Rabu, 28 Juni 2017 - Pukul 17:31

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

sosialita

Tak Hanya untuk Kecantikan, Ini Keuntungan Lain dari Veneer Gigi

Oleh: Astri D. Andriani - Jumat 28 Agustus 2015 | 17:30 WIB

Tak Hanya untuk Kecantikan, Ini Keuntungan Lain dari Veneer Gigi

net

BERITACIANJUR.COM – Veneer gigi mampu mengubah bentuk dan susunan gigi menjadi lebih rapi serta membuat senyum terlihat lebih menarik. Metode ini umumnya hanya dikenal bertujuan untuk estetika kecantikan.

 

Terbukti para aktris, penyanyi, model, dan orang-orang yang berasal dari dunia hiburan banyak melakukannya. Tetapi ternyata, prosedur estetika yang sudah dilakukan dari tahun 1930 ini pun juga mempunyai manfaat dari sisi kesehatan.

 

Seperti yang dipaparkan oleh drg. Adina Rahmayanti, SpKG, veneer gigi bisa dilakukan pada pasien yang mempunyai kondisi gigi bertumpuk antara satu dengan yang lainnya. Kondisi gigi tumpang-tindih ini sangat tidak higienis jika ditinjau dari segi kesehatan.

 

"Kalau giginya menumpuk atau maju mundur, kan dari sisi kesehatan kotor ya. Menyikat gigi juga jadi tidak maksimal. Kalau ada gigi yang berlubang juga susah dilihatnya," terangnya.

 

Dokter dua anak ini melanjutkan, dengan mengasah gigi terlebih dahulu dan memberikan lapisan veneer, dapat memperbaiki bentuk gigi dan membuatnya seolah terlihat 'normal'. Sehingga pembersihan gigi menjadi lebih mudah.

 

Lebih lanjut dokter yang mengambil spesialisasi konservasi gigi di Universitas Indonesia ini mengatakan, untuk kasus ringan seperti ini, veneer gigi masih mungkin untuk dilakukan.

 

Namun pada kondisi gigi yang terbilang cukup rumit, veneer tidak disarankan. "Kasus berat pada gigi itu biasanya kondisi gigi yang berjejal, menumpuk sekali sampai giginya miring. Atau juga gigi gingsul yang terlalu maju ke depan, itu agak susah untuk veneer karena tidak bisa diasah giginya," tambahnya lagi.

 

Pada kasus gigi gingsul, veneer tidak bisa dilakukan karena harus mengasah gigi terlalu banyak. Untuk itu, wanita yang akrab disapa Adin ini selalu memberikan opsi lain pada pasien, misalnya melakukan perawatan orthodonsi, seperti pemasangan bracket atau kawat gigi.

 

Tetapi ada pula pasien yang 'memaksa' untuk melakukan veneer, alasannya karena tuntutan pekerjaan. "Pernah ada pramugari yang datang ke saya untuk veneer. Saya sudah tawarkan pasang kawat tapi dia ternyata tidak boleh pakai kawat gigi. Jadi tetapi saya kerjakan, tapi harus melakukan perawatan gigi dulu," katanya.

 

Perawatan gigi tersebut dilakukan untuk mematikan syaraf gigi, sehingga tidak terlalu sakit saat proses pengasahan gigi. Namun drg. Adin mengatakan hal ini tidak bisa dilakukan sembarangan. Ia harus meminta persetujuan pasien terlebih dahulu. (net)

Komentar