Selasa, 24 Oktober 2017 - Pukul 00:10

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

Ogah Direlokasi, Warga Bertahan di Zona Merah Bencana

Oleh: Asri Fatimah - Sabtu 29 Agustus 2015 | 19:16 WIB

Ogah Direlokasi, Warga Bertahan di Zona Merah Bencana

ilustrasi/net

BERITACIANJUR.COM, CIPANAS. – Sejumlah warga di Kampung Puncak Desa Ciloto Kecamatan Cipanas memilih tak mau pindah rumah. Padahal menempati di lokasi yang rawan longsor bahkan setiap tahunnya terjadi pergeseran tanah.

 

“ Ada beberapa titik rawan longsor di Desa Ciloto ini, namun yang paling parah adalah yang berada di RT 06 dan RT03 Kampung Puncak. Berdasarkan   penelitian dari BMKG longsor di wilayah tersebut merupakan siklus tahunan,” Kata Sekretaris Desa Ciloto, Asep Yana.

 

Kendati demikian,  tak lantas warga yang tinggal di kawasan Zona merah mau di relokasi ketempat yang lebih aman. Padahal setahun yang lalu kajian Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika ( BMKG), wilayah tersebut sudah tak layak ditempati. Soalnya  membahayakan dan sewaktu waktu bisa ada longsor susulan.

 

Dikatakan dia, ada berbagai faktor yang menjadi alasan warga bertahan. Sebagai contoh, aspek sosial, budaya dan ekonomi karena itu justru mereka rela tinggal di tempat yang berbahaya.

 

Bahkan, pemerintah kabupaten (pemkab) sudah berupaya untuk menawarkan relokasi ke wilayah. Cikalongkulon. Namun mereka menolak dengan berbagai alasan. “ Pemkab sudah berupaya seperti  memberikan uang  sebesar 15.000.000 kepada 31 kepala keluarga (KK)  yang mau pindah.  Namun 17 KK diantaranya kembali ketempat tersebut” ungkapnya. (ft)

Komentar