Sabtu, 24 Februari 2018 | Cianjur, Indonesia

Jalan Puncak 2 Akan Dibangun di Tahun 2017

Bisri Mustofa

Rabu, 12 Oktober 2016 - 09:00 WIB

 Jalan Puncak 2 yang menghubungkan antara Desa Batulawang dengan daerah Bogor itu diharapkan kedepannya dapat mengurai kemacetan yang sering terjadi di Cipanas. (NET)
Jalan Puncak 2 yang menghubungkan antara Desa Batulawang dengan daerah Bogor itu diharapkan kedepannya dapat mengurai kemacetan yang sering terjadi di Cipanas. (NET)
A A A

BERITACIANJUR.COM - Jalan Puncak 2 yang menghubungkan antara Batulawang dengan Bogor dipastikan pada tahun 2017 akan mendapatkan penanganan. Pemkab Cianjur akan mengalokasikan anggaran untuk pembangunan jalan Puncak 2 yang diharapkan bisa mengurai kemacetan yang sering terjadi di Jalur Puncak.

“Kita akan anggarkan untuk pembangunan pada tahun 2017 nanti. Kita akan melakukan penanganan di Jalur Puncak 2,” kata Kepala Dinas Binamarga Kabupaten Cianjur, Atte Adha Kusdinan saat dihubungi pada suatu kegiatan, Selasa (11/9/2016).

Rencana pembangunan Jalan Puncak 2 kata Atte mendapat respon positif dari pemerintah pusat yang akan memberikan anggaran pembangunan. Demikian juga dari pemerintah provinsi juga telah menjanjikan akan mengalokasikan anggaran untuk pembangunan Jalan Puncak 2.

“Minggu ini saya akan ke Jakarta untuk memastikan anggaran dari pemerintah pusat. Jangan sampai kita menunggu ternyata anggaran itu tidak ada. Sehingga pembangunan yang telah direncanakan akan tertunda. Demikian juga dari provinsi, pak Gubernur sudah menjanjikan anggaran, kita akan pastikan,” kata Atte.

Dalam rencana pembangunan Jalan Puncak 2 kata Atte, tidak ada anggaran untuk pembebasan lahan. Padahal kalau melihat kondisi jalan terutama di daerah Batulawang, kondisi jalan sangat sempit. Banyak perkampungan penduduk dikiri kanan jalan.

“Pembebasan lahan belum sampai sejauh itu, rencana baru sebatas pembangunan jalan, termasuk perbaikan dipinggir-pinggir jalan yang kondisinya sudah rusak,”paparnya.

Atte mengharapkan, pembangunan Jalan Puncak 2 bisa menjadi solusi mengurai kemacetan yang terjadi di Jalur Puncak yang berdampak pada jumlah kunjungan ke Cipanas. “Kita harapkan seperti itu, kalau Puncak 2 sudah bagus, ekonomi warga sekitar juga bisa meningkat,” tegasnya.

Sementara itu Nanang Rahman (35) warga Batulawang mengaku, ramainya rencana pembangunan Jalan Puncak 2 membawa perubahan drastis atas harga tanah yang ada disekitar Jalan Puncak 2. “Banyak pendatang yang membeli tanah, sekarang sudah tidak ada lagi harga tanah dipinggir jalan yang harganya Rp 100 ribu per meter, sudah naik semua,” kata Nanang.

Selaku warga pihaknya berharap, rencana pembangunan Jalan Puncak 2 bisa mendongkrak kesejahteraan warga sekitar. “Harapan kami selaku warga, adanya pembangunan Jalan Puncak 2 ini bisa meningkatkan pendapatan kami, bukan malah menyengsarakan,” tegasnya. (bis)

 

Komentar Berita

Berita Lainnya

Aktualita 23/02/2018 08:00 WIB

Bupati Dilaporkan ke Presiden dan KPK

AROGAN dan kebijakannya menyengsarakan rakyat. Itulah alasan sejumlah aktivis melaporkan Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar (IRM) ke Presiden Joko Widodo, KPK, ICW, BPK, DPR RI dan Ombudsman, Kamis…

Aktualita 23/02/2018 07:55 WIB

Pembagian Insentif Guru Honor Diduga Jadi Ajang Kampanye

PEMBAGIAN insentif dari Bupati Cianjur, Irvan Rivano Muchtar untuk guru honorer K2 se-Kecamatan Karangtengah, terindikasi ditumpangi kepentingan politik.

Cianjur Euy 22/02/2018 20:16 WIB

Partisipasi Pemilih di Pilgub Jabar Diharapkan Meningkat

PARTISIPASI masyarakat dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat 2018 diharapkan meningkat. Karena, dengan meningkatnya pasrtisipasi pemilih dinilai akan meningkatkan kualitas pesta demokrasi…

Cianjur Euy 22/02/2018 20:15 WIB

SPRI Cianjur Tolak Kebijakan UU MD3

SERIKAT Perjuangan Rakyat Indonesia (SPRI) Kabupaten Cianjur berunjukrasa terkait penolakan revisi Undang-undang Nomo 17/2014 tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (MD3), Kamis (22/2/2018).

Cianjur Euy 22/02/2018 20:15 WIB

Demiz: Penanganan Sungai Citarum Harus Berkesinambungan

PENANGANAN Sungai Citarum harus dilakukan berkesinambungan. Penanganannya bisa dilakukan secara struktural, non-struktural, dan kultural yang membutuhkan campur tangan semua pihak.

Aktualita 22/02/2018 08:00 WIB

Hei Bupati, Mundur atau Dimundurkan?

ATURAN dilabrak, Undang-Undang dipecundangi dan hukum dikebiri. Ini hanya terjadi di Cianjur yang konon katanya lebih maju dan agamis.

Cianjur Euy 21/02/2018 22:31 WIB

Pemkab Didiorong Keluarkan Regulasi Terkait Usia Pernikahan

PERNIKAHAN usia anak dinilai akan menimbulkan risiko bagi para pasangan, mulai dari kesehatan, ekonomi dan ketahanan keluarga. Sebab itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur didorong untuk mengeluarkan…

Cianjur Euy 21/02/2018 22:30 WIB

Polres Cianjur Intensifkan Penindakan Kasus Narkoba

PEREDARAN dan penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Cianjur dinilai sangat mengkhawatirkan. Jumlah orang yang terlibat dalam kasus tersebut terus bertambah, dan telah menyentuh semua kalangan.

Bisnis Line 21/02/2018 21:45 WIB Advertorial

Mahasiswa AKPER Deklarasi Anti Narkoba

SEBAGAI salah satu bentuk keprihatinan maraknya peredaran narkoba dan salah satu upaya untuk menekan peredaran narkoba, Akademi Keperawatan (AKPER) Pemkab Cianjur mendeklarasikan anti narkoba. Deklarasi…

Aktualita 21/02/2018 08:00 WIB

Pemkab Cianjur Diduga Serobot Lahan Kritis

PERKANTORAN baru Pemkab Cianjur di Kecamatan Campaka, diduga menyerobot lahan yang diperuntukkan kegiatan program Penanganan Lahan Kritis dan Sumber Daya Air Berbasis Masyarakat (PLKSDA-BM). Benarkah?