Rabu, 26 Juli 2017 - Pukul 11:40

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

inspirasi

Satu-Satunya Wasit dan Juri Pencak Silat Perempuan di Cianjur

Oleh: cr1 - Rabu 28 September 2016 | 16:00 WIB

Satu-Satunya Wasit dan Juri Pencak Silat Perempuan di Cianjur

BC/CR1

BERITACIANJUR.COM - Bagi N. Nurjanah (51) olahraga beladiri sudah menjadi bagian hidupnya sejak lama. Karena prestasi yang diraihnya, saat ini Guru Penjaskes di SDN Cipanas 4 tersebut menjadi satu-satunya perempuan yang menjadi wasit dan juri Pencak Silat di Kabupaten Cianjur.

 

Meski sempat memperdalam beladiri karate pada tahun 1995, pada tahun 1996 dirinya beralih ke pencak silat. Selama empat tahun menggeluti pencak silat, pada tahun 2000 dirinya mulai mendapat kepercayaan dan ditunjuk menjadi wasit sekaligus juri di tingkat kabupaten.

 

“Kenapa saya menjadi wasit dan juri, karena setidaknya saya bisa lebih paham teknik serta penilaiannya seperti apa,” ujar N. Nurjanah kepada “BC”, Selasa (27/9/2016).   

 

Menurutnya, kepercayaan yang diterima dirinya menjadi wasit dan juri tidak terlepas dari keberhasilan dalam membina serta melatih pencak silat  kepada murid SDN Cipanas 4. 

 

“Karena terus-terusan meraih prestasi, makanya saya ditarik ke IPSI kabupaten,” katanya.

 

Dikatakannya, waktu itu wasit dan juri pencak silat di Kabupaten Cianjur hanya berjumlah enam orang. Bahkan sampai saat ini, yang masih eksis hanya tinggal dirinya.

 

“Sudah dua kali gelaran Porda Jabar saya mendapat kesempatan untuk menjadi wasit dan juri,” katanya.

 

Selama menjadi wasit dan juri, banyak pengalaman dan ilmu yang didapatkan dirinya. Bahkan setiap ada event kejuaraan pencak silat, selalu ada ilmu baru yang bisa diserap dan disalurkan ke anak didiknya.

 

“Sangat membantu untuk pretasi anak-anak. Terkadang ada perubahan gerak dan teknik, saya kasih tahu ke anak untuk dipelajari,” tandas wanita kelahiran Cianjur 14 Oktober 1966 itu. (bis)

Komentar