Jumat, 21 Juli 2017 - Pukul 09:27

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

inspirasi

Mengajar Penuh Dengan Kasih Sayang

Oleh: cr3 - Selasa 11 Oktober 2016 | 10:00 WIB

Mengajar Penuh Dengan Kasih Sayang

E. Nuraeni. (Foto : BC/CR3)

BERITACIANJUR.COM - E Nuraeni sudah lama berprofesi sebagai seorang guru. Profesi yang sejak kecil ia cita-citakan dan ia laksanakan hingga saat ini dengan semangat tanpa keterpaksaan. Sebagai seorang kepala sekolah dasar negeri di Cianjur, ia selalu menerapkan sikap lemah lembut kepada anak.

 

Hal tersebut ia selalu lakukan karena terinspirasi oleh beberapa sosok guru SD, SMP dan SPG nya dahulu. Dimana guru tersebut mengajar kepada muridnya penuh dengan kasih sayang dan penyampaian materi yang menarik serta sopan. 

 

"Dari dulu Ibu cita-cita jadi guru, awalnya dulu itu ibu punya idola guru, orangnya lemah lembut memberikan pelajaran dan memotivasi siswa sehingga ibu jadi tertarik jadi guru. Kemudian masuk SMP ada guru bahasa Indonesia yang sopan kepada siswa namun kita jadi segan, ada juga guru sejarah yang penyampaian materinya sangat menarik," jelasnya.

 

Sebagai seorang kepala sekolah ia selalu mengatakan kepada guru lainnya penerepan pembinaan kepada siswa hendaknya melalui pendekatan yang menyenangkan namun siswa tetap segan. 

 

Sebelum menjadi kepala sekolah, dulu ketika ia mengajar, anak-anak memeluknya dan bahkan ada yang berbagi cerita tentang keluarganya. Hingga suatu hari ketika Nuraeni sedang hamil dibawakan susu dan makanan oleh siswanya tersebut.

 

"Dari dulu saya belum pernah ke anak marah karena jadi guru bukan keterpaksaan. Alhamdulliah akhirnya bisa mendidik anak. Bahkan Kita dianggap sebagai orangtua kedua oleh mereka," pungkasnya. 

 

Komentar