Rabu, 18 Oktober 2017 - Pukul 10:48

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

sosialita

Ibu Berperan Ciptakan Anak Miliki Mental Wirausaha

Oleh: cr1 - Selasa 25 Oktober 2016 | 14:00 WIB

Ibu Berperan Ciptakan Anak Miliki Mental Wirausaha

Salah seorang Kader PKK Desa Sindanglaya, Kecamatan Cipanas memperlihatkan hasil kerajinan ibu-ibu disela-sela kegiatan penyuluhan oleh Yayasan Amanah Sumarno Halimah, Senin (24/10/2016). (Foto : BC/CR-1)

BERITACIANJUR.COM - Pemberdayaan keluarga ternyata tidak hanya berbicara ekonomi dan kesehatan saja, melainkan bagaimana mengasuh dan membimbing anak sehingga menjadi generasi yang memiliki mental wirausaha di tengah sempitnya lapangan kerja sekarang ini.

 

Sosok seorang ibu dalam keluarga, sangat berperan penting untuk menjadi model serta contoh bagi anak-anaknya agar bisa menjadi seorang wirausaha kedepannya.

 

“Target lanjutan bagaimana menciptakan anak yang memiliki mental wirausaha, dari sekarang sudah harus diajarkan seperti disiplin, tanggungjawab dan mengelola keuangan dari kecil,” ujar Ketua Yayasan Amanah Sumarno Halimah, Nenden Esty disela-sela kegiatan program pemberdayaan keluarga ibu wirausaha berbasis pengasuhan Karang Taruna Propinsi Jawa Barat yang diikuti sekitar 100 orang Kader PKK di Aula Kantor Desa Sindanglaya, Kecamatan Cipanas, Senin (24/10).

 

Tantangannya saat ini, ketika melakukan pemberdayaan banyak ibu-ibu yang tidak bekerja dan secara penuh mengurusi rumah tangga. Sehingga membuat mereka, memiliki sedikit ilmu wirausaha termasuk pengalaman ikut dalam organisasi yang tersusun rapi.

 

“Karena terus berkutat dengan masalah rumah tangga, mereka menjadi awam. Berbeda dengan ibu-ibu yang bergabung dalam PKK yang sudah belajar bagaimana berorganisasi,” katanya.

 

Padahal menurut Nenden, tanpa diketahui dan disadari mereka memiliki potensi dan mental wirausaha. Sehingga menjadi tugas pihaknya, sebagai fasilitator untuk menggugah cara berfikir dan potensi yang dimiliki ibu rumah tangga.

 

“Ini merupakan hal yang baru dan belum merekqa sadari, bahkan ibu-ibu pekerja juga belum tentu memiliki kesadaran bagaimana menyiapkan anak-anak untuk wirausaha. Karena paling penting mentalnya dulu, baru produknya berupa efek atau dampaknya,” tandasnya.

 

Lebih lanjut dikatakannya, proses pembinaan nantinya tidak hanya dilakukan sekali saja. Namun terus didampingi dari enam bulan sampai satu tahun sesuai kebutuhan, dengan melibatkan PKK yang bertugas memantau serta mengevaluasi.

 

“Kami sebagai mitra dari Karang Taruna Jawa Barat, dimana mereka mempunyai program pemberdayaan dalam rangka penguatan ekonomi keluarga,” ungkapnya.

 

Sementara itu Ketua Karang Taruna Nagasari, Desa Sindanglaya, Deden Permana mengatakan, melalui kegiatan pelatihan tersebut bisa meningkatkan taraf ekonomi masyarakat dengan lebih mendorong peran ibu-ibu dalam keluarga.

 

“Ini yang kedua kali dilaksanakan, setelah sebelumnya baru pengenalan saja. Rencana pelatihan dilakukan sampai lima kali,” katanya.

 

Deden berharap, seluruh ibu-ibu kader PKK yang mengikuti pelatihan nantinya bisa membentuk Usaha Ekonomi Produktif (UEP) dan menjadi binaan Karang Taruna. (bis)

Komentar