk membajak sawah hingga memasak nasinya menggunakan kayu bakar.

 

“Karena budaya ingin konsepnya alami dan mampu menarik wisata. Terlebih yang ditonjolkan adalah budaya Sunda,” ujar Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Cianjur, Aban Subandi di ruang kerjanya kepada “BC”, Rabu (03/08/2016).

 

Dijelaskannya, keinginan Bupati membangun Kampung Wisata Pandan Wangi bertujuan agar nantinya Kabupaten Cianjur di tahun 2030 menjadi destinasi wisata pangan dunia dan sebagai langkah awalnya melestarikan Pandan Wangi.

 

“Konsep awal kampung wisata pandan wangi ini berasal dari Dinas Pertanian, namun nanti di dalamnya beberapa dinas terkait ikut terlibat termasuk kami (Disbudpar),” katanya.

 

Aban menilai, jika rencana tersebut jadi direalisasikan dengan infrastruktur yang memadai akan berdampak positif terhadap penyerapan tenaga kerja serta kontribusi kepada Pendapatan Asli Daerah (PAD).

 

“Setiap objek wisata minimal infrastruktur memadai, akan banyak pengunjung dan menyerap tenaga kerja serta kontribusi ke PAD,” katanya.

 

Tidak hanya itu sambungnya, banyaknya kunjungan wisatawan juga berdampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat sekitar objek wisata.  

 

Seperti yang diutarakan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Cianjur, Dadan Harmilan, kampung wisata pandan wangi merupakan gagasan orisinil Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar yang bertujuan untuk memelihara asal muasal sejarah padi pandan wangi yang hanya ada satu di dunia dan tanahnya yang mengandung renzima.

 

Alasan Kecamatan Warung Kondang di pilih sebagai lokasi Kampung Wisata Pandan Wangi, karena memang sebagai asal muasal lahirnya beras pandan wangi. Pasalnya, hanya kalangan tertentu saja yang bisa memakan beras pandan wangi seperti pemuka agama, tokoh masyarakat hingga pemimpin.

 

"Selain berbasis agro ekonomi wisata pandan wangi, nantinya juga dimunculkan ciri khas Cianjur lainnya yakni ayam pelung dan lampu gentur," tandasnya.

 

Data dari Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur menunjukkan, potensi lahan persawahan pandan wangi di Kabupaten Cianjur mencapai 800 hektar yang tersebar di 33 desa dan dikelola oleh 77 kelompok tani di 7 kecamatan. 

 

Direncanakan, kedepan pemda akan membebaskan lahan seluas 10-12 hektar yang dibeli dari warga dan dijadikan sebagai lahan pertanian abadi milik pemerintah dengan membentuk kelompok tani berkesinambungan.  

 

Dimana untuk perencananya dianggarkan di APBD Perubahan tahun 2016 dan alokasi anggaran pembebasan lahannya di tahun 2017. Sebelum dibangun pemda sudah harus mempersiapkan alat-alatnya dari mulai lisung hingga hewan kerbaunya yang diperkirakan menghabiskan dana Rp. 300 juta. (nuk)

Komentar