Senin, 19 Februari 2018 | Cianjur, Indonesia

Tarif Suara di Cianjur Rp 50 Ribu per Kepala

Putra Lugina Sukma

Sabtu, 29 Agustus 2015 - 10:26 WIB

net
net
A A A

BERITACIANJUR.COM, CIANJUR. – Hampir setiap kali pemilu digelar, transaksi jual beli suara selalu saja terjadi. Mirisnya, untuk memuluskan upaya busuknya itu, para pelaku sengaja menggaet oknum penyelenggara di tingkat TPS (Tempat Pemungutan Suara).

Hasilnya, para pelaku transaksi jual beli suara alias makelar bukan hanya sebatas sukses meraih target yang dipesan calon. Selain itu, meski ada bukti dan saksi, mereka juga mampu lolos dari jerat hukum atas kecurangan yang telah dilakukannya.

Lantas bagaimana saat menghadapi Pilkada Serentak 2015 yang akan dihelat 9 Desember mendatang? Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, para makelar suara bukannya jera. Sebaliknya, mereka malah jauh lebih gila. Dengan dalih harga kebutuhan juga mengalami kenaikan, sekarang mereka sengaja memasang tarif jauh lebih mahal dari sebelumnya, Rp 50 ribu per suara.

Diakui salah seorang makelar suara berinisial SS, kasus jual beli suara telah terjadi sejak pilkada langsung 2006 lalu. Transaksi terjadi berawal dari inisiatif calonmaupun tim sukses calon mengumpulkan tokoh masyarakat yang dipercayai warga untuk mengumpulkan dukungan sebanyak-banyaknya.

Dari situ, calon atau tim sukses calon dan makelar terlibat adu harga,  hingga akhirnya dicapai titik temu di angka Rp 10 ribu per suara. Sebagai bukti awal dukungan, makelar diminta mengumpulkan foto copy KTP pemilih yang berhasil dimobilisasinya sebagai patokan untuk menghitung jumlah dukungan pemilih riil.

Saat memasuki pemilu berikutnya, tarif jual beli suara kembali mengalami kenaikan. Lagi-lagi, soal adanya kenaikan kebutuhan hidup menjadi alasan para makelar untuk menaikan tarif per suaranya. Kenaikan cukup mencolok terjadi saat berlangsung Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pilpres 014 lalu. Kata SS, tarif yang semula hanya 10 ribu rupiah naik menjadi 25 ribu rupiah per suara.

Diakui SS, menghadapi pilkada tahun ini, pihaknya telah mematok harga sebesar Rp 50 ribu persuara. Nilai uang sebenar itu, lanjutnya, masih relatif murah dan kecil jika dibandingkan dengan risiko yang harus ditanggung saat tertangkap basah oleh petugas.

“Sebetulnya masyarakatnya sendiri yang membuat transaksi jual beli suara ini terus berkembang. Sebab di bawah, masih banyak pemikiran, ada uang baru kami pilih,” ujarnya saat ditemui dirumahnya, kemarin.

Akibatnya, tak sedikit calon yang kemudian lebih memilih mempersiapkan uang ketimbang program kerja kedepan. “Kalau banyak pejabat kerjanya tidak bener, yang salah rakyatnya sendiri. Kenapa mereka lebih memilih uang ketimbang melihat program dan bibit bobot si calon,” paparnya.

Sementara Ketua Bawaslu Jabar Harminus Koto mengungkapkan, kasus jual beli suara memang sudah lama didengar. Namun, tidak pernah ada yang tertangkap tangan ketika melakukannya.

“Kita kan tidak bisa asal tangkap saja, kita pun perlu bukti yang benar-benar valid,” tandasnya. ***

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 56 menit yang lalu

Kornas Jokowi Jabar Segera Lapor ke Kantor Staf Presiden

KORNAS Jokowi Jawa Barat, Isman Muslim mengancam akan melaporkan masalah pencatutan nama Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, yang diduga dilakukan pejabat di lingkungan Pemkab Cianjur, ke Kantor…

Aktualita 1 jam yang lalu

Cianjur Kabupaten Tanpa Aturan?

SELAMA beberapa pekan terakhir ini, masyarakat Cianjur disuguhkan kabar seputar tindak tanduk pejabat pemerintah Kabupaten Cianjur yang begitu ‘hebat’, hingga membuat berdecak ‘kagum’.

Cianjur Euy 8 jam yang lalu

Rd Siti Jenab Diusulkan Jadi Pahlawan Nasionla

Pakar sejarah Jawa Barat Profesor Nina Herlina Lubis bersama Lutfi Yondri dari Dewan Cagar Budaya Jabar, mengusulkan nama Rd Siti Jenab menjadi pahlawan nasional ke Pemkab Cianjur.

Cianjur Euy 8 jam yang lalu

Kapolda Jabar Resmikan Pembangunan Rumah Layak Huni di Cianjur

KAPOLDA Jawa Barat Irjen Pol Agung Budi Maryoto melakukan kunjungan ke wilayah hukum Polres Cianjur, Sabtu (17/2/2018).

Cianjur Euy 8 jam yang lalu

Korem 061/SK Tanami Pohon Diwilayah Terdampak Longsor

Komando Resort Militer (Korem) 061 Suryakancana menanam bibit pohon akar wangi dan manii di wilayah yang terdampak bencana longsor di kawasan Puncak, Bogor. Pemilihan kedua bibit pohon itu, karena dianggap…

Cianjur Euy 8 jam yang lalu

Waspadai Hoax Jelang Pilkada Serentak

KEPOLISIAN Daerah (Polda) Jawa Barat memaksimalkan patroli di dunia maya untuk menangkal munculnya pemberitaan bohong (Hoax, red) menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang…

Aktualita 15/02/2018 08:00 WIB

Masyarakat Ancam Laporkan Bupati ke Presiden

JELAS-jelas belum dilengkapi izin, namun pembangunan kantor baru Pemkab Cianjur di Kecamatan Campaka malah dianggap sebagai terobosan Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar, yang bertujuan untuk meningkatkan…

Aktualita 15/02/2018 07:55 WIB

Buruh Tani Cianjur Sambut Baik Lengsernya Iwan Cahmawan

Balai Pengembangan Benih Padi (BPBP) Cihea memasuki babak baru di tahun 2018 ini. Iwan Cahmawan yang selama 4 tahun lebih memimpin pengelolaan balai, akhirnya lengser dari jabatannya sebagai Kepala BPBP.

Ragam 15/02/2018 01:59 WIB

Baladewa Entertaiment Fokus Kembangkan Budaya Sunda

Perkembangan seni dan budaya asing, kini sudah tidak terbendung lagi. Kesenian dan budaya khas daerah, semakin jarang diminati. Berangkat dari fakta yang ada, beberapa paguyuban kesenian daerah semakin…

Cianjur Euy 14/02/2018 21:35 WIB

Pemkab Cianjur Dorong Pembangunan Jalur Puncak II

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Cianjur kembali mendorong pelaksanaan pembangunan Jalur Puncak II, mengingat kondisi jalur puncak I yang rawan longsor dan dinilai tidak cukup menampung volume kendaraan…