Rabu, 26 Juli 2017 - Pukul 11:43

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

traveling

Eks Lahan Penambangan Cikahuripan Berpotensi Menjadi Wisata

Oleh: Tim Redaksi - Jumat 05 Agustus 2016 | 12:00 WIB

Eks Lahan Penambangan Cikahuripan Berpotensi Menjadi Wisata

BC/Dok

BERITACIANJUR.COM - Lahan penambangan galian C di blok Cikahuripan, Desa Cikahuripan, Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur dinilai memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan menjadi sebuah lokasi objek wisata. 

 

Bahkan, terkait itu mencuat sebuah wacana, lahan bekas penambangan pasir tersebut akan dibangun sebuah danau raksasa yang sekaligus dikembangkan menjadi sebuah tujuan wisata air oleh salah satu perusahaan daerah milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur.

 

Berdasarkan pantauan BC, meski waktu untuk tahapan pelaksanaan reklamasi lahan terbilang masih cukup lama, namun potensi wisata yang dimiliki lokasi saat ini sudah mulai bisa terlihat. Dari hasil pengerukan alat berat yang sudah berlangsung selama puluhan tahun, sebagian besar lahan bekas penambangan menyisakan danau alami dengan air berwarna kehijuan . 

 

Kepala Bidang Infrastruktur dan Lingkungan Hidup Bappeda Kabupaten Cianjur, Ahmad Nugraha mengatakan, wacana tersebut bisa sangat mungkin terwujud karena sejak dari awal berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) wilayah Desa Cikahuripan ditetapkan sebagai potensi sumber air bersih.
“Sesuai RTRW Desa Cikahuripan dijadikan sebagai potensi air bersih, bisa saja jika nanti dibuat danau buatan sangat memungkinkan untuk dikembangkan menjadi potensi wisata,” ujarnya kepada “BC”, Kamis (4/8/2016).

 

Dirinya menjelaskan, munculnya wacana dibangunnya lahan bekas pertambangan di Desa Cikahuripan menjadi danau buatan karena pihak Perusahaan Daerah Air Minum (Perumdam) Kabupaten Cianjur ingin membuat penampungan air baku sebagai sumber air bersih bagi masyarakat.

 

“Ketika mereka melihat lokasi di Cikahuripan, danau hasil galian bisa menampung air hujan. Sehingga terfikir, kenapa potensi ini tidak selanjutnya untuk dikelola,” katanya.  

 

Sebagai tindak lanjutnya, sambung Ahmad, pihak Perumdam bulan lalu mengundang beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk mendengarkan pemaparan terkait begitu pentingnya masalah penyediaan air baku. Karena, sampai saat ini pihak Perumdam masih kesulitan mendapatkan informasi mengenai sumber mata air.

 

“Berbicara di kelola harus ada tahapan dan studi untuk mendukung wacana itu, salah jika tidak ada studi terlebih dahulu,” katanya.

 

Kajian tersebut nantinya, meliputi luasan areal lahan bekas tambang yang akan di bangun serta berapa besaran debit air yang akan digunakan. Karena masalahnya,

 

air yang terdapat di bekas galian tambang tersebut tidak berasal dari sumber mata air yang keluar dari tanah. Melainkan air yang berasal dari hasil menampung curah hujan yang turun selama ini.

 

“Studinya bukan main-main, harus ada feasibility study (FS) untuk menilai sejauhmana kajian kelayakannya,” katanya.

 

Dirinya menilai, keinginan pihak Perumdam untuk membangun danau buatan sangat bagus, hanya saja harus melalui proses studi dulu. Jika memang Perumdam ingin mandiri dalam membuat (FS) silahkan saja, sehingga bisa terlihat layak atau tidaknya.

 

“Dari hasil pemaparan beberapa waktu lalu, Perumdam ingin pembuatan FS tidak oleh mereka melainkan dari OPD terkait. Pada saat itu kami dari Bappeda menolak, soalnya masih banyak pekerjaan lain yang harus dikerjakan,” tandasnya.

 

Ahmad mengungkapkan, sekitar tahun 2005 Bappeda pernah membuat FS tentang sumber penyediaan air baku Cikahuripan, namun hingga saat ini belum pernah terealisasi. Setelah sekian lama, Perumdam ingin mengajukan lagi pembuatan FS untuk mendukung wacana membangun danau buatan.

 

Menanggapi rencana pembangunan danau buatan yang nantinya bisa menjadi potensi wisata air di lahan bekas pertambangan, Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Cianjur, Dedi Suherli menegaskan, jika idealnya reklamasi lahan bekas tambang tersebut dikembalikan ke fungsi semula.

 

“Hanya saja jika memang akan dipakai untuk peruntukkan lain, harus yang bisa lebih mendatangkan manfaat dan itu bisa-bisa saja,” tegasnya.

 

Contohnya, lokasi wisata air atau menjadi tempat penampungan air bersih yang bisa memberikan manfaat signifikan bagi masyarakat. “Kita sangat setuju dan mendukung, apalagi kalau dalam aturan RTRW nya juga memang begitu,” katanya.

 

Dedi menyarankan, alangkah baiknya jika pemerintah daerah untuk membuat kajian terlebih dahulu sehingga nanti jelas hasilnya kalau melalui perencanaan yang matang. 

 

“Sebaiknya dilakukan kajian dulu, biar hasilnya nanti bisa seusai dengan harapan,” tandasnya. 

 

Ditemui terpisah Direktur Perumdam Cianjur, Budi Karyawan mengungkapkan,rencana membuat danau buatan di Cikahuripan itu memang sudah lama digulirkan. Bahkan terkait itu, pihaknya sudah mengajukan proposal kepada pemerintah daerah untuk ketersidaan cadangan air baku Cianjur selama 25 tahun kedepan. 

 

Pasalnya, jelas Budi, dari hasil analisa, kemungkinan besar untuk 25 tahun kedepan cadangan air baku untuk masyarakat akan semakin sulit didapat, karena sumber mata air yang sudah dimanfaatkan saat ini tidak menutup kemungkinan akan semakin terus berkurang. 

 

“Kalau memanfaat kan sungai juga kemungkinan tidak akan maksimal, soalnya tidak hujan selama 3 hari saja sudah berkurang airnya. Lalu, posisinya juga dibawah, jadi kalau diambil maintenance energinya juga akan jauh lebih besar karena harus di pompa,”terangnya. 

 

Menurutnya, jika pembangunan danau buatan di Cikahupian itu terealisasi, nantinya bisa dipakai untuk cadangan air baku 12 kecamatan, meliputi Gekbrong, Warungkondang, Cibeber, Cilaku, Cianjur, Karangtengah, Mande, Cikalong, Ciranjang, Bojongpicung, Sukaluyu dan Haurwangi. 

 

“Dengan daya tampung seluas 60 hektar, sekaligus bisa dibuat wisata air. Kalau limpahannya itu digunakan untuk pertanian. Tapi kalau jaring terapung sepertinya tidak, soalnya akan mengurangai kualitas air minum,”tandasnya. (nuk)

 

Komentar