Jumat, 21 Juli 2017 - Pukul 09:36

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

inspirasi

Jalani, Ikuti Irama dan Aturan

Oleh: Cr1 - Rabu 19 Oktober 2016 | 10:00 WIB

Jalani, Ikuti Irama dan Aturan

BC/CR1

BERITACIANUR.COM - Menjabat sebagai seorang Sekretaris Desa bukanlah suatu tugas yang mudah, terlebih jika amanah yang diemban hingga puluhan tahun. Seperti yang dirasakan Sekretaris Desa Nyalindung, Kecamatan Cugenang, Hamdan.

 

Sejak tahun 1990, dirinya sudah menjabat sebagai seorang Sekdes yang nota bene merupakan orang kedua untuk membantu kinerja seorang kepala desa.

 

Selama kurun waktu itu, dirinya sudah mengalami tiga kali pergantian kepala desa dan dua pejabat sementara di Desa Nyalindung. Selama waktu itu pula, Hamdan belajar dan memahami karakter setiap kepala desa.

 

“Pasti ada perbedaan setiap pergantian kepala desa, apalagi masing-masing memiliki karakter,” ujarnya.

 

Karena memiliki motivasi, hingga saat ini dirinya bisa mengikuti setiap irama dan arah kebijakan yang di lakukan setiap kepala desa. “Setiap kepala desa memiliki karakter yang berbeda beda, saya punya motivasi harus bisa ikuti irama dan menyesuaikan seandainya bertabrakan pasti beda,” katanya.

 

Pria yang diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) sejak tahun 2007 tersebut mengatakan, didalam menjalani pekerjaan seorang kepala desa merupakan pimpinanannya. Meski secara struktural PNS, pimpinan dirinya adalah seorang camat.

 

“Saya terus memberikan masukan kepada kades, salah satunya harus ikuti aturan yang ada,” katanya.

 

Meski menjabat sudah cukup lama sebagai Sekdes, namun Hamdan mengaku mulai merasa jenuh dan butuh penyegaran. Alasannya, dirinya mengaku sayang meski memiliki ijazah perguruan tinggi hingga mengorbankan waktu untuk keluarga namun tidak bisa digunakan.

 

“Sampai saat ini sudah merasa jenuh, walapun punya ijazah perguruan tinggi sayang tidak bisa dimanfaatkan,” katanya.

 

Padahal menurutnya, sesuai aturan yang berlaku bagi Sekdes yang sudah diangkat menjadi PNS selama enam tahun bisa pindah ke tempat kerja yang baru. Namun yang menjadi pertanyaan dirinya, kenapa di Cianjur masih belum juga diterapkan aturan tersebut.

 

“Padahal status saya sama dengan pns yang lain, saya harap pemkab benar-benar menjalankan aturan yang ada dan melakukan penyegaran,” harapnya. (bis)

Komentar