Selasa, 30 Mei 2017 - Pukul 16:17

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

inspirasi

Menjadi Pendidik, Teori Saja Tidak Cukup

Oleh: Cr3 - Selasa 20 September 2016 | 20:00 WIB

Menjadi Pendidik, Teori Saja Tidak Cukup

Siti Maesaroh. (BC/Istimewa)

BERITACIANJUR.COM - Berawal dari keinginan untuk menjadi seorang pendidik yang muncul dari semenjak SMA. Siti Maesaroh, kelahiran Cianjur 28 Maret 1991 ini menempuh perjuangan untuk memperoleh pendidikan formal di sebuah perguruan tinggi di Cianjur dalam bidang Pendidikan Matematika, sampai akhirnya, dirinya mampu menggapai cita-citanya tersebut.

 

"Sayapun akhirnya menjadi pendidik. Akan tetapi, yang saya rasakan adalah pendidikan formal saja tak cukup. Saat saya terjun langsung dalam dunia pendidikan, teori tak seperti realitanya. Dunia pendidikan saat ini saya rasa mengalami pergeseran makna pendidikan yang sebenarnya. Bagi seorang pendidik tak hanya cukup dengan amunisi teori pelajaran tapi juga amunisi lain yang akan membantunya untuk mampu membentuk karakteristik didikannya yakni mengenali makna hidup dan jati dirinya," ungkapanya.

 

Ia mengatakan menjadi sosok guru profesional dan ideologis tidaklah muluk-muluk dan mahal. Ia hanya mampu diraih dengan ikhtiar untuk berubah menjadi lebih baik dan istiqomah didalamnya. 

 

"Mengenal kata profesional saya temukan saat saya memperoleh ilmu keguruan di perkuliahan tapi tak saya temukan makna ideologis disana. Dimana saya temukan, hingga alur hidup perjalanan saya saat ini pun saya merasa tak menemukan kata stagnan dalam karir dan hidup saya. Semua aktivitas mengajar penuh warna dan makna," paparnya.

 

Memaknai karirnya sebagai tenaga pengajar ia temukan ketika dalam suatu organisasi dan tempatnya mengabdikan diri sebagai guru saat ini. Karena pada kondisi itulah ia memahami dan menemukan teori pendidikan yang tidak ditemukannya saat dibangku pendidikan formal.

 

"Dari Uqdatul Qubra inilah akan kita temukan bahwa mengajar pun dapat kita jadikan 'Ladang' ibadah yang sangat besar. Sebagai pendidik harus mampu merubah kepribadian para didikannya menuju arah kepribadian Islam bukan hanya sekedar membuat mereka pintar dalam bidang-bidang pelajaran," pungkasnya. (ree)

 

Komentar