Jumat, 21 Juli 2017 - Pukul 09:33

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

traveling

Dukung Wisata Halal, Perlu Spot Destinasi Wisatawan

Oleh: cr1 - Minggu 18 September 2016 | 09:00 WIB

Dukung Wisata Halal, Perlu Spot Destinasi Wisatawan

BC/Istimewa

BERITACIANJUR.COM - Upaya Pemerintah Kabupaten Cianjur yang akan menerapkan konsep wisata halal, disambut positif pengelola jasa perhotelan di wilayah Cipanas. Hanya saja, mereka menginginkan kedepannya pemerintah bisa menyediakan titik-titik (Spot) destinasi wisata baru yang bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan saat menginap.

 

Seperti yang diutarakan Public Relation Palace Hotel Cipanas, Panji Pratama, pihaknya mendukung langkah pemerintah yang ingin menerapkan konsep wisata halal di Cianjur. “Dari segi hotel di wilayah Cipanas, wisata halal ada yang sudah menerapkan dan ada yang belum tergantung kebijakan manajemen masing-masing,” ujar Panji kepada “BC”, Jum'at (16/9/2016).

 

Sesuai dengan indikator wisata halal, manajamen Palace Hotel sudah menyiapkan dari mulai sarana ibadah berupa musholla, makanan western (barat) dan chinese yang semua bahanya halal. Termasuk juga pelayanan berkualitas bagi semua, pengunjung hotel yang menginap.

“Kalaupun ada tamu hotel yang memesan makanan berbahan daging B2, biasanya akan dipesan khusus,” katanya.

Rata-rata tamu yang menginap di Palace Hotel berasal dari kalangan warga negara timur tengah, mereka jarang menanyakan apakah makanan yang ada di hotel halal atau tidak. Justru tamu dari lokal yang paling sering menanyakan, bahannya apa.

“Tamu dari timur tengah paling hanya sarapan pagi saja seperti roti, kalau mau makan mereka biasaya cari keluar hotel,” tandas Panji.  

Dirinya menegaskan, manajemen akan mengikuti apapun aturan yang dikeluarkan Pemkab. Seperti pemberlakukan jam malam, hingga terkait pengaturan minuman beralkohol. Karena berbicara wisata halal sangat luas.

Menurutnya, semenjak Cianjur di pimpin oleh Irvan Rivano Muchtar ada perubahan konsep dari segi kebijakan. Namun berkaitan dengan sektor pariwisata, belum ada perubahan khususnya yang menyangkut dengan titik-titik destinasi tujuan bagi wisatawan asal timur tengah.

Selama bulan puasa dan sesudah lebaran, tercatat 90 persen tamu yang menginap berasal dari timur tengah dengan lama menginap rata-rata selama satu pekan. Diperkirakan, tahun 2017 jumlah wisatawan timur tengah yang berkunjung ke Indonesia akan mencapai 200 persen.

“Karena belum ada tujuan wisata khusus bagi mereka, seperti kampung arab, kuliner hingga pertunjukan budaya. Kebanyakan saat ini hanya transit saja,” katanya.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, pihaknya sudah mengusulkan ke manajemen untuk menyediakan fasilitas atau pertunjukan yang berbau timur tengah, seperti belly dance atau gazebo.

“Supaya memudahkan pelayanan bagi tamu timur tengah, kami juga sudah membekali seluruh pegawai dengan pelatihan bahasa. Seperti english club dan arabic club, setiap satu jam sehari,” ungkapnya. (bis)

Komentar