Jumat, 26 Mei 2017 - Pukul 03:09

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

makan enak

"Tauco Cookies", Makanan Khas Cianjur

Oleh: K-1 - Rabu 05 Oktober 2016 | 14:00 WIB

BC/K-1

BERITACIANJUR.COM - Mungkin, tauco cookies belum begitu familiar. Namun, sebagai orang Cianjur, pastinya sudah banyak yang mengenal tauco.

 

Makanan khas Cianjur ini meski tak sering disantap setiap minggunya bahkan dalam keseharian, namun kerap dijadikan sebagai oleh-oleh bagi saudara ataupun wisatawan yang tengah berkunjung ke Kota Cianjur.

 

Sebagaimana diketahui, bahwa tauco dikonsumsi sebagai pelengkap lauk pauk ataupun dijadikan sambal dan dihidangkan saat berada di meja makan. Tapi, di tangan Yeti Hernawati, salah seorang perajin kue kering asli Cianjur ini, tauco yang memiliki rasa asin dan kesat itu berhasil dirubah menjadi sesuatu yang lain, yaitu menjadi kue kering dengan rasa yang khas dan crunci sehingga disukai semua kalangan. Namanya "tauco cookies".

 

Yeti menuturkan, bahwa ide pembuatan tauco cookies ini berawal dari kepeduliannyan terhadap makanan khas Cianjur. Dirinya ingin memajukan kuliner khas Cianjur, yaitu tauco karena penganan yang satu ini hanya sedikit orang yang menyukainya, dan biasanya hanya dijadikan sebagai bumbu pelengkap masakan saja, itu pun sangat jarang.

 

Yeti yang biasanya membuat kue kering ini, sebelumnya memilki ide untuk membuat tauco cookies saat ia mengikuti seminar bertemakan Menggali Potensi Daerah. Dirinya berpikir, di beberapa daerah lain memiliki makanan khas dengan cara dikombinasikan dengan makanan yang sangat diminati oleh semua kalangan masyarakat.

 

"Dari situ, saya timbul ide, kenapa tidak membuat kue tauco cookies yang berbahan dasar khas Cianjur, yaitu tauco. Masa di daerah lain bisa membuat kue kering berbahan jengkol yang Kita tahu, itu bau tapi bisa dibuat kue kering. Kenapa tidak, saya buat dari tauco," tururnya.

 

Di awal percobaan, lanjut Yeti, tauco cookies terasa asin. Selama proses ekperimen berbagai upaya dilakukan untuk mendapatkan hasil yang pas. Berikutnya, ia tambahkan gula lebih banyak dan menghasilkan kue kering dengan warna kehitam-hitaman (gosong).

 

"Karena saya hobinya bikin kue, jadi coba-coba dibuatkan untuk dicampurkan ke dalam kue. Sampai tiga kali gagal. Kesulitannya, yaitu ketika memadukan rasa menjadi kurang begitu enak dan juga penambahan gula akan menjadi gosong. Hingga ketiga kalinya, baru tauco cookies berhasil," ungkapnya.

 

Biasanya dalam proses pembuatan tauco cookies, mulai mengolah adonan, mencetak, membakar hingga mengemas, ia dibantu empat orang karyawannya dan bisa menghasilkan sebanyak 50 toples. Namun di bulan Ramadhan, jumlah karyawannya ditambah lagi menjadi sembilan orang. Ini dikarenakan jumlah permintaan juga bertambah dan bisa memproduksi hingga 100 toples dalam sehari.

 

"Tauco cookies ini bisa bertahan hingga enam bulan. Ini menurut hasil uji coba yang dilakukan oleh mahasiswa Unpad (Universitas Padjadjaran) Bandung. Tapi saya batasi hingga tiga bulan saja, karena dikemas memakai bahan dari mika," terangnya.

 

Untuk omzetnya sendiri, dirinya memaparkan, bahwa rata-rata dalam sebulan menghasilkan 1.000 toples dengan harga reseler Rp23 ribu per toples. Namun, untuk harga distributor dijual dengan harga Rp20 ribu. Adapun, wilayah pemasaran tauco cookies ini tak hanya dalam Kota Cianjur saja. Namun, sudah menyebar ke beberapa kota lainnya bahkan hingga luar pulau.

 

"Pemasarannya untuk luar kota, ada Bandung, Sukabumi, Bogor, Jakarta, dan juga luar pulau, yaitu Jawa Tengah, Bali, dan Palembang. Tak sedikit juga banyak teman-teman saya membawa makanan khas baru dari Cianjur ini ke luar negeri untuk dijadikan oleh-oleh, seperti ke Thailand dan Timur Tengah," tutupnya. (rus)

Komentar