Rabu, 28 Juni 2017 - Pukul 17:28

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

sosialita

Mengenal Tren Veneer Gigi

Oleh: Astri D. Andriani - Jumat 28 Agustus 2015 | 17:30 WIB

Mengenal Tren Veneer Gigi

net

BERITACIANJUR.COM – Semakin banyak orang-orang khususnya para wanita yang sadar akan keindahan bentuk gigi. Berbagai cara dilakukan agar mendapatkan gigi yang rapih dan senyum indah menawan, mulai dari memasang kawat gigi hingga melakukan bleaching. Namun prosedur tersebut seringkali memakan waktu sehingga dicarilah cara instan. Salah satu cara cepat memiliki gigi indah yang tengah digemari adalah veneer. Apa itu Veneer?

 

Menurut drg Adina Rahmayanti, SpKg, veneer adalah salah satu metode yang dilakukan dalam kedokteran gigi untuk membuat dan mengembalikan senyum indah pasien sesuai keinginannya. Bentuk fisiknya berupa lapisan kecil menyerupai bentuk gigi dan berwarna putih bersih yang menutupi permukaan gigi bagian depan. Dengan bentuk tersebut, tak heran veneer dapat membantu membuat gigi lebih putih.

 

Dilihat dari segi bahan lapisannya, veneer terbagi menjadi dua, yaitu langsung (direct) dan tidak langsung (indirect). Veneer direct terbuat dari bahan komposit, yaitu bahan-bahan yang biasa digunakan untuk menambal gigi. Sedangkan veneer indirect dibuat dari bahan yang lebih kokoh, seperti porselen atau keramik yang dibentuk di laboratorium dan melalui proses pembakaran dengan suhu tinggi.

 

Untuk melakukan veneer gigi, dokter lulusan spesialis konservatori gigi Universitas Indonesia ini menyarankan untuk melakukan konsultasi terlebih dahulu. Karena dari sanalah masalah gigi pasien dapat diketahui sehingga dokter bisa menyarankan gigi bagian mana yang bisa dilakukan veneer.

 

"Konsultasi bisa melihat kondisi gigi pasien, apakah sesuai dengan ekspektasinya. Bisa juga konsultasi soal biaya dan tahapan waktunya. Misalnya dia bilang mau di veneer 10 gigi, ternyata nggak usah sebanyak itu, cukup enam saja," jelas dokter yang akrab disapa Adin ini.

 

Veneer direct dan indirect juga bisa dibedakan dari proses pengerjaannya. Lebih lanjut ibu dua anak ini mengatakan, veneer direct bisa langsung dipasang setelah melakukan konsultasi.

 

Namun untuk veneer indirect, diperlukan kunjungan kedatangan lebih dari sekali karena harus melewati tahapan rontgen panoramik dan pencetakan gigi. Setelah itu hasil cetakan gigi dibuat sesuai instruksi dokter di laboratorium.

 

"Kalau untuk veneer indirect, kunjungan pertama biasanya konsultasi, asah gigi, dan cetak gigi. Terus minggu depannya pasien kembali lagi dan langsung bisa pasang veneer. Beda dengan veneer direct, setelah konsultasi bisa langsung kita kerjakan," lanjutnya.

 

Durasi pemasangan veneer pun juga berbeda-beda tergantung kepada kondisi gigi dan tingkat kerumitannya. Umumnya, veneer direct memakan waktu lebih dari dua jam karena dikerjakan saat itu juga, mulai dari proses pengasahan gigi dan pengukirannya. Adapun untuk veneer indirect memakan waktu antara satu hingga dua jam atau 15 hingga 20 menit untuk satu gigi.

 

"Sebenarnya veneer indirect lebih cepat ya ngerjainnya. Cuma diasah gigi, cetak gigi, trus pasien pulang. Next visit lagi sudah tinggal pasang, tapi ya frekuensinya kunjungannya lebih banyak," tambahnya.

 

Satu hal yang membedakan veneer direct dan indirect adalah dari sisi harga. Hal ini dikarenakan bahan lapisan dan proses pembuatan yang dilakukan pun juga berbeda. Veneer direct berkisar antara Rp 250 ribu hingga Rp 750 ribu untuk satu gigi. Sedangkan veneer indirect mengharuskan Anda untuk merogoh kocek lebih dalam, yaitu Rp 5 jutaan untuk satu gigi. (net)

Komentar