Senin, 29 Mei 2017 - Pukul 14:39

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

entertainment

Garap Album Tembang Indonesia Kenangan Vol 1 Berjudul Chandra Buana

Oleh: cr1 - Selasa 08 Nopember 2016 | 14:00 WIB

Garap Album Tembang Indonesia Kenangan Vol 1 Berjudul Chandra Buana

BC/CR-1

BERITACIANJUR.COM - Perkembangan dunia musik di Indonesia terus menunjukkan trend yang positif, banyaknya bermunculan grup band baru dengan berbagai genre membuat persaingan di industri rekaman terasa kian hidup.

 

Namun dari semua genre musik, ada yang masih tetap bertahan dan terus mendapat tempat di hati pecinta musik di Indonesia. Yakni, lagu-lagu kenangan yang dibawakan para penyanyi di era tahun 70-an.  

 

Bahkan para penyanyi di era sekarang, juga terus membawakan ulang lagu-lagu tersebut dengan irama musik yang berbeda. Masih tingginya animo masyarakat mendengarkan lagu kenangan, menjadi alasan Rd. Gunawan Sumadikara untuk membuat album Tembang Indonesia Kenangan (TIK) Volume 1 berjudul Chandra Buana.

 

Pria kelahiran Garut yang juga Ketua Tembang Indonesia Kenangan (TIK) Koordinator Wilayah 1 Jawa Barat tersebut mengatakan, alasan dirinya membuat album TIK selain sebagai bentuk kecintaannya terhadap lagu-lagu tempo dulu juga untuk membangkitkan lagi memori para pecinta musik ditengah perkembangan zaman saat  ini.

 

“Bicara lagu-lagu kenangan, memang tidak seperti ada matinya. Bahkan bisa dibilang, tidak tergerus oleh zaman karena semakin lama semakin enak didengarkan. Meski pecinta lagunya rata-rata bisa dikatakan dari orang dewasa hingga yang lanjut usia,” ujarnya kepada Harian Berita Cianjur saat ditemui di kediamannya di Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Minggu (6/11/2016).


 
Album TIK Vol 1 berjudul Chandra Buana ini, merupakan album kedua dirinya setelah sebelumnya meluncurkan album bernuansa Pop Sunda dengan judul Paturay. Terdapat tujuh lagu kenangan yang dibawakan ulang oleh dirinya.


 
Dari tujuh lagu tersebut, empat diantaranya sudah selesai menjalani proses rekaman dalam waktu sepekan. Yakni berjudul, Chandra Buana, Seruling Bambu, Fatwa Pujangga dan Engkau Laksana Bulan.

 

“Sisanya tiga lagu lagi segera di garap, karena masih dicari judulnya apa saja,” katanya.

 

Dikatakannya, penggarapan album ini diiringi grup band miliknya bernama Six’s Gun berisikan enam orang personil. Yaitu, Gunawan Sumadikara (Vokal), Tony (melodi), Igun (bass), Marwoto (Saxofone), Dede (keyboard), Yuyun (drum) dan Yudi (biola). 


 
“Sudah lama saya berniat membuat album pop kenangan ini, meski sebelumnya terlebih dahulu mengeluarkan album pop sunda,” katanya.


 
Menurut pria yang akrab disapa Kang Gun ini, dalam proses rekaman album TIK Vol 1 tidak melibatkan artis lain dan hanya dirinya sendiri. “Sampai saat ini masing ingin Solo karir dulu, namun kedepan ada target membuat album berduet dengan artis nasional dan masih dalam penjajakan,” katanya.


 
Gunawan mengungkapkan, meski sudah lama berniat mengeluarkan album pop kenangan. Namun dirinya tidak menargetkan harus beredar di pangsa pasar, karena album kedua ini hanya sekedar untuk hiburan saja dan menyalurkan bakat menyanyi yang dimilikinya.


 
“Tidak ada target pangsa pasar, karena album ini bersifat untuk menghibur pecinta musik kenangan. Jadi saya tidak juga terlalu komersil dan untuk kenangan saja,”  ungkapnya mengakhiri sesi wawancara. (bis)

Komentar