Rabu, 18 Oktober 2017 - Pukul 01:30

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

inspirasi

Menjadi Kades Harus Siap Menjadi Babunya Rakyat

Oleh: cr1 - Kamis 27 Oktober 2016 | 15:30 WIB

Menjadi Kades Harus Siap Menjadi Babunya Rakyat

Kepala Desa Cirumput, Beni Irawan.

BERITACIANJUR.COM - Berawal dari keprihatinan dan peduli terhadap lingkungan, menjadi alasan utama Beni Irawan maju dalam pencalonan dan terpilih sebagai Kepala Desa Cirumput, Kecamatan Cugenang.

 

Periode pertama kepemimpinannya antara tahun 2007-2013, dirinya fokus membenahi permasalahan yang ada di desa dari mulai Sumber Daya Manusia (SDM) perangkat pemerintahan hingga infrastruktur.

 

Karena masih mendapat kepercayaan oleh masyarakat, dirinya secara aklamasi terpilih kembali untuk memimpin periode kedua hingga tahun 2019 mendatang.

 

“Jujur yang dulu mendorong saya ikut mencalonkan kades, karena merasa peduli terhadap lingkungan. Begitu saya menjabat kades pada tahun 2007, melihat kondisi yang ada kenapa seperti ini,” ujarnya kepada “BC”, Rabu (26/10/2016).

 

Bahkan yang lebih mengkhawatirkan, banyak warga yang ribut gara-gara berebut air bersih. Apalagi untuk menyalurkan air ke rumah warga hanya menggunakan selang. Melihat kondisi ini, dirinya termotivasi untuk membenahi dan akhirnya sudah tidak ada lagi jaringan selang yang semrawut seperti Gurita.

 

“Banyak yang tidak tahu, kalau dana pemda yang masuk untuk membenahi saluran air hampir Rp. 1 miliar yang pipanya ditanam di bawah jalan yang di cor,” katanya.

 

Menurutnya, ketika di tahun 2013 ternyata masyarakat masih menginginkan dirinya menjabat sebagai kades sehingga tidak ada pemilihan karena terpilih secara aklamasi.

 

“Ini tantangan berat bagi saya, karena masyarakat masih mempercayai saya untuk menduduki jabatan ini. Makanya saya malu kalau amanah ini untuk main-main,” katanya.

 

Ditegaskannya, menjabat sebagai seorang kades bagi dirinya diibaratkan seperti babunya rakyat yang setiap kapan saja dibutuhkan siap melayani.

 

“Mungkin bahasanya terdengar agak kasar, tapi saya mengartikannya seperti itu. Jadi jangan mau kalau kades dilayani oleh masyarakat, justru kita yang harus melayani mereka,” tandasnya. (bis)

Komentar