Senin, 23 Oktober 2017 - Pukul 07:40

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

aktualita

Dugem, Anggota Dewan PDIP Digarap BNN

Oleh: Disma M. Taryum - Sabtu 29 Agustus 2015 | 14:00 WIB

Dugem, Anggota Dewan PDIP Digarap BNN

net

BERITACIANJUR.COM, JAKARTA. – Anggota DPRD Bangkalan dari PDI Perjuangan M. Husni Syakur hingga saat ini masih menjalani pemeriksaan di Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Surabaya. Ia ditangkap bersama dua rekannya sesama anggota DPRD dari Partai Gerindra di diskotik di Surabaya.

 

Menurut Kabag Humas BNN Kombes Pol Slamet Pribadi mengatakan, Husni diperiksa intensif karena dia diduga sebagai orang yang memberikan narkoba jenis ineks pada rekannya dan seorang perempuan, Siti Aminah.

 

“Dia hasil tes urinenya negatif. Tapi Siti Aminah mengaku dapat ineks itu dari Husni jadi sampai saat ini masih diperiksa khusus,” ujar Kabag Humas BNN Kombes Slamet Pribadi, Jumat (28/8).

 

Husni diringkus Selasa lalu bersama rekannya yang juga anggota DPRD Bangkalan, Fathur Rozi dan Effendi. Keduanya merupakan politisi Partai Gerindra.

 

Mereka ditangkap bersama, tiga orang lainnya yaitu mahasiswi Perbanas Ulfa Athi'ani Rofiah, serta Dian Nur hayati dan Siti Aminah dari swasta. Keenam orang tersebut ditangkap karena penyalahgunaan narkoba jenis ineks.

 

“Lima orang lainnya direhabilitasi karena pengguna. Untuk Husni kami menunggu report terbaru dari BNNP,” kata Slamet. (bbs)

Komentar