Senin, 29 Mei 2017 - Pukul 12:53

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

retro

Desa Mekarjaya Manfaatkan Biogas Menjadi Sumber Energi Baru

Oleh: Zenal Mustari - Kamis 15 September 2016 | 08:00 WIB

Desa Mekarjaya Manfaatkan Biogas Menjadi Sumber Energi Baru

BC/Zenal Mustari

BERITACIANJUR.COM - Desa Mekarjaya, Kecamatan Campaka bisa menjadi Desa Mandiri Energi (DME). Sebab , dengan adanya pengembangan ternak sapi dan pertanian yang ada di wilayah tersebut. Energi Biogas bisa menjadi sumber energi baru yang bisa memenuhi kebutuhan warga setempat.

 

Sayangnya, dukungan energi dalam pembangunan energi itu belum maksimal sehingga Desa Mekarjaya belum bisa memaksimalkan dengan baik potensi yang ada tersebut.

 

Kepala Desa Mekarjaya, Izin Suparman, mengatakan, pembangunan biogas di desanya sudah dilakukan dengan cara-cara konvensional. Yaitu dengan cara mengelola limbah pertanian dan kotoran ternak sapi dan kambing menjadi biogas yang dapat dimanfaatkan masyakat.

 

Selain itu, pemdes juga melakukan inovasi dan terobosan membuat pupuk kompos untuk memenuhi kebutuhan pupuk pada musim tanam.

 

"Ini program integrasi yang kami siapkan untuk masa depan. Memang belum maksimal karena keterbatasan sarana dan prasarana serta teknologi," ujarnya kepada "BC" kemarin.

 

Menurut Izin, potensi pertanian dan peternakan yang ada di desanya dapat menjadikan Desa Mekarjaya sebagai Desa Mandiri Energi (DEM). Dan untuk mendukung itu, Desa Mekarjaya perlu tambahan sarana dan prasarana untuk pendukung itu yang seperti untuk pengadaan bak fermantasi yang bersekala besar serta alat pemecah limbah untuk proses pembuatan pupuk kompos.

 

"Alat-alat yang ada saat ini masih konvensional. Karena dibuat oleh tangan-tangan kreatif warga. Jadi masih sangat sederhana atau masih belum bisa menghasilkan biogas dengan performa yang tinggi." Katanya.

 

Kendati demikian, kata Izin, kepoktan bersama petani setempat terus berupaya untuk mengembangkan yang baik biogas maupun pupuk kompos yang walau keterbayasan sarana yang ada. Dan mesti memakan waktu yang lama pembangunan biogas dan pupuk tetap bisa dirasakan oleh masyarakat.

 

"Ini tetap kami lakukan untuk memenuhi pupuk kompos maupun energi biogas yang bisa dimanfaatkan warga yang dari biogasnya untuk memasak dan limbahnya untuk pupuk ," kata Izin.

 

Karena itu sambung Izin, ia berharap bantuan untuk penambahas sarana menuju Desa Mandiri Energi (DME) maupun pemenuhan pupuk kompos untuk petani. Pemerintah dapat merealisasikannya, sebab dukungan petani untuk menuju itu selalu ada.

 

"Jadi jika sarana dan prasarana sudah lebih mendukung. Maka kami yakin program pengembangan pupuk kompos maupun Biogas itu bisa lebih maksimal," harapnya.

 

Sementara itu, kabid SDA dan TTG PMD Kabupaten Cianjur Heny Iryani mengatakan, guna menyukseskan sebuah program. Petani jangan lantas terpaku karna kurangnya fasilitas. Justru petani harus bisa lebih berkembang dengan memanfaatkan sarana yang telah ada sepeeti, bantutuan yang telah di berikan oleh pemerintah.

 

"Yang menjadi harapan kami bahwa sekian tahun kemudian, untuk semua petani sapi yang berjumlah 300 KK ini. Kedepan harus bisa menikmati baik memasak dengan menggunakan hasil permentaai (Biogas) maupun penerangan yang didapat dari hasil permentasi juga," harapnya.(pur)

Komentar