Senin, 29 Mei 2017 - Pukul 14:39

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

retro

Dinas Siap Tampilkan Karnaval Mobil Hias

Oleh: K-1, Putra Lugina Sukma - Jumat 19 Agustus 2016 | 10:42 WIB

Dinas Siap Tampilkan Karnaval Mobil Hias

BC/K-1

BERITACIANJUR.COM - Beragam pertunjukan siap digelar dalam gelar helaran akbar yang bertajuk 70 Ribu Detik Cianjur Jago Festival yang tinggal sehari lagi. Persiapan pun terus dilakukan para peserta untuk menyukseskan acara tersebut.  

 

Sepertihalnya, persiapan yang tengah dilakukan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur. Dimana rencananya mereka akan menampilkan kendaraan hias, mengusung tema sesuai dengan tugas dan fungsinya.

 

Diungkapkan, Kepala Bidang Perikanan Dinas Perikanan dan Kelautan, Tata Sugita, mobil dinasnya dihias dengan konsep yang sesuai dengan tupoksinya, yaitu sebuah perahu  melambangkan laut atau kelautan dihiasi dengan boneka ayam, ikan dan ayam.

 

"Kendaraan kita hias sesuai dengan tupoksinya, seperti yang diintruksikan oleh bupati. Maka kita menghias mobil dengan konsep kapal yang melambangkan laut, selain itu kita hiasi juga dengan bunga melambangkan kemerdekaan, dan nanti kita akan pasang boneka sapi, ikan, dan juga ayam," paparnya.

 

Untuk proses pengerjaannya kata dia, paling cepat itu bisa menghabiskan waktu10 hari. Itupun jika pengerjaanya dilakukan setuap hari. 

 

"Proses pengerjaan bisa terbilang singkat kalau dikerjakannya setiap hari yang mungkin sekitar 10 harian juga selesai. Sekarang ini kita baru mencapai 60% belum usai semua. Tinggal menempelkan hiasan-hiasan bunga saja,”katanya.

 

“Kalau untuk mengganggu rutinitas ya pasti menggangu, hanya kita harus pintar membagi waktu saja, kadang kita mengerjakan pada malam hari dengan dibantu 10 orang, dengan membedayakan SDM (Sumber Daya Manusia, red) yang ada," tandasnya.

 

Hal yang sama dilakukan Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah. Mengusung tema "Cara Pinter Buat Pinter". Mobil dinas Arpusda dirubah sedemikian rupa dengan konsep hampir sama dengan Disnaklutan. 

 

Dikatakan Kepala Seksi Pengembangan Perpustakaan Arpusda Cianjur, Ade Mustofa, meski sama, tapi yang membedakan itu, pada saat pawai berlangsung kita akan membuka pelayanan membaca secara langsung.

 

"Kita mengusung tema yang sesuai dengan slogan kita, "Cara Pinter Buat Pinter". Menggunakan bahan yang seadanya tanpa harus membeli ini itu, konsep dari awal memang sepeti ini, dan dari dulu juga tidak pernah berubah jika menghias mobil ini, hanya mungkin sekarang lebih rapi,"papar Ade saat ditemui "BC" di halaman kantornya.

 

Menurutnya dengan konsep yang diusung Arpusda,  tetap akan sesuai dengan prioritas kantornya, agar semua masyarakat Cianjur gemar membaca dan untuk membudidyakan membaca, karena dengan mebaca segalanya akan tahu.

 

"Jadi meskipun dengan menjalankan pawai kita pun akan mengajak agar masyarakat Cianjur supaya gemar membaca dan membudidayakan membaca, karena dengan seperti itu masyarakat menjadi tahu akan informasi segalanya," imbuhnya.

 

Sementara, Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar mengatakan, dalam kegiatan ini sejumlah OPD, perangkat desa dan Jajaran lintas sektoral dipastikan akan bergabung untuk memeriahkan pameran, pawai dan pagelaran seni. Untuk itu, masyarakat diharapkan mampu menikmati apa yang ditampilkan.

 

"Semua pertunjukan dan aksi pasti ada dari berbagai komunitas maupun kelompok. Selain tradisi Kuda kosong, kuda yang ada penunggangnya alias enggak kosong juga bakal ada," tandasnya. (nuk)

 

Komentar