Rabu, 26 Juli 2017 - Pukul 11:49

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

inspirasi

Menulis Lepas Tanpa Batas

Oleh: cr3 - Rabu 05 Oktober 2016 | 17:00 WIB

Menulis Lepas Tanpa Batas

BC/CR3

BERITACIANJUR.COM - Aisyah Nurlaela, wanita kelahiran Cianjur 5 Juli 1977 adalah sosok guru bahasa Indonesia, editor website, staf standar proses kurikullum, pembina ekstrakurikuler literasi dan wali kelas yang mampu mengembangkan kepiawaiannya menulis ke dalam sebuah karya.

 

Karena menulis adalah jalan dakwah. Sebagai sarana menuangkan ide dan gagasan ke dalam sebuah karya tulis yang bermanfaat bagi banyak orang. Pengembangan bidang tersebut ia sudah lakoni sejak masih duduk di bangku sekolah. Menginjak Sekolah Menengah Pertama (SMP), ia membuat cerita anak yang sederhana dan dimuat di majalah dinding sekolah.

 

Hal tersebut ia terus tekuni dan Aisyah berhasil meraih prestasi dalam lomba cerdas cermat Bahasa Indonesia tingkat Kabupaten Garut. Tidak cukup sampai disitu, hingga SMA, kemudian kuliah, ia terus menulis baik itu ke dalam bentuk cerita serta ilmiah.

 

"Mencurahkan ide dan gagasan bisa dengan menulis, sebagai jalan dakwah yang tidak hanya di podium saja. Dengan menulis tanpa harus tampil di depan juga bisa tanpa dibatasi apakah karya kita berbentuk sastra atau pun ilmiah," ungkapnya.

 

Intinya bahwa, tulisan yang dibuat merupakan bentuk syukur atas kebesaran Allah. Karya tulisan bisa dibuat melalui inspirasi sehari-hari. Bisa saja, apa yang ditulis kelak bisa menjadi sebuah cerita yang bermanfaat.

 

Adapun berbicara tentang harapannya, Aisyah ingin membahagiakan keluarga, dapat menyalurkan ilmu kepada anak-anak sebagai syiar. Ia pun bersyukur hobinya tersebut bisa tersalurkan dengan dipercaya sebagai editor.

 

"Terpenting bisa menyalurkan, membimbing anak-anak dengan mengajar. Alhamdullilah, sekolah memfasilitasi dan saya diamanati sebagai editor tulisan di website sekolah," tutupnya. 

 

Komentar