Kamis, 20 September 2018 | Cianjur, Indonesia

Harga Gas Melon Kemahalan?

Rikky Yusup

Jumat, 14 Oktober 2016 - 11:00 WIB

Net/Ilustrasi
Net/Ilustrasi
A A A

BERITACIANJUR.COM - Carut-marut pendistribusian  gas LPG berukuran 3 kilogram di lapangan mulai terkuak. Disebut-sebut Peraturan Menteri ESMD dijadikan landasan untuk menghindar dari kesalahan yang terjadi dilapangan oleh  Hiswana Migas Cianjur.

Informasi yang dihimpun, Permen ESDM Nomor 26 Tahun 2009 Tentang Penyediaan dan Pendistribusian Liquefied Petroleum Gas (LPG) menyebutkan tentang Sistem Pendistribusian Tertutup LPG Tertentu yaitu sistem pendistribusian LPG Tertentu untuk rumah tangga dan usaha mikro yang mengggunakan LPG Tertentu yang terdaftar dengan menggunakan Kartu Kendali. Sedangkan,  Kartu Kendali merupakan tanda pengenal resmi yang diberikan kepada rumah tangga dan usaha mikro pengguna LPG Tertentu sebagai alat pengawasan dalam pendistribusian LPG Tertentu.

Rupanya dua poin tersebut dijadikan tolok ukur sehingga timbulnya disparitas harga yang mencolok untuk distribusi gas berukuran 3 kg atau lazim disebut gas melon. Harga Eceran Tertinggi (HET) dari agen ke pangkalan Rp. 14.500 per tabung dan HET dari pangkalan ke pengecer Rp.16.000 per tabung. Parahnya untuk harga ke konsumen tidak ada batasan, bahkan kini harganya mencapai Rp. 22 ribu hingga Rp. 25 per tabungnya.

Bisa dibayangkan, apa jadinya jika harga dari pengecer ke konsumen selisihnya bisa mencapai lebih dari Rp.5 ribu. Tentu ada persoalan terkait dengan distribusi yang notabene gas melon tersebut diperuntukan untuk warga miskin.

Ketua Hiswana Migas Cianjur, Suryadi menyebutkan, sejauh ini masih menggunakan sistem pendistribusian terbuka. Dengan kata lain, Permen ESDM tersebut sepenuhnya belum dijalankan di lapangan dengan Sistem Pendistribusian Tertutup. Sehingga, siapapun berpotensi untuk memperoleh gas melon tersebut dari berbagai golongan profesi dan usaha.

“Selama inikan belum ada kartu kendali yang notabene itu diusulkan oleh Pemerintah kepada Dirjen. Jadi tidak bisa diseleksi yang menerima gas tersebut apakah orang kaya atau golongan miskin, itukan bukan kewajiban kita,” kata dihubungi melalui sambungan telepon beberapa waktu lalu.

Dia mencontohkan, sesuai dengan aturan tersebut seharusnya yang berhak menerima gas melon tersebut masyarakat yang berpendapatan Rp. 1,5 juta ke bawah per bulannya dan Usaha Kecil Menengah (UKM) dengan modal usaha Rp. 50 juta. Kenyataan di lapangan ternyata semua golongan pekerjaan dan usaha bisa memperoleh gas tersebut.

“Kalaupun ada spanduk menyebutkan harganya sekian rupiah tapi tidak sesuai kenyataan itukan semacam himbauan. Mana data masyarakat miskinnya yang berhak meneriman gas ukuran 3 kg ini, kita sendiri belum menerima dari pemkabnya,” kilahnya.

Terpisah, Kabid Perdagangan Disperindag Cianjur, Judi Adi Nugroho mengaku heran dengan komentar Hiswana Migas. Lantaran sejauh ini Pemkab Cianjur sudah melaksanakan kewajibannya dengan menetapkan HET untuk agen maupun pangkalan. Sehingga tata niaga gas di lapangan merupakan kewenangan Hiswana Migas.

“Kita sendiri sudah menetapkan HET baik untuk agen maupun pangkalan sebagai acuannya. Jadi untuk tata niaga sendiri itu bukan kita yang mengaturnya,” imbuhnya.

Dia mencontohkan, pihaknya selama ini tidak mengetahui dari 30 agen gas saat ini apakah sudah menerapkan pengaturan pangkalan secara merata. Lantaran selama ini terkesan keberaan pangkalan dari masing-masing terkonsentrasi di satu wilayah.

“Kartu kendali itukan bukan jaminan karena yang pentingnya konsistensi pengaturan pangkalan oleh agen masing-masing. Kalau merata di semua wilayah itukan akan mempengaruhi harga dipasaran sehingga selisihnya tidak terlalu jauh,” imbuhnya.

Pihaknya justru mempertanyakan jika di lapangan timbul selisih harga yang cukup jauh dari pengecer. Soalnya jika pengecer meneriman pasokan gas dari pangkalan seharga Rp. 16 ribu untuk wilayah tertentu, logisnya konsumen membeli dengan kisaran Rp. 18 ribu hingga Rp. 20 ribu.

“Justru yang harus dipantau itu bagaimana pembinaan di tingkat agen atau pangkalan agar konsumen membeli dengan harga wajar,” imbuhnya.

Disinggung tentang perlu diterbitkan kartu kendali, pihaknya menilai hal semacam itu belum ada di tempat lain. Justru yang dilakukan oleh Hiswana Migas bagaimana agar harga gas yang di banderol dalam spanduk atau terpampang di kendaraan, jangan sampai slogan semata.

“Minimal saya melihat harga di tingkat pangkalan saja dulu yang benar sesuai HET Rp. 16 ribu per tabung untuk radius 60 km, bukan soal pendistribusian apakah tertutup atau terbuka,” pungkasnya. (ree)

Komentar Berita

Berita Lainnya

Cianjur Euy 12/08/2018 22:31 WIB

Polres Cianjur Siap Amankan Kirab Obor Asian GamesXVIII

KEPOLISIAN Resor (Polres) Cianjur, Jawa Barat akan bekerja maksimal (all out) dalam pelaksanaan pengamanan perjalanan kirab obor api Asian GamesXVIII yang akan melintas dan diinapkan di Pendopo Kabupaten…

Cianjur Euy 08/08/2018 08:00 WIB

Petani Penggarap di Cianjur Tagih Janji Presiden

Tim Nawacita Presiden, Ruri Jumar Saef mewakili Ketua Tim Joko Daryanto, yang juga adik Jokowi blusukan ke Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Selasa (7/8/2018).

Cianjur Euy 06/08/2018 21:11 WIB

Dua Rumah Ludes Terbakar

Dua unit rumah di Gang Mujahidin, Kelurahan Sayang, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat ludes terbakar, Senin (6/8/2018) pagi.

Cianjur Euy 06/08/2018 06:55 WIB

Rekanan Proyek Irigasi Untung Banyak

Pelaksanaan proyek rehabilitasi jaringan irigasi DI Cihea kembali mendapat sorotan tajam pemerhati pembangunan.

Cianjur Euy 05/08/2018 20:57 WIB

Untuk Memberikan Pemahaman Tentang Islam Kaafah

KABUPATEN Cianjur akan menjadi tuan rumah Jambore Nasional para dai Persaudaraan Muslimin Indonesia (PARMUSI). Sediannya jambore tersebut akan dilaksanakan bertepatan dengan ulang tahun Parmusi 26 September…

Cianjur Euy 05/08/2018 20:54 WIB

Jelang Asian GamesXVIII, Polres Cianjur Gencar Gelar Razia Ranmor

SATUAN Lalulintas (Satlantas) Polres Cianjur, Jawa Barat menggelar razia kendaraan bermotor di seputaran Pos Traffic Management Center (TMC), Sabtu (4/8/2018) malam.

Cianjur Euy 05/08/2018 20:49 WIB

Perumdam Tirta Mukti Siagakan Armada Mobil Tanki

PERUSAHAAN Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Tirta Mukti, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat telah menyediakan armada mobil tanki air bersih untuk mengantisipasi terjadinya musim kemarau yang telah melanda…

Cianjur Euy 03/08/2018 07:30 WIB

Pembangunan Desa Cikondang Dimonev

TIM monitoring dan evaluasi (Monev) Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur meninjau lokasi pelaksanaan pembangunan di Desa Cikondang.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:15 WIB

BAPELTAN Gelar Turnamen Sepak Bola Futsal

MEMERIAHKAN HUT RI ke 73, Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Cihea, Kecamatan Bojongpicung menggelar turnamen sepak bola futsal antar instansi se Kecamatan Bojongpiung.

Cianjur Euy 03/08/2018 07:00 WIB

Usaha Kulub Tutut Agus Nata Berujung Tragis

MUSIBAH tak bisa diterka kapan waktunya akan datang menimpa seseorang, karena soal yang satu itu merupakan kehendakNYA. Siapa yang mau orang mendapat musibah, tentunya jika saja diberi kemampuan mengetahui…