Jumat, 22 Juni 2018 | Cianjur, Indonesia

Eks Lahan Penambangan Cikahuripan Berpotensi Menjadi Wisata

Tim Redaksi

Jumat, 05 Agustus 2016 - 12:00 WIB

BC/Dok
BC/Dok
A A A

BERITACIANJUR.COM - Lahan penambangan galian C di blok Cikahuripan, Desa Cikahuripan, Kecamatan Gekbrong, Kabupaten Cianjur dinilai memiliki potensi besar untuk dimanfaatkan menjadi sebuah lokasi objek wisata. 

Bahkan, terkait itu mencuat sebuah wacana, lahan bekas penambangan pasir tersebut akan dibangun sebuah danau raksasa yang sekaligus dikembangkan menjadi sebuah tujuan wisata air oleh salah satu perusahaan daerah milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur.

Berdasarkan pantauan BC, meski waktu untuk tahapan pelaksanaan reklamasi lahan terbilang masih cukup lama, namun potensi wisata yang dimiliki lokasi saat ini sudah mulai bisa terlihat. Dari hasil pengerukan alat berat yang sudah berlangsung selama puluhan tahun, sebagian besar lahan bekas penambangan menyisakan danau alami dengan air berwarna kehijuan . 

Kepala Bidang Infrastruktur dan Lingkungan Hidup Bappeda Kabupaten Cianjur, Ahmad Nugraha mengatakan, wacana tersebut bisa sangat mungkin terwujud karena sejak dari awal berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) wilayah Desa Cikahuripan ditetapkan sebagai potensi sumber air bersih.
“Sesuai RTRW Desa Cikahuripan dijadikan sebagai potensi air bersih, bisa saja jika nanti dibuat danau buatan sangat memungkinkan untuk dikembangkan menjadi potensi wisata,” ujarnya kepada “BC”, Kamis (4/8/2016).

Dirinya menjelaskan, munculnya wacana dibangunnya lahan bekas pertambangan di Desa Cikahuripan menjadi danau buatan karena pihak Perusahaan Daerah Air Minum (Perumdam) Kabupaten Cianjur ingin membuat penampungan air baku sebagai sumber air bersih bagi masyarakat.

“Ketika mereka melihat lokasi di Cikahuripan, danau hasil galian bisa menampung air hujan. Sehingga terfikir, kenapa potensi ini tidak selanjutnya untuk dikelola,” katanya.  

Sebagai tindak lanjutnya, sambung Ahmad, pihak Perumdam bulan lalu mengundang beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk mendengarkan pemaparan terkait begitu pentingnya masalah penyediaan air baku. Karena, sampai saat ini pihak Perumdam masih kesulitan mendapatkan informasi mengenai sumber mata air.

“Berbicara di kelola harus ada tahapan dan studi untuk mendukung wacana itu, salah jika tidak ada studi terlebih dahulu,” katanya.

Kajian tersebut nantinya, meliputi luasan areal lahan bekas tambang yang akan di bangun serta berapa besaran debit air yang akan digunakan. Karena masalahnya,

air yang terdapat di bekas galian tambang tersebut tidak berasal dari sumber mata air yang keluar dari tanah. Melainkan air yang berasal dari hasil menampung curah hujan yang turun selama ini.

“Studinya bukan main-main, harus ada feasibility study (FS) untuk menilai sejauhmana kajian kelayakannya,” katanya.

Dirinya menilai, keinginan pihak Perumdam untuk membangun danau buatan sangat bagus, hanya saja harus melalui proses studi dulu. Jika memang Perumdam ingin mandiri dalam membuat (FS) silahkan saja, sehingga bisa terlihat layak atau tidaknya.

“Dari hasil pemaparan beberapa waktu lalu, Perumdam ingin pembuatan FS tidak oleh mereka melainkan dari OPD terkait. Pada saat itu kami dari Bappeda menolak, soalnya masih banyak pekerjaan lain yang harus dikerjakan,” tandasnya.

Ahmad mengungkapkan, sekitar tahun 2005 Bappeda pernah membuat FS tentang sumber penyediaan air baku Cikahuripan, namun hingga saat ini belum pernah terealisasi. Setelah sekian lama, Perumdam ingin mengajukan lagi pembuatan FS untuk mendukung wacana membangun danau buatan.

Menanggapi rencana pembangunan danau buatan yang nantinya bisa menjadi potensi wisata air di lahan bekas pertambangan, Anggota Komisi III DPRD Kabupaten Cianjur, Dedi Suherli menegaskan, jika idealnya reklamasi lahan bekas tambang tersebut dikembalikan ke fungsi semula.

“Hanya saja jika memang akan dipakai untuk peruntukkan lain, harus yang bisa lebih mendatangkan manfaat dan itu bisa-bisa saja,” tegasnya.

Contohnya, lokasi wisata air atau menjadi tempat penampungan air bersih yang bisa memberikan manfaat signifikan bagi masyarakat. “Kita sangat setuju dan mendukung, apalagi kalau dalam aturan RTRW nya juga memang begitu,” katanya.

Dedi menyarankan, alangkah baiknya jika pemerintah daerah untuk membuat kajian terlebih dahulu sehingga nanti jelas hasilnya kalau melalui perencanaan yang matang. 

“Sebaiknya dilakukan kajian dulu, biar hasilnya nanti bisa seusai dengan harapan,” tandasnya. 

Ditemui terpisah Direktur Perumdam Cianjur, Budi Karyawan mengungkapkan,rencana membuat danau buatan di Cikahuripan itu memang sudah lama digulirkan. Bahkan terkait itu, pihaknya sudah mengajukan proposal kepada pemerintah daerah untuk ketersidaan cadangan air baku Cianjur selama 25 tahun kedepan. 

Pasalnya, jelas Budi, dari hasil analisa, kemungkinan besar untuk 25 tahun kedepan cadangan air baku untuk masyarakat akan semakin sulit didapat, karena sumber mata air yang sudah dimanfaatkan saat ini tidak menutup kemungkinan akan semakin terus berkurang. 

“Kalau memanfaat kan sungai juga kemungkinan tidak akan maksimal, soalnya tidak hujan selama 3 hari saja sudah berkurang airnya. Lalu, posisinya juga dibawah, jadi kalau diambil maintenance energinya juga akan jauh lebih besar karena harus di pompa,”terangnya. 

Menurutnya, jika pembangunan danau buatan di Cikahupian itu terealisasi, nantinya bisa dipakai untuk cadangan air baku 12 kecamatan, meliputi Gekbrong, Warungkondang, Cibeber, Cilaku, Cianjur, Karangtengah, Mande, Cikalong, Ciranjang, Bojongpicung, Sukaluyu dan Haurwangi. 

“Dengan daya tampung seluas 60 hektar, sekaligus bisa dibuat wisata air. Kalau limpahannya itu digunakan untuk pertanian. Tapi kalau jaring terapung sepertinya tidak, soalnya akan mengurangai kualitas air minum,”tandasnya. (nuk)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Ragam 11/06/2018 22:35 WIB

Charfest 2018 Sukses Ajak Donasi Warga Cianjur

Charity Festival (Charfest) 2018 digelar di 4 lokasi berbeda di Cianjur. Circle Of Donate (COD), Rengginang Eyang dan BW Squad menjadi pempelopor kegiatan sosial ini. Charfest berhasil mengumpulkan donasi…

Ragam 11/06/2018 22:23 WIB

Perbaiki Masjid, CTC Gulirkan Bantuan Guna Tingkatkan Kepedulian Sosial.

Cianjur Tiger Club (CTC) menggelar bakti sosial dalam momentum Ramadan. Meskipun sudah jadi agenda rutin, tapi kini bantuan sosial diberikan pada sejumlah masjid untuk pembangunan dan perbaikan bangunan.

Bisnis Line 11/06/2018 22:20 WIB

Telkomsel Dorong Percepatan Adopsi Layanan Broadband 4G LTE

Memanfaatkan momen Ramadhan tahun 2018 Telkomsel kembali menghadirkan program Ramadhan Fair yaitu bazaar smartphone dengan beragam promo dan layanan menarik seperti smartphone bundling dan paket data…

Cianjur Euy 11/06/2018 22:12 WIB

Eka Sastra Berikan 5000 Bingkisan Ramadhan kepada Baraya

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Eka Sastra menggelar buka bersama dan silaturahmi dengan konstituennya yang disebut Baraya di Aula Gedung DKC, Sabtu (9/6) petang. Mempererat tali silaturahmi…

Aktualita 08/06/2018 07:00 WIB

Usut Tuntas Pengelolaan PPJ

MENGUATNYA dugaan penyimpangan pengelolaan Pajak Penerangan Jalan (PPJ) di Cianjur, membuat sejumlah aktivis untuk segera melaporkannya ke pihak kepolisian. Benarkah?

Cianjur Euy 08/06/2018 06:05 WIB

Hari Ini Jadi Puncak Arus Mudik

DIKARENAKAN hari ini (8/6/2018) merupakan hari terakhir pegawai bekerja dan Senin (11/6/2018) sudah mulai memasuki cuti bersama, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi memprediksi hari ini dan Sabtu (9/6/2018)…

Si Maung 08/06/2018 03:08 WIB

Tiga Pemain Persib yang Makin Disorot

SETELAH menutup libur Idul Fitri dengan kemenangan telak 3-0 atas PSMS Medan pada Selasa (5/6/2018) lalu, ada tiga pemain Persib yang kian mendapat simpati dari bobotoh, bahkan menyedot perhatian publik…

Bisnis Line 07/06/2018 21:17 WIB

Tingkatkan Kepedulian Sosial, BNI Cianjur Gelar Santunan ke Yatim dan Jompo

BULAN Ramadhan menjadi momentum bagi ummat muslim untuk berlomba dalam berbuat kebaikan. Salah satunya dengan bakti sosial. Seperti yang dilakukan Bank BNI Cianjur, pada Kamis, (7/6/2018) menggelar santunan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:28 WIB

Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Diprediksi Terjadi Pada H-2 Lebaran

HARGA berbagai komoditas kebutuhan pokok masyarakat di Cianjur, diperkirakan bakal tak terkendali pada H-2 hingga H-1 Idul Fitri 1439 Hijriyah. Pasalnya, pada saat itu volume pasokan makin menyusut dan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pelaksanaan Arus Mudik, Puskesmas Agar Siaga 24 jam

MENGHADAPI pelaksanaan arus mudik dan balik Idul Fitri 1439 Hijriah seluruh Pusat Kesehatan Masyarakaat (Puskesmas) diinstruksikan untuk buka dan memberikan pelayanan 24 jam. Hal itu disampaikan Kepala…