Kamis, 21 Juni 2018 | Cianjur, Indonesia

Tingginya Pekerja Perempuan, Berdampak Pada Kehidupan Sosial

Putra Lugina Sukma

Rabu, 10 Agustus 2016 - 10:00 WIB

Ketua Komnas Perlindungan Anak (KPA), Seto Mulyadi
Ketua Komnas Perlindungan Anak (KPA), Seto Mulyadi
A A A

BERITACIANJUR.COM - Tingginya angka pekerja wanita di Indonesia justru membuat Komisi Perlindungan Anak (KPA) merasa khawatir. Pasalnya, hal itu bisa berdampak langsung terhadap tumbuh kembang anak dan kebiasaan barunya.

Ketua KPA Seto Mulyadi mengatakan, saat ini jumlah pekerja wanita meningkat hingga 65 persen dalam kurun waktu tiga tahun terakhir setelah berkembangnya perindustrian di semua daerah. Hal tersebut tentu berdampak jelas bagi kehidupan sosial termasuk terhadap wanita yang sudah memiliki anak.

"Dengan meningkatnya jumlah pekerja wanita, itu justru menimbulkan perubahan sosial. Coba bayangkan, di setiap satu perusahaan itu ada banyak kebiasaan yang di bawa dari tempat mereka masing-masing orang. Biasanya, setelah berkumpul, lebih terbawa kebiasaan orang yang kuat apalagi ke hal negatif," papar pria yang akrab disapa Kak Seto saat ditemui disela kegiatan di Cianjur, Selasa (9/8/2016).

Menurut Kak Seto, seiring dengan kebiasaan berprilaku setiap hari dalam menjalani rutinitas pekerjaan, ditambah jam kerja lebih banyak ketimbang jam keluarga, tentu akan berdampak negatif terhadap sosialisasi lingkungan rumah. Bahkan, tak sedikit yang membuat pasangan istri akhirnya nakal (selingkuh) dengan sesama pekerja dilingkungan perusahaan.

"Begini, kan kita itu banyak berinteraksi di siang hari. Sedangkan, siang hari kita dihabiskan dengan pekerjaan. Nah, di jam-jam ini kita rawan sekali adanya pemicu sosial khususnya bagi pasangan yang sudah menikah dan punya anak," ungkapnya.

Dengan adanya disfungsi sosial yang dibawa dari tempat kerja ke dalam rumah, kata Seto Mulyadi, hal itu akan mengubah suasana rumah terlihat hambar dengan mood pekerjaan yang di bawa kerumah. Dampaknya, anak menjadi tidak ter-urus dan sering gampang marah kepada anak bila membuat sedikit kesal.
 

"Tidak semua orang tua bisa mengatasi ini, mood negatif yang dibawa dari kantor ke rumah justru akan membuat suasan rumah tidak nyaman. Anak bikin kesal saja sedikit, dia akan dimarah-marahi. Padahal, tak banyak waktu untuk kita mengasuh anak. Dampaknya, anak akan menjadi pemarah dan pendendam ketika beranjak dewasa," ungkapnya.
 

Untuk mengatasi hal ini, sambung dia, wanita yang ingin bekerja, lebih baik agar membuka usaha sendiri di dalam rumah atau pekerjaan yang rutinitas mengurus keluarganya lebih besar ketimbang rutinitas bekerja. Sehingga, kehidupan keluarga pun lebih sehat dan ter-urus.
 

"Wanita sebaiknya mencari kegiatan usaha yang tidak menyita waktu, yang tetap menjalani kodratnya sebagai ibu atau istri di dalam rumah. Dengan begitu, keluarga pun akan lebih sehat, dan psikologis bagi anak pun jadi lebih baik," tandasnya. (nuk)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Ragam 11/06/2018 22:35 WIB

Charfest 2018 Sukses Ajak Donasi Warga Cianjur

Charity Festival (Charfest) 2018 digelar di 4 lokasi berbeda di Cianjur. Circle Of Donate (COD), Rengginang Eyang dan BW Squad menjadi pempelopor kegiatan sosial ini. Charfest berhasil mengumpulkan donasi…

Ragam 11/06/2018 22:23 WIB

Perbaiki Masjid, CTC Gulirkan Bantuan Guna Tingkatkan Kepedulian Sosial.

Cianjur Tiger Club (CTC) menggelar bakti sosial dalam momentum Ramadan. Meskipun sudah jadi agenda rutin, tapi kini bantuan sosial diberikan pada sejumlah masjid untuk pembangunan dan perbaikan bangunan.

Bisnis Line 11/06/2018 22:20 WIB

Telkomsel Dorong Percepatan Adopsi Layanan Broadband 4G LTE

Memanfaatkan momen Ramadhan tahun 2018 Telkomsel kembali menghadirkan program Ramadhan Fair yaitu bazaar smartphone dengan beragam promo dan layanan menarik seperti smartphone bundling dan paket data…

Cianjur Euy 11/06/2018 22:12 WIB

Eka Sastra Berikan 5000 Bingkisan Ramadhan kepada Baraya

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, Eka Sastra menggelar buka bersama dan silaturahmi dengan konstituennya yang disebut Baraya di Aula Gedung DKC, Sabtu (9/6) petang. Mempererat tali silaturahmi…

Aktualita 08/06/2018 07:00 WIB

Usut Tuntas Pengelolaan PPJ

MENGUATNYA dugaan penyimpangan pengelolaan Pajak Penerangan Jalan (PPJ) di Cianjur, membuat sejumlah aktivis untuk segera melaporkannya ke pihak kepolisian. Benarkah?

Cianjur Euy 08/06/2018 06:05 WIB

Hari Ini Jadi Puncak Arus Mudik

DIKARENAKAN hari ini (8/6/2018) merupakan hari terakhir pegawai bekerja dan Senin (11/6/2018) sudah mulai memasuki cuti bersama, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi memprediksi hari ini dan Sabtu (9/6/2018)…

Si Maung 08/06/2018 03:08 WIB

Tiga Pemain Persib yang Makin Disorot

SETELAH menutup libur Idul Fitri dengan kemenangan telak 3-0 atas PSMS Medan pada Selasa (5/6/2018) lalu, ada tiga pemain Persib yang kian mendapat simpati dari bobotoh, bahkan menyedot perhatian publik…

Bisnis Line 07/06/2018 21:17 WIB

Tingkatkan Kepedulian Sosial, BNI Cianjur Gelar Santunan ke Yatim dan Jompo

BULAN Ramadhan menjadi momentum bagi ummat muslim untuk berlomba dalam berbuat kebaikan. Salah satunya dengan bakti sosial. Seperti yang dilakukan Bank BNI Cianjur, pada Kamis, (7/6/2018) menggelar santunan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:28 WIB

Kenaikan Harga Kebutuhan Pokok Diprediksi Terjadi Pada H-2 Lebaran

HARGA berbagai komoditas kebutuhan pokok masyarakat di Cianjur, diperkirakan bakal tak terkendali pada H-2 hingga H-1 Idul Fitri 1439 Hijriyah. Pasalnya, pada saat itu volume pasokan makin menyusut dan…

Cianjur Euy 07/06/2018 20:27 WIB

Pelaksanaan Arus Mudik, Puskesmas Agar Siaga 24 jam

MENGHADAPI pelaksanaan arus mudik dan balik Idul Fitri 1439 Hijriah seluruh Pusat Kesehatan Masyarakaat (Puskesmas) diinstruksikan untuk buka dan memberikan pelayanan 24 jam. Hal itu disampaikan Kepala…