Selasa, 24 April 2018 | Cianjur, Indonesia

Tarif Suara di Cianjur Rp 50 Ribu per Kepala

Putra Lugina Sukma

Sabtu, 29 Agustus 2015 - 10:26 WIB

net
net
A A A

BERITACIANJUR.COM, CIANJUR. – Hampir setiap kali pemilu digelar, transaksi jual beli suara selalu saja terjadi. Mirisnya, untuk memuluskan upaya busuknya itu, para pelaku sengaja menggaet oknum penyelenggara di tingkat TPS (Tempat Pemungutan Suara).

Hasilnya, para pelaku transaksi jual beli suara alias makelar bukan hanya sebatas sukses meraih target yang dipesan calon. Selain itu, meski ada bukti dan saksi, mereka juga mampu lolos dari jerat hukum atas kecurangan yang telah dilakukannya.

Lantas bagaimana saat menghadapi Pilkada Serentak 2015 yang akan dihelat 9 Desember mendatang? Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, para makelar suara bukannya jera. Sebaliknya, mereka malah jauh lebih gila. Dengan dalih harga kebutuhan juga mengalami kenaikan, sekarang mereka sengaja memasang tarif jauh lebih mahal dari sebelumnya, Rp 50 ribu per suara.

Diakui salah seorang makelar suara berinisial SS, kasus jual beli suara telah terjadi sejak pilkada langsung 2006 lalu. Transaksi terjadi berawal dari inisiatif calonmaupun tim sukses calon mengumpulkan tokoh masyarakat yang dipercayai warga untuk mengumpulkan dukungan sebanyak-banyaknya.

Dari situ, calon atau tim sukses calon dan makelar terlibat adu harga,  hingga akhirnya dicapai titik temu di angka Rp 10 ribu per suara. Sebagai bukti awal dukungan, makelar diminta mengumpulkan foto copy KTP pemilih yang berhasil dimobilisasinya sebagai patokan untuk menghitung jumlah dukungan pemilih riil.

Saat memasuki pemilu berikutnya, tarif jual beli suara kembali mengalami kenaikan. Lagi-lagi, soal adanya kenaikan kebutuhan hidup menjadi alasan para makelar untuk menaikan tarif per suaranya. Kenaikan cukup mencolok terjadi saat berlangsung Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pilpres 014 lalu. Kata SS, tarif yang semula hanya 10 ribu rupiah naik menjadi 25 ribu rupiah per suara.

Diakui SS, menghadapi pilkada tahun ini, pihaknya telah mematok harga sebesar Rp 50 ribu persuara. Nilai uang sebenar itu, lanjutnya, masih relatif murah dan kecil jika dibandingkan dengan risiko yang harus ditanggung saat tertangkap basah oleh petugas.

“Sebetulnya masyarakatnya sendiri yang membuat transaksi jual beli suara ini terus berkembang. Sebab di bawah, masih banyak pemikiran, ada uang baru kami pilih,” ujarnya saat ditemui dirumahnya, kemarin.

Akibatnya, tak sedikit calon yang kemudian lebih memilih mempersiapkan uang ketimbang program kerja kedepan. “Kalau banyak pejabat kerjanya tidak bener, yang salah rakyatnya sendiri. Kenapa mereka lebih memilih uang ketimbang melihat program dan bibit bobot si calon,” paparnya.

Sementara Ketua Bawaslu Jabar Harminus Koto mengungkapkan, kasus jual beli suara memang sudah lama didengar. Namun, tidak pernah ada yang tertangkap tangan ketika melakukannya.

“Kita kan tidak bisa asal tangkap saja, kita pun perlu bukti yang benar-benar valid,” tandasnya. ***

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 17 menit yang lalu

Siswa SMK Berikan Sarung Cinta Untuk Mak Icih

RAUT sumringah terlihat dari wajah Mak Icih, saat puluhan siswa dari salah satu SMK kesehatan swasta di Sukabumi mendatangi kediamannya di Kampung Cikaret, Gang Al Falah, Desa Sukamaju, Kecamatan Cianjur.

Cianjur Euy 18 menit yang lalu

IPM Kabupaten Cianjur Jeblok, Paling Bontot di Jawa Barat

INDEKS Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Cianjur, masih relatif jeblok. Posisinya pada 2017 berada paling bontot dari 27 kota/kabupaten di Jawa Barat. Hal itu, diungkapkan anggota DPRD Kabupaten Cianjur,…

Cianjur Euy 19 menit yang lalu

Perpres TKA Berdampak Plus Minus Bagi Daerah

PENERAPAN Peraturan Presiden Nomor 20/2018 tentang penggunaan tenaga kerja asing (TKA) memiliki dampak positif dan negatif bagi dunia kerja di daerah. Sebab, hingga kini masih banyak calon tenaga kerja…

Aktualita 13 jam yang lalu

Masyarakatnya Masih Miskin Malah Bangun Gedung

TAK hanya melabrak aturan, Megaproyek Campaka dinilai sejumlah kalangan dibangun di saat kondisi kemiskinan di Cianjur cukup memprihatinkan.

Aktualita 13 jam yang lalu

Dirut RSUD Klaim Tak Ada Masalah

DIREKTUR Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Cianjur, Ratu Tri Yulia mengaku sudah memenuhi panggilan penyidik Kepolisian Resor (Polres) Cianjur untuk dimintai keterangan.

Si Maung 15 jam yang lalu

Laga El Clasico Panas Sebelum Laga Dimulai

LAGA Persib kontra Persija memang baru akan dimulai Sabtu (28/4/2018) mendatang. Namun panasnya laga bertajuk “El Clasico” sudah terasa sebelum laga dimulai.

Si Maung 15 jam yang lalu

Pede, Gomez Targetkan Kemenangan di Jakarta

BUKAN imbang tapi menang. Itulah target Pelatih Persib, Roberto Carlos Mario Gomes, pada laga bertajuk “El Clasico” yang bakal digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (28/4/2018)…

Cianjur Euy 23/04/2018 18:46 WIB

Laporan Keuangan Desa di Cianjur Belum Seragam

PEMERINTAHAN Desa (Pemdes) di Kabupaten Cianjur masih belum seragam dalam sistem laporan keuangan desa. Ada yang masih menggunakan Sistem Pengelolaan Keuangan Desa (Silokades) tapi juga yang sudah menerapkan…

Cianjur Euy 23/04/2018 18:45 WIB

Satlantas Pantau Ruas Infrastruktur Jalan

SATUAN Lalulintas Polres Cianjur, mengagendakan survei pemantauan ruas-ruas infrastruktur jalan menjelang arus mudik Idul Fitri 2018. Hal itu diungkapkan Kasatlantas Polres Cianjur, AKP Rendy Setia Permana,…

Bisnis Line 23/04/2018 18:30 WIB

Baru Dibuka, 'Sabore Kitchen' Diburu Pecinta Gelato

BISNIS kuliner di Kabupaten Cianjur semakin dilirik. Banyak lokasi kafe dan restoran 'anyar' tumbuh di kota yang terkenal dengan kota tauco ini. Tak heran jika antar outlet kuliner saling adu konsep,…