Senin, 23 Oktober 2017 - Pukul 07:38

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

edukasi

Cianjur Sungguh Mendambakan Sekolah Gratis

Oleh: Susi Susilawati - Sabtu 29 Agustus 2015 | 19:00 WIB

Cianjur Sungguh Mendambakan Sekolah Gratis

net

BERITACIANJUR.COM, CIANJUR. – Komisi IV DPRD Kabupaten Cianjur mengatakan, belum meratanya pendidikan di Kabupaten Cianjur membuat sejumlah anak usia sekolah tidak bisa mengenyam pendidikan di setiap jenjang pendidikan.

 

“Canjur harus bisa menerapkan pendidikan gratis mulai dari jenjang SD, SMP dan SMA/SMK. Tapi, jika ingin digratiskan harus ada dukungan dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD),” ucapAnggota Komisi IV Tika Latifah.

 

Lanjut Tika, dukungan tersebut harus melalui proses pengkajian antara legislatif dan eksekutif. Kesepakatan bersama yang dibuat tentunya akan mengarahkan pada anggaran operasional untuk pendidikan.

 

“Dengan catatan memang tidak mengganggu atau memberatkan APBD,” terangnya.

Untuk teknisnya itu, dikatakan Tika, operasional yang digratiskan ditunjang APBD. Diakuinya untuk mewujudkannya menjadi dilematis karena harus melalui pengkajian yang mendalam.

 

“Tapi kita itu, harus bisa mencontoh Tasikmalaya dan Purwakarta yang sudah menjalankan program tersebut. Kita harus yakin bisa mewujudkannya. Tinggal lihat sejauhmana pemerintah daerah memiliki kebijakan yang kuat untuk mewujudkannya,” tandasnya.

 

Sementara itu, Sekertaris Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur, Jum’ati mengatakan, untuk mengatasi persoalan angka putus sekolah, pihak pemerintah telah memiliki program bantuan, yakni melalui Bantuan Siswa Miskin (BSM) dan Biaya Operasioanal Sekolah (BOS). Program bantuan tersebut, dinilai dapat memudahkan masyarakat.

 

“Tapi memang, pada kenyataannya, program bantuan tersebut tidak luput dari penyalahgunaan. Semisalnya, orang tuanya yang berpura-pura tidak mampu padahal mampu, belum lagi penggunaan dana bantuan untuk keperluan lain, seperti memenuhi kebutuhan rumah tangga, bukannya untuk keperluan sekolah,” ungkapnya.

 

Karenanya, pihaknya selalu menghimbau sekolah untuk memberikan dana bantuan tersebut tepat sasaran. Agar pemerataan pendidikan dapat terwujud sekaligus menekan angka putus sekolah. ***

Komentar