Senin, 11 Desember 2017 | Cianjur, Indonesia

Tarif Suara di Cianjur Rp 50 Ribu per Kepala

Putra Lugina Sukma

Sabtu, 29 Agustus 2015 - 10:26 WIB

net
net
A A A

BERITACIANJUR.COM, CIANJUR. – Hampir setiap kali pemilu digelar, transaksi jual beli suara selalu saja terjadi. Mirisnya, untuk memuluskan upaya busuknya itu, para pelaku sengaja menggaet oknum penyelenggara di tingkat TPS (Tempat Pemungutan Suara).

Hasilnya, para pelaku transaksi jual beli suara alias makelar bukan hanya sebatas sukses meraih target yang dipesan calon. Selain itu, meski ada bukti dan saksi, mereka juga mampu lolos dari jerat hukum atas kecurangan yang telah dilakukannya.

Lantas bagaimana saat menghadapi Pilkada Serentak 2015 yang akan dihelat 9 Desember mendatang? Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, para makelar suara bukannya jera. Sebaliknya, mereka malah jauh lebih gila. Dengan dalih harga kebutuhan juga mengalami kenaikan, sekarang mereka sengaja memasang tarif jauh lebih mahal dari sebelumnya, Rp 50 ribu per suara.

Diakui salah seorang makelar suara berinisial SS, kasus jual beli suara telah terjadi sejak pilkada langsung 2006 lalu. Transaksi terjadi berawal dari inisiatif calonmaupun tim sukses calon mengumpulkan tokoh masyarakat yang dipercayai warga untuk mengumpulkan dukungan sebanyak-banyaknya.

Dari situ, calon atau tim sukses calon dan makelar terlibat adu harga,  hingga akhirnya dicapai titik temu di angka Rp 10 ribu per suara. Sebagai bukti awal dukungan, makelar diminta mengumpulkan foto copy KTP pemilih yang berhasil dimobilisasinya sebagai patokan untuk menghitung jumlah dukungan pemilih riil.

Saat memasuki pemilu berikutnya, tarif jual beli suara kembali mengalami kenaikan. Lagi-lagi, soal adanya kenaikan kebutuhan hidup menjadi alasan para makelar untuk menaikan tarif per suaranya. Kenaikan cukup mencolok terjadi saat berlangsung Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pilpres 014 lalu. Kata SS, tarif yang semula hanya 10 ribu rupiah naik menjadi 25 ribu rupiah per suara.

Diakui SS, menghadapi pilkada tahun ini, pihaknya telah mematok harga sebesar Rp 50 ribu persuara. Nilai uang sebenar itu, lanjutnya, masih relatif murah dan kecil jika dibandingkan dengan risiko yang harus ditanggung saat tertangkap basah oleh petugas.

“Sebetulnya masyarakatnya sendiri yang membuat transaksi jual beli suara ini terus berkembang. Sebab di bawah, masih banyak pemikiran, ada uang baru kami pilih,” ujarnya saat ditemui dirumahnya, kemarin.

Akibatnya, tak sedikit calon yang kemudian lebih memilih mempersiapkan uang ketimbang program kerja kedepan. “Kalau banyak pejabat kerjanya tidak bener, yang salah rakyatnya sendiri. Kenapa mereka lebih memilih uang ketimbang melihat program dan bibit bobot si calon,” paparnya.

Sementara Ketua Bawaslu Jabar Harminus Koto mengungkapkan, kasus jual beli suara memang sudah lama didengar. Namun, tidak pernah ada yang tertangkap tangan ketika melakukannya.

“Kita kan tidak bisa asal tangkap saja, kita pun perlu bukti yang benar-benar valid,” tandasnya. ***

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 9 jam yang lalu

Babinsa Dilingkungan Kodim 0608 Cianjur Ikuti Tes Urine

Puluhan Bintara Pembina Desa (Babinsa), dan ASN di lingkungan Komando Distrik Militer (Kodim) 0608 Cianjur mengikuti tes urine di Aula Makodin, Jalan Siliwangi, Senin (11/12/2017).

Aktualita 14 jam yang lalu

Usai Periksa BPBP, Mobil Irda Dicegat

USAI melakukan pemeriksaan terhadap Balai Pengembangan Benih Padi (Cihea), tiba-tiba kendaraan yang ditumpangi tim Inspektorat Daerah (Irda) Jabar dicegat aktivis buruh tani. Ada apa?

Cianjur Euy 14 jam yang lalu

Berlangsung hingga Februari 2018, Waspadai Cuaca Ekstrem

AWAS! Cuaca ekstrem berupa hujan dan angin kencang diprediksi masih akan terjadi hingga Februari 2018. Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur, Ahmad…

Cianjur Euy 14 jam yang lalu

Ini Nasib Buruh PT Ikon Garmindo

 BISA merasakan manisnya upah hasil keringat bekerja, sepertinya menjadi hal yang paling sulit bisa dirasakan ratusan buruh PT Ikon Garmindo, pabrik milik pengusaha asal Korea di Cianjur yang saat ini…

Kick Off 14 jam yang lalu

BCFL 2017, Makin Akhir Makin Panas

LUAR BIASA! Meski masih menyisakan satu laga, Bayu FC sudah memastikan diri sebagai Jawara Seri B Berita Cianjur Futsal League (BCFL) 2017. Perolehan poinnya sudah tak mungkin disalip para pesaingnya.

Bisnis Line 20 jam yang lalu

234 SC Lebarkan Sayap ke Selatan Cianjur

234 Solidarity Community (SC) yang terkenal sebagai Organisasi Massa (Ormas) terbesar di Cianjur, kini semakin fokus lebarkan sayapnya hingga ke pelosok Cianjur. Bertempat di Kecamatan Pasir Kuda, pada…

Cianjur Euy 20 jam yang lalu

Pemda Kesulitan Atasi Lonjakan Harga Elpiji Bersubsidi

PEMERINTAH Kabupaten Cianjur mengaku kesulitan mengatasi lonjakan harga elpiji bersubsidi (Gas ukuran 3 Kg) yang saat ini tengah terjadi di wilayah Cianjur.

Cianjur Euy 20 jam yang lalu

Das Citarum Segera Dibersihkan

GIAT kerjabakti membersihkan Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum dalam waktu dekat akan digelar pihak TNI, menyusul adanya intruksi dari Pangdam III Siliwangi Jawa Barat.

Cianjur Euy 20 jam yang lalu

Jelang Pemilu, Anggota Linmas Dapat Pembekalan

MENGANTISIPASI timbulnya konflik jelang pelaksanaan pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat dan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades), 25 anggota Linmas Desa Sindangjaya, Kecamatan Ciranjang mendapat pembekalan.

Cianjur Euy 22 jam yang lalu

Gudang Biji Plastik Terbakar, Kerugian Capai Puluhan Juta

SEBUAH mesin pengolahan biji plastik di sebuah pabrik di Kampung Haurwangi RT 002/013, Desa Haurwangi, Kecamatan Haurwangi terbakar, Minggu (10/12/2017) sekitar pukul 07.45 WIB. Tak ada korban jiwa dalam…