Jumat, 21 Juli 2017 - Pukul 09:39

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

traveling

Ada Mitos di Waduk Jangari

Oleh: Apip Samlawi - Selasa 23 Agustus 2016 | 13:17 WIB

Ada Mitos di Waduk Jangari

Waduk Jangari, Cianjur, Jawa Barat.

BERITACIANJUR.COM - Waduk Jangari yang terletak di Desa Bobojong Kecamatan Mande kini sebagai banyak dimanfaatkan untuk kolam jaring terapung. Bahkan adanya banyak mitos yang mengelilingi para pemancing disana supaya terhindar dari bahaya. 

 

Ada mitos yang berkembang di waduk jangari, warga yang mau melaksanakan aktifitas di genangan air jangari dan sekitarnya, diantaranya bagi yang senang mancing, menjala  bila ingin mendapat  ikan  banyak dan selamat, sebelunya terlebih dahulu  harus membakar rokok tertentu. Begitupun,  bagi pekerja baru di kolam dilarang mandi nyebur langsung kekolam atau berenang, tapi harus mandi gunakan gayung selama satu pekan supaya tidak mendapat masalah.

 

Tak urung kejadian yang tewas karena dianggap tidak memenuhi mitos yang sudah kadung diyakini tersebut. Misalnya dua bulan yang lalu di kawasan waduk Calingcing, Babakan Garut Kecamatan Ciranjang ada dua orang pemancing yang meninggal dunia akibat hanyut tenggelam. Hal itu pun diduga telah melanggar tata cara  sebelum melaksanakan aktifitas di genangan air waduk Cirata. 

 

“Benar dan tidaknya atau percaya dan tidaknya, itu terserah pada keyakinannya masing-masing,” ucap Jejen (45) warga Jangari. 

 

Sementara itu, Ustadz Nanang  Mutarudin (52) warga Kampung Pasar RT 03/04 Desa Cidangbayabang yang rumahnya diperbatasan dengan Kampung Jangari   menjelaskan, memang benar pihaknya pernah mendengar mitos-mitos yang sering dilakukan para pekerja di kolam jaring terapung maupun para pemancing suka melakukan ritual, membakar kemenyan maupun membakar rokok merek tertentu.

 

“Tujuan supaya diselamatkan dari bahaya yang mengakibatkan kematian  dan mendapat  keuntungan  besar atau pendapatan ikan saat melaksanakan aktifitas mancing maupun ternak ikan di kolan jaring terapung,” imbuhnya.  

 

Dia menambahkan, kalau memang semua itu benar adanya maka pihaknya menyayangkan dengan adanya mitos tersebut. Lantaran hal tersebut merupakan perbuatan sirik, sedangkan kematian, keselamatan, keungtungan, kerugian, itu  hanya sebuat takdir dari ilahi.
 

“Dengan itu, diharapakan kematian, kesalamatan  dan keuntungan jangan dikaitkan dengan mitos, lebih baik kita serahkan dan kembalikan semuanya karena takdir dari  Allah SWT,” tutupnya. (ree)

Komentar