Minggu, 25 Juni 2017 - Pukul 14:14

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

Awas, Suhu Air Berubah Ikan-Ikan pun Mati

Oleh: Misbah Hidayat - Jumat 28 Agustus 2015 | 10:00 WIB

Awas, Suhu Air Berubah Ikan-Ikan pun Mati

net

BERITACIANJUR.COM - Dinas Peternakan, Perikanan, dan Kelautan (Disnakanlut) Kabupaten Cianjur mengimbau para petani ikan untuk mengubah pola tanam ikan jelang terjadinya peralihan musim dari kemarau ke musim hujan. Hal tersebut dilakukan guna mengurangi resiko kematian ikan.

 

Kepala Seksi Kesehatan hewan Disnakanlut Kabupaten Cianjur, agung Rianto mengatakan, menjelang pergantian musim kemarau ke musim penghujan ikan ternak berpotensi mati karena adanya kondisi perubahaan suhu air (Upwelling).

 

“Kondisi tersebut membuat lumpur yang ada di bawah naik ke permukaan dan membawa racun yang berasal dari sisa pakan ikan yang jatuh,” ucap Agung kepada “BC”, Kamis (27/8)

 

Agung menuturkan, pihaknya secara rutin memberikan penyuluhan melalui petugas UPTD Balai Budidaya Perikanan guna mengurangi angka kematian ikan yang ditanam para petani ikan seperti di wilayah waduk Cirata.

 

“Sejauh ini sebetulnya para petani juga sudah mengetahui perubahan musim dengan memindahkan kolam peliharaannya ke wilayah bagian dalam guna mendapatkan oksigen dan menyemprotkan air ke dalam kolam,” ujarnya.

 

Seharusnya, lanjut Agung, jelang pergantian musim para petani harus merubah pola pemeliharaan dengan cara mengganti jenis ikan yang ditanam dengan jenis ikan yang lebih kuat agar bertahan dalam kondisi cuaca ekstrim.

 

“Seperti halnya jenis ikan mas, seharusnya diganti dengan ikan nila yang lebih tahan dari  penyakit,” katanya.

 

Menurut Agung, penyakit yang biasanya menyerang ikan pada cuaca musim penghujan yakni penyaki Koi Herves Virus yang biasa menyerang insang ikan karena kondisi ikan menurun karena kekurangan oksigen.

 

“Untuk penanganan ikan yang terkena penyakit tersebut ikan harus di puasakan sementara waktu. Ikan jangan terlalu banyak di berikan makan,” tuturnya. ***

Komentar