Kamis, 19 Oktober 2017 - Pukul 17:47

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

retro

Masyarakat Dituntut Kreatif Ciptakan Teknologi Sederhana

Oleh: Susi Susilawati - Rabu 14 September 2016 | 08:00 WIB

Masyarakat Dituntut Kreatif Ciptakan Teknologi Sederhana

Net/Ilustrasi

BERITACIANJUR.COM - Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Cianjur berupaya mengoptimalkan peran Pos Pelayanan Teknologi (Posyantek) dalam  menciptakan produk yang bermanfaat untuk masyarakat dan bernilai jual tinggi.

 

Menurut Kabid Bina Sumber Daya Alam dan Teknologi Tepat Guna Pedesaan BPMPD Cianjur, Henny Iriani Winata menjelaskan, keberadaan posyantek di 32 kecamatan di Cianjur untuk memberikan pelayanan teknis informasi dan menciptakan berbagai jenis Teknologi Tepat Guna (TTG) sehingga membantu berbagai permasalahan di masyarakat.

 

"Keberadaanya yang ada di kecamatan yang langsung dibina oleh kita, yang nantinya disampaikan pada anggota posyantek. Mereka dituntut untuk menciptakan produk lokal yang dapat menggerakan perekonomian masyarakat. Contohnya pada tahun lalu ada sejumlah mesin yang telah dibuat seperti mesin pengolahan gabah menjadi butiran beras, mesin pengiris dan memarut hasil pertanian, mesin pemotong padi di sawah dan lainnya," papar Henny saat ditemui "BC" dalam kesempatan presentasi produk TTG Kecamatan Haurwangi di Aula BPMPD Cianjur, Selasa, (13/9/2016).

 

Dia menambahkan, produk TTG yang dibuat oleh masyarakat ini harus bisa memenuhi syarat ketentuan diantaranya tercipta karena memang bisa menjawab permasalahan di masyarakat, ramah lingkungan, dapat dimanfaatkan secara mudah, harga terjangkau. Selain itupun bisa mencakup dalam keefisiensian maupun keefektivitasan. Sehingga dari seluruh kecamatan itu harus berperan aktif memaksimalkan keberadaan posyantek.

 

"Munculnya inovasi tersebut posyantek harus bisa menyosialisasikan produknya agar bisa diterima oleh masyarakat, kemudian kami (BPMPD, red) bisa menjadi fasilitator mereka untuk mengembangkan produknya namun disini mereka menggunakan modal sendiri. Namun jika berhasil dan bisa ikut dalam gelar akan diberikan hadiah partisipasi, sertifikat dan lainnya yang dapat menumbuhkan motivasi mereka untuk mengembagkan produknya," terangnya.

 

Dalam upaya memaksimalkan peran posyantek diakuinya memang masih belum maksimal. Pasalnya, dari segi anggaran untuk pembinaan tidak mencukupi sehingga pihaknya memaksimalkan 32 orang perwakilan dari posyantek kecamatan dan aparatur kecamatan untuk ikut dalam bimbingan teknis dan pembinaan dalam menciptakan produk posyantek.

 

"Idealnya memang pembinaan tidak dilakukan satu kali tapi bisa dilakukan per triwulan sekali. Tapi kita maksimalkan dari pembekalan di tingkat kabupaten kepada tingkat kecamatan lalu dari kecamatan ke tingkat desa untuk proaktif menyampaikan mengenai TTG," jelasnya.

 

Dia meyakini, jika dilakukan pola interaksi dan evaluasi akan menghasilkan kualitas dan kuantitas inovasi produknya dan bisa  menampung permasalahan yang terjadi di lapangan. Seperti yang terjadi pada kesempatan ini ada posyantek Haurwangi yang mempertansikan hasil produk temuannya untuk bisa dkembangkan lagi hingga produknya berhasil. Selain itu, fasilitas yang didapatkan posyantek selain pembinaan, bisa mendapatkan fasilitas pemasaran untuk produk yang dihasilkan, sampai hak paten produk yang diciptakan akan tetapi proses tersebut bertahap.

 

"Anggota posyantek akan menyampaikan mengenai produk yang dibuat mulai dari kegunaan, manfaat dan lainnya sehingga kita bisa koreksi apa saja yang masih kurang dan bisa untuk dilengkapi lagi sampai produk yang dibuat berhasil di gunakan di lingkungan masyarakat," tandasnya.

 

Sementara itu, Ketua Lembaga Posyantek Karya Mandiri Kecamatan Haurwangi, Hilal Rizky mengatakan, sejumlah proses sebelum terciptanya produk bel otomatis menggunakan tablet yang khusus digunakan di lingkungan sekolah untuk membantu pengaturan jam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dan lainnya. Akan tetapi pihaknya meyakini tidak ada kemungkinan untuk bisa digunakan dilingkungan instansi.

 

"Butuh waktu, tenaga dan materi yang dikeluarkan sebelum akhirnya dipresentasikan pada pihak BPMPD. Keunggulan dari bel otomatis ini menghemat daya, tidak perlu menggunakan operator dan lainnya. Adapun keunggulannya yaitu bisa melakukan pengumuman pemberitahuan melalui media telepon dan sms dari handphone," tuturnya..

 

Uji coba pun sudah dilakukan, sambung dia, tapi memang masih perlu sejumlah perbaikan dalam produk hingga mencapai sempurna dalam mengatasi permasalahan yang ada. Selain itupun, membutuhkan sejumlah upaya melalui pemetaan kebutuhan, pengkajian, pengembangan, pemasyarakatan dan penerapan.

 

"Dengan mempresentasikan hasil produk kami ini setidaknya bisa mengetahui apa kekurangan dan apa yang menjadi kelebihan sehingga bisa diperbaiki lagi dan lagi hingga mencapai sempurna untuk digunakan sesuai dengan hasil inovasi berbasis  TTG  tadi," tandasnya. (ree)

Komentar