Kamis, 19 Oktober 2017 - Pukul 17:42

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

inspirasi

Profesionalisme Melaksanakan Tugas Tambahan

Oleh: cr3 - Kamis 08 September 2016 | 09:30 WIB

Profesionalisme Melaksanakan Tugas Tambahan

BC/Istimewa

BERITACIANJUR.COM - Merangkap sebagai kepala sekolah di sekolah yang berbeda yakni SDN Ibu Jenab 4 dan SDN Ibu Jenab 2  memang tidak mudah. Perlunya efesiensi waktu terutama dalam membagi tugas antara sekolah satu dengan yang lainnya . Yayah Waliyah mengungkapkan sebagai seorang perempuan menjabat kepala sekolah tentunya dituntut profesional meski tidak ditampik bahwa ada beberapa kesulitan yang sering dihadapi. 

 

"Minimal jam 06.50 saya sudah stand by di sekolah, mengecek kehadiran guru. Namun apabila ada guru yang kesiangan atau tidak masuk, saya mengisi jam pelajarannya dulu di kelas," ungkapnya kepada "BC" Rabu (03/08/2016).

 

Sejak menjabat sebagai kepala sekolah di dua sekolah yang berbeda sejak 18 Juli lalu, Di samping melakukan pengecekan setiap pagi hari pada salah satu sekolah, ia mengatakan agar proses belajar mengajar agar terkendali dengan baik maka ada guru yang senior dan bisa dipercaya untuk mengatasi kebutuhan pelayanan guru dan siswanya di sekolah lainnya.

 

"Setelah mendapat tugas tambahan ini, saya langsung membagi tugas sesuai dengan 8 standar pendidikan, membina secara keseluruhan tentang tupoksi dimulai dari guru kelas, guru bidang studi termasuk satpam," ujarnya.

 

Ia percaya bahwa guru sudah profesional melaksanakan tugasnya tanpa harus diingatkan secara terus menerus. Pasalnya, guru sudah memiliki tanggung jawab berdasarkan tugasnya masing masing.

 

Sementara itu, Yayah sebagai kepala sekolah pun dalam satu minggu sekali selalu memberikan materi pelajaran agama kepada murid khusus kelas enam karena background tugas ia yaitu guru pendidikan agama. Pada saat pembelajaran selalu mengajarkan kepada murid tentang budi pekerti untuk menciptakan kader anak yang berkarakter.

 

"Di Sekolah Dasar faktor yang paling utama adalah pendidikan karakter karena itu saya sangat bangga bisa menjadi seorang guru SD. Pendidikan karakter tidak hanya di sekolah saja karena jam belajar sekolah terbatas. Maka perlunya keseimbangan antara pendidikan di sekolah dan di rumah yang dominannya dibimbing oleh orangtua," pungkasnya. (yhi)

Komentar