Senin, 22 Januari 2018 | Cianjur, Indonesia

Tak Hanya untuk Kecantikan, Ini Keuntungan Lain dari Veneer Gigi

Astri D. Andriani

Jumat, 28 Agustus 2015 - 17:30 WIB

net
net
A A A

BERITACIANJUR.COM – Veneer gigi mampu mengubah bentuk dan susunan gigi menjadi lebih rapi serta membuat senyum terlihat lebih menarik. Metode ini umumnya hanya dikenal bertujuan untuk estetika kecantikan.

Terbukti para aktris, penyanyi, model, dan orang-orang yang berasal dari dunia hiburan banyak melakukannya. Tetapi ternyata, prosedur estetika yang sudah dilakukan dari tahun 1930 ini pun juga mempunyai manfaat dari sisi kesehatan.

Seperti yang dipaparkan oleh drg. Adina Rahmayanti, SpKG, veneer gigi bisa dilakukan pada pasien yang mempunyai kondisi gigi bertumpuk antara satu dengan yang lainnya. Kondisi gigi tumpang-tindih ini sangat tidak higienis jika ditinjau dari segi kesehatan.

"Kalau giginya menumpuk atau maju mundur, kan dari sisi kesehatan kotor ya. Menyikat gigi juga jadi tidak maksimal. Kalau ada gigi yang berlubang juga susah dilihatnya," terangnya.

Dokter dua anak ini melanjutkan, dengan mengasah gigi terlebih dahulu dan memberikan lapisan veneer, dapat memperbaiki bentuk gigi dan membuatnya seolah terlihat 'normal'. Sehingga pembersihan gigi menjadi lebih mudah.

Lebih lanjut dokter yang mengambil spesialisasi konservasi gigi di Universitas Indonesia ini mengatakan, untuk kasus ringan seperti ini, veneer gigi masih mungkin untuk dilakukan.

Namun pada kondisi gigi yang terbilang cukup rumit, veneer tidak disarankan. "Kasus berat pada gigi itu biasanya kondisi gigi yang berjejal, menumpuk sekali sampai giginya miring. Atau juga gigi gingsul yang terlalu maju ke depan, itu agak susah untuk veneer karena tidak bisa diasah giginya," tambahnya lagi.

Pada kasus gigi gingsul, veneer tidak bisa dilakukan karena harus mengasah gigi terlalu banyak. Untuk itu, wanita yang akrab disapa Adin ini selalu memberikan opsi lain pada pasien, misalnya melakukan perawatan orthodonsi, seperti pemasangan bracket atau kawat gigi.

Tetapi ada pula pasien yang 'memaksa' untuk melakukan veneer, alasannya karena tuntutan pekerjaan. "Pernah ada pramugari yang datang ke saya untuk veneer. Saya sudah tawarkan pasang kawat tapi dia ternyata tidak boleh pakai kawat gigi. Jadi tetapi saya kerjakan, tapi harus melakukan perawatan gigi dulu," katanya.

Perawatan gigi tersebut dilakukan untuk mematikan syaraf gigi, sehingga tidak terlalu sakit saat proses pengasahan gigi. Namun drg. Adin mengatakan hal ini tidak bisa dilakukan sembarangan. Ia harus meminta persetujuan pasien terlebih dahulu. (net)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 8 jam yang lalu

Sampah Berserakan di Area Asamul Husna

PEDAGANG yang biasa mangkal di sekitar area Taman Asmaul Husna, Kampung Panaruban, Desa/Kecamatan Haurwangi belum sepenuhnya sadar akan pentingnya kebersihan lingkungan.

Cianjur Euy 8 jam yang lalu

Akhirnya Keluarga Otim Punya Rumah Baru

RAUT wajah Otim (47) tampak berseri seri dipenuhi kebahagian. Bagaimana tidak bahagia, Minggu (21/1) dirinya bisa bertemu langsung dengan Dedi Mulyadi, Calon Wakil Gubernur Jabar.

Cianjur Euy 8 jam yang lalu

Kepengurusan Kampung KUBA Dibentuk

PROGRAM Kampung Utama Berakhlakul Karimah (KUBA) mulai dibumikan di seluruh wilayah Kabupaten Cianjur. Mensukseskan program yang digagas Bupati Cianjur itu, kepengurusan Kampung KUBA mulai dibentuk di…

Bisnis Line 9 jam yang lalu

Gurihnya Sensasi Soto Bogor Siliwangi Bikin Nagih

SIAPA yang tak suka dengan gurihnya sajian kuah soto hangat? Selain memiliki cita rasa rempah yang kuat, irisan daging yang dipotong dadu, taburan bawang goreng, kacang kedelai, dan tomat segar terasa…

Cianjur Euy 9 jam yang lalu

Kecewa Kebijakan Pemkab, Warga Segel Eks SD Bujensa

SEBUAH spanduk penolakan terbentang di pagar tembok eks SDN Ibu Jenab 1 (Bujensa, red). Spanduk penolakan itu ditempel oleh warga yang menilai Pemkab Cianjur tidak menjalankan komitmen yang dibuat terkait…

Cianjur Euy 9 jam yang lalu

Stok Surplus, Pemkab Cianjur Tolak Impor Beras

CAPAIAN produksi padi di Kabupaten Cianjur tahun 2017 mencapai 105 persen. Capaian itu lebih tinggi dari tahun sebelumnya, yang hanya mencapai 100,88 persen.

Cianjur Euy 9 jam yang lalu

Mayat Pria Tanpa Identias Ditemukan Mengambang

MAYAT pria tanpa identitas ditemukan mengambang di genangan air Blok Sungai Citarum, Kampung Cinangsi RT 02/10, Desa Kertamukti, Kecamatan Haurwangi, Minggu (21/1/2018) sekitar pukul 13.00 WIB.

Aktualita 19/01/2018 13:13 WIB

Pemkab Cianjur Tolak Kebijakan Impor Beras

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur menolak kebijakan impor beras yang dilakukan oleh pemerintah pusat. Hal itu diungkapkan, Wakil Cianjur, Herman Suherman, saat menghadiri acara panen raya padi di…

Aktualita 19/01/2018 08:00 WIB

Terbongkar, RSUD Masih Berkilah

PENYEBAB amburadulnya pengelolaan limbah medis bahan berbahaya dan beracun (B3) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur, sudah terbongkar. Namun pejabat rumah sakit plat merah tersebut masih…

Aktualita 19/01/2018 07:55 WIB

Komisi III Sidak, Pejabat RSUD Tak Ada di Tempat

KOMISI III DPRD Cianjur melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke RSUD Sayang Cianjur, Kamis (18/1/2018) siang.