Rabu, 18 Oktober 2017 - Pukul 10:47

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

sosialita

CFN Batal, Diganti Jam Malam

Oleh: Putra Lugina Sukma - Senin 19 September 2016 | 16:00 WIB

CFN Batal, Diganti Jam Malam

Net/Ilustrasi

BERITACIANJUR.COM - Kegiatan Car Free Night (CFN) yang sudah direncanakan, batal dilaksanakan. Kondisi ini menyusul, bakal diberlakukan aturan jam malam oleh Pemeritah Kabupaten (Pemkab) dalam rangka mengikis tingkat kriminalitas yang terjadi di Cianjur.  

 

Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar menyatakan, jika kegiatan Car Free Night (CFN) tidak akan jadi digelar. Sebab kegiatan tersebut tentu bertentangan dengan rencana pembatasan jam malam. Dikawatirkan jika dipaksakan, akan memancing tindakan kriminalitas yang selama ini terjadi pada waktu malam di Cianjur.

 

"Dibatalkan karena untuk mengantisipasi terjadinya perilaku negatif khususnya yang dilakukan oleh geng motor," Terangnya. 
Tidak hanya itu, sambung Bupati  saat ini di Cianjur ada program Magrib Mengaji sehingga dikawatirkan, CFN menggangu kegiatan itu.

 

Bupati kembali menegaskan, pemberlakuan jam malam, untuk menekan kegiatan negatif  kaum muda di waktu malam. Saat ini berdasarkan data, kata Bupati, tindakan criminal seperti penganiayaan, pemerkosaan dan pembegalan, terjadi di malam hari.

 

“Di satu sisi kami ingin menerapkan itu tapi di sisi lain banyak program bermanfaat yang bisa dilakukan dimalam hari. Kami haru memilih, salah satunya dengan meniadakan CFN,” kata dia, seraya menegaskan, dengan adanya aturan jam malam tersebut pihak kepolisian dan Satpol PP bisa melakukan penindakan tegas kepada pelanggarnya.  

 

Sementara, Anggota Komisi III, Dedi Suherli berkomentar, satu regulasi pasti mengandung positif dan negatifnya. Namun, hal ini bisa dianggap baik jika bupati benar-benar ingin mengembalikan citra cianjur sebagai kota santri.

 

"Kota santri mah mana ada kegiatan malam begitu kalau bukan kegiatan keagamaan. Hanya saja, negatifnya kan ini salah satu hiburan juga buat masyarakat dan penambah pariwisata kita," terangnya.

 

Meski begitu, pihaknya mendukung keputusan bupati. Sebab diakui atau tidak, segala kebijakan yang nantinya bakal keluar menjadi tanggung jawab bupati sebagai pemimpin di Cianjur. "Itu kan hak normatifnya dia, baik atau buruknya keputusan, nantinya Bupati yang menanggungnya,” pungkasnya. (ree)

 

Komentar