Rabu, 26 Juli 2017 - Pukul 11:43

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

inspirasi

Ajarkan Seni dan Budaya dengan Hati Ikhlas

Oleh: Zenal Mustari - Senin 03 Oktober 2016 | 13:00 WIB

Ajarkan Seni dan Budaya dengan Hati Ikhlas

BC/Zenal Mustari

BERITACIANJUR.COM - Menjadi pengajar seni bukanlah persoalan mudah, hal itu juga yang dialami oleh Samsul Rizal, seorang guru Bahasa Sunda dan seni di Sekolah Dasar (SD) Negeri Campaka 1, Kecamatan Campaka.

 

Samsul Rizal mengungkapkan, untuk dapat menyampaikan pelajaran seni kepada para anak didiknya, membutuhkan kesabaran dan ketekunan. "Harus ekstra sabar dan tekun dalam menyampaikan materi seni dan budaya kepada para siswa," ungkap Rizal, kepada "BC", kemarin (2/10/2016).

 

Samsul menyebutkan, mengajarkan seni dan budaya Sunda harus sepenuh hati dan rasa cinta sebagai perwujudan dari tanggung jawab moral seorang pengajar. Baginya, mengajarkan bahasa dan kebudayaan Sunda kepada anak-anak didiknya itu dijadikan tantangan yang sangat menarik.

 

"Jelasnya, Jika Iklas mengajarkan cara memainkan alat musik itu indah, yang asalkan dimulai dari rasa tanggungjawab atas profesi dan hasilnya melalui pekerjaannya ini saya ingin dan akan terus mencoba membuka wawasan anak-anak didik tentang kekayaan khazanah budaya Indonesia, seperti budaya, bahasa, dan kesenian Sunda," ujarnya.

 

Kecintaan bapak dari dua orang anak itu terhadap seni dan bahasa Sunda sudah melekat sejak kecil. Sejak lahir hingga menyelesaikan sekolah pendidikan guru, ia berada di lingkungan budaya yang sehari-hari menggunakan bahasa Sunda.

 

Keistimewaan suaranya juga pandai memainkan beberapa alat musiknya di manfaatkan dia untuk menyentuh lagu-lagu berbahasa Sunda. Sehingga tidaklah heran jika kepala sekolah mempercayainya untuk mengajarkan seni Sunda pada anak-anak didiknya.

 

"Berbekal suara, kelancaran berbahasa, dan keluwesan dalam bergaul, juga sering diundang dalam berbagai acara resmi kedinasan yang baik di lingkungan Dinas Pendidikan Cianjur maupun provinsi," kata Samsul. (gap)

Komentar