Minggu, 25 Juni 2017 - Pukul 07:17

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

cianjur selatan

Tukang Gali Sumur Kebanjiran Order

Oleh: Zenal Mustari - Kamis 27 Agustus 2015 | 13:00 WIB

Tukang Gali Sumur Kebanjiran Order

zenal mustari/'BC'

BERITACIANJUR.COM – Musim kemarau membawa berkah tersendiri bagi sebagian orang yang berprofesi sebagai tukang gali sumur, sebab mereka kebanjiran order akibat sumur-sumur milik warga di wilayah Campaka dan sekitarnya mulai mengalami kekeringan.

 

"Berkah musim kemarau, sehingga tukang gali sumur saat ini banyak diminati warga," kata kedua orang penggali sumur, Ece dan Aceng, warga Kampung Lembur Sawah RT 2 RW 1, Desa Sukajadi, Kecamatan Campaka, kepada "BC" Rabu (26/8).

 

Dikatakan Ece, kalau hanya untuk memperdalam sumur, dalam sehari mereka bisa menyelesaikan pesanan menggali sumur tersebut satu hingga dua lubang karena pekerjaannya dilakukan secara manual.

 

"Kami juga menerima pesanan dan melakukan gali sumur baru, hanya saja kalau melakukan jasa pembuatan sumbur baru harga per meternya memang relatif sedikit mahal. Sebab, selain memerlukan tenaga ekstra juga waktu pembuatannya bisa dua hingga tiga hari lamanya baru bisa selesai," kata Ece diamini Aceng.

 

Ece menuturkan, kebutuhan sumur tanah dan sumur bor menjadi prioritas warga di Campaka karena tempat penampungan (bak) dari sumber mata air pegunungan saat ini mulai mengering, bentangan selang yang sengaja dipasang warga guna mengalirkan air ke perkampungan mulai tidak berfungsi. Sebab sumber air dari sentralnya kering, maka dari itu warga pun lebih memilih untuk segera membuat sumur baru atau menambah kedalamannya.

 

"Untuk tarif menambah ke dalaman sumur tanah berkisar mulai dari Rp 30 ribu hingga Rp 60 ribu per meter dan untuk tarif pembuatan sumbur baru bisa mencapai Rp 50 ribu hingga Rp 70 ribu per meter. Hanya saja tergantung dari si pemilik itu sendiri, terkadang suk ada yang nawar juga," tuturnya.

 

Aceng menambahkan, kalau hanya sekedar untuk memperdalam sumur targetnya hanya menambah ke dalaman kurang lebih hanya sekitar satu hingga dua meter atau bahkan sampai mendapatkan mata air yang lebih besar lagi. Sementara Camat Campaka, Suhendra mengaku, sampai saat ini pihaknya masih menunggu informasi dari para kepala desa, daerah mana saja yang mengalami rawan air bersih akibat kemarau berkepanjangan.

 

"Tunggu saja satu atau dua hari lagi, kemungkinan datanya baru masuk. Sebab berkaitan dengan intruksi pendataan mengenai hal tersebut sudah kami sampaikan kepada para kepala desa," singkatnya kepada "BC" dalam kesempatan terpisah kemarin. ***

Komentar