Jumat, 21 Juli 2017 - Pukul 09:34

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

traveling

Cianjur Mulai Terapkan Konsep Wisata Halal

Oleh: Cr1 - Jumat 09 September 2016 | 08:00 WIB

Cianjur Mulai Terapkan Konsep Wisata Halal

BC/Istimewa

BERITACIANJUR.COM - Kementerian Pariwisata saat ini mulai fokus untuk menerapkan konsep wisata halal di berbagai daerah di Indonesia yang memiliki potensi wisata, namun seiring kebijakan tersebut muncul berbagai pertanyaan apa saja indikator dan tujuan akhir yang ingin di capai ketika diterapkan.

 

Pemerintah Kabupaten Cianjur sendiri ternyata secara perlahan-lahan mulai menerapkan konsep wisata halal, terbukti tahun ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dusbudpar) sudah mengeluarkan himbauan dan pelatihan bagi pengusaha jasa perhotelan.

 

Terdapat tiga indikator wisata halal yang harus diterapkan setiap hotel, antara lain makanan halal, fasilitas hingga pelayanan. Meski tidak secara penuh menerapkan konsep syariah, setidaknya wisata halal tersebut bisa memberikan jaminan bagi wisatawan mancanegara baik muslim dan non muslim  yang berkunjung ke Kabupaten Cianjur.

 

"Bupati sudah menghimbau kepada hotel-hotel untuk mulai menerapkan wisata halal," ujar Kepala Bidang Pariwisata, Disbudpar Kabupaten Cianjur, Adang Sumaryadi kepada "BC", Kamis (8/9/2016).

 

Kawasan Cipanas sebagai salah satu daerah dengan berbagai potensi wisata unggulan, ditambah banyaknya wisatawan domestik dan mancanegara yang berkunjung. Menjadi target pemerintah daerah, agar jasa perhotelan bisa menerapkan konsep tersebut.

 

Dijelaskan Adang, tiga indikator seperti makanan, fasilitas dan pelayanan bisa menjadi acuan bagi pengusaha jasa perhotelan. Seperti makanan halal, dalam hal penyajian dan penyimpanan bahannya jangan disatukan dengan yang diperuntukkan bagi non muslim, sehingga terjamin kehalalannya.

 

Terkait fasilitas, nantinya pihak hotel tidak hanya menyediakan sarana ibadah yang representatif. Selain tanda arah kiblat, disetiap kamar juga perlu disediakan sajadah dan Al quran.

 

Selain makanan dan fasilitas, pelayanan yang baik dengan sopan dan santun juga harus menjadi perhatian pengelola hotel.

 

"Kami terus berusaha, agar wisata halal ini bisa berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Meski pengusaha perhotelan menyambut baik, namun masih perlu waktu untuk menyesuaikan," tandas Adang.

 

Diungkapkannya, tujuan akhir yang ingin dicapai dari penerapan wisata halal agar wisawatan mancanegara muslim dan non muslim yang berkunjung ke Kabupaten Cianjur merasa lebih terjamin.

 

"Hasil penelitian, ternyata banyak wisatawan luar negeri yang berkunjung ke negara lain yang sudah menerapkan konsep wisata halal. Perbandingannya 70 persen muslim dan 30 persen non muslim, " ungkapnya.

 

Menanggapi hal ini, Sekjen Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Tata Ruang Megapolitian, Ade Kosasih mengaku mendukung, selama berimplikasi positif terhadap kemampuan mengangkat potensi daerah wisata.

 

"Namun, harus ada jaminan kemampuan untuk mengangkat citra wisata sehingga tidak mengambang," katanya.

 

Terlebih, Cipanas sebagai wisatan andalan di Kabupaten Cianjur pernah mengalami masa kejayaan di era tahun 80-90 an, dengan menjadi paket wisata nasional. Namun setelah masa kejayaan tersebut, saat ini Cipanas tidak lagi menjadi tujuan utama.

 

Dirinya menegaskan, wilayah Cianjur Utara yang marak dengan tempat wisata sejak dulu sangat heterogen dan terbuka bagi siapapun yang ingin datang untuk berkunjung. Artinya harus ada keberimbangan kultur wilayah, karena tidak bisa satu wilayah disamakan dengan wilayah lain.

 

"Apalagi khusus wilayah Cianjur Utara sudah lebih terbuka, karena banyak didatangi wisatawan domestik dan mancanegara," ungkapnya. (bis)

Komentar