Kamis, 21 Juni 2018 | Cianjur, Indonesia

Kering Kian Parah! Warga Rebutan Air, Ratusan Hektar Sawah Puso

Asri Fatimah

Selasa, 28 Juli 2015 - 18:40 WIB

foto:internet
foto:internet
A A A

BC.COM-CIANJUR. Dampak kekeringan yang terjadi akibat kemarau panjang tahun ini, kian bertambah parah. Akibat minimnya cadangan air yang bisa dimanfaatkan, di lapngan warga acap kali rebutan dan terlibat cekcok mulut. Bahkan, ratusan hektar sawah mengalami gagal panen alias puso.

Kian parahnya dampak kekeringan ini antara lain dirasakan warga beberapa desa di Kecamatan Sukaresmi. Akibat menurunnya cadangan air hingga titik terendah, warga sering kali terlibat aksi rebutan air dan ratusan hektar sawah mengalami puso, hingga petani dibuatnya bingungan untuk dapat mengamankan kebutuhan hidup keluarganya. 

"Saat ini cadangan air yang dapat dimanfaatkan memang sudah mulai berkurang. Ini terjadi menyusul kemarau yang sudah berjalan selama tigabulan. Akibatnya, untuk mengairi sawah warga terpaksa harus rebutan. Belum lagi air dari selokan untuk sawah kadang juga digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup rumah tangga warga, " Ujar Ujang (50), salah seoarang petani asal Desa Ciwalen,Kecamatan Sukaresmi.

Ini terjadi, lanjut Ujang, karena para petani tak ingin mengalami gagal panen. Terlebih tanda- tanda gagal panen ini sudah mulai dirasakan mereka sejalan dengan kurangnya pasokan air, ditambah kekeringan yang sudah terjadi di beberapa daerah lainnya.

" Akibat kekurangan air, air yang ada terpaksa harus dibagi-bagi untuk ratusan petak sawah. Karena air yang ada sangat minim, tanaman padi yang saat ini baru berumur satu bulan, pertumbuhan kurang maksimal. Jika debit air terus berkurang, bisa-bisa padinya mati dan gagal panen," ungkapnya.

Menurut Ujang, di lingkungan tempat tinggalnya terdapat puluhan hektar sawah yang setiap harinya terpaksa hanya bisa diairi secara bergiliran. Teknisnya, dibagi-bagi per selang satu hari. Namun dalam praktiknya cara itu bukan sulusi yang tepat, karena tetap saja pertumbuhan padi menjadi kurang baik.

Hal senada dikatakan Ketua Gapoktan Desa Pakuon, Muhammad Damim. Akibat kemarau panjang beragam jenis komoditi tanaman di desanya terpaksa harus rela berbagai kesempatan mengairi lahan miliknyauntuk menghindari gagal panen.

"Tujuannya untuk menghindari gagal panen. Kita ingin menyelamatkan semua tanaman yang dibudidayakan para petani, baik berupa bunga, sayuran maupun padi," terang Damim, kemarin (28/7).

Ditemui terpidah, Sekretaris Desa Pakuon, Iim Abdul Karim mengungkapkan, akibat berkurangnya cadangan air, dari total 598 hektare lahan pertanian yang ada, seluas 150 hektarenya mulai tak produtif.

“ Saat ini sudah 150 hektar perkebunan yang ada di desa pakuon tak lagi produktif. Seperti di perkebunan di tanah tegalan, karena tidak memungkinkan dapat tetap ditanami," katanya.

Masalah serupa juga terjadi di Desa Kubang, Cikanyere, Sukamahi, dan Rawabelut, Kecamatan Sukaresmi. Akibat kian bertambah parahnya kekeringan, padi yang baru berumur  dua bulan sudah mulai layu dan mati karena kekurangan air. Bahkan padi yang sudah berumur tiga bulan dan siap dipanen,  dipastikan gagal panen akibat kekeringan.

"Tanaman padi yang dipastikan mengalami puso di Kecamatan Sukaresmi sekitar 168 hektare dan yang terancam kekeringan dan memgalami puso sekitar 151 hektar," jelas Kabag TU BP3K Kecamatan Sukaresmi, Tohorin, Selasa (28/7).

Tanaman padi yang saat ini mengalami kekeringan, lanjut Tohirin, dipastikan akan mengalami puso. Sekalipun ada hujan, tanaman yang saat ini sudah mengalami kekeringan tidak akan bisa tertolong lagi.

"Dipastikan, segimana derasnya hujan, tanaman padi yang sudah mulai mengering tidak akan dapat dipanen akhir bulan ini," katanya.

Ini terjadi, selain akibat musim kemarau, juga karena sawah tersebut ditanam di lahan tadah hujan, sehingga saat kemarau dipastikan akan kekeringan, Makaitu, sebaiknya saat akan memasuki musim kemarau petani tak lagi menanam padi.

"Sebaiknya di musim tanam pada bulan April, meskipun masih ada hujan, ditanah tadah hujan, lebih baik petani tak lagi menanam padi. Pasalnya bulan berikutnya merupakan mulai kemarau," pungkasnya

Terpisah, Solehudi, salah seorang Petani, mengaku pasrah dengan kondisi kekeringan yang dialaminya. Memang akibatnya sangat merugikan, tapi untuk menyasatinya sepertinya sulit dicari jalan keluarnya.

" Saya pasrah saja, musim kemarau ini saya sama sekali tidak bisa panen. Dikira akhir bulan ini saya bisa panen, tetapi ternyata saya gagal panen karena kekeringan," keluhnya. (Asri Fatimah)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Ragam 11/06/2018 22:35 WIB

Charfest 2018 Sukses Ajak Donasi Warga Cianjur

Charity Festival (Charfest) 2018 digelar di 4 lokasi berbeda di Cianjur. Circle Of Donate (COD), Rengginang Eyang dan BW Squad menjadi pempelopor kegiatan sosial ini. Charfest berhasil mengumpulkan donasi…

Ragam 11/06/2018 22:23 WIB

Perbaiki Masjid, CTC Gulirkan Bantuan Guna Tingkatkan Kepedulian Sosial.

Cianjur Tiger Club (CTC) menggelar bakti sosial dalam momentum Ramadan. Meskipun sudah jadi agenda rutin, tapi kini bantuan sosial diberikan pada sejumlah masjid untuk pembangunan dan perbaikan bangunan.

Bisnis Line 11/06/2018 22:20 WIB

Telkomsel Dorong Percepatan Adopsi Layanan Broadband 4G LTE

Memanfaatkan momen Ramadhan tahun 2018 Telkomsel kembali menghadirkan program Ramadhan Fair yaitu bazaar smartphone dengan beragam promo dan layanan menarik seperti smartphone bundling dan paket data…

Cianjur Euy 11/06/2018 22:12 WIB

Eka Sastra Berikan 5000 Bingkisan Ramadhan kepada Baraya

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Eka Sastra menggelar buka bersama dan silaturahmi dengan konstituennya yang disebut Baraya di Aula Gedung DKC, Sabtu (9/6) petang. Mempererat tali silaturahmi…

Cianjur Euy 08/06/2018 06:05 WIB

Hari Ini Jadi Puncak Arus Mudik

DIKARENAKAN hari ini (8/6/2018) merupakan hari terakhir pegawai bekerja dan Senin (11/6/2018) sudah mulai memasuki cuti bersama, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi memprediksi hari ini dan Sabtu (9/6/2018)…

Si Maung 08/06/2018 03:08 WIB

Tiga Pemain Persib yang Makin Disorot

SETELAH menutup libur Idul Fitri dengan kemenangan telak 3-0 atas PSMS Medan pada Selasa (5/6/2018) lalu, ada tiga pemain Persib yang kian mendapat simpati dari bobotoh, bahkan menyedot perhatian publik…

Bisnis Line 07/06/2018 21:17 WIB

Tingkatkan Kepedulian Sosial, BNI Cianjur Gelar Santunan ke Yatim dan Jompo

BULAN Ramadhan menjadi momentum bagi ummat muslim untuk berlomba dalam berbuat kebaikan. Salah satunya dengan bakti sosial. Seperti yang dilakukan Bank BNI Cianjur, pada Kamis, (7/6/2018) menggelar santunan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:28 WIB

Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Diprediksi Terjadi Pada H-2 Lebaran

HARGA berbagai komoditas kebutuhan pokok masyarakat di Cianjur, diperkirakan bakal tak terkendali pada H-2 hingga H-1 Idul Fitri 1439 Hijriyah. Pasalnya, pada saat itu volume pasokan makin menyusut dan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pelaksanaan Arus Mudik, Puskesmas Agar Siaga 24 jam

MENGHADAPI pelaksanaan arus mudik dan balik Idul Fitri 1439 Hijriah seluruh Pusat Kesehatan Masyarakaat (Puskesmas) diinstruksikan untuk buka dan memberikan pelayanan 24 jam. Hal itu disampaikan Kepala…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pipa Bocor Pasokan Air Bersih Ke Sejumlah Wilayah Tersendat

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Cianjur mengklaim tersendatnya pasokan air bersih kepada pelanggan dalam beberapa hari terakhir disebabkan kerusakan pipa.