Jumat, 20 Oktober 2017 - Pukul 02:49

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

sosialita

Masyarakat Kampung Cadas Butuhkan Fasilitas MCK

Oleh: Zenal Mustari - Selasa 15 Nopember 2016 | 12:00 WIB

Masyarakat Kampung Cadas Butuhkan Fasilitas MCK

Foto: BC/Zenal Mustari

BERITACIANJUR.COM - Ditengah gencarnya percepatan pembangunan infrastruktur, baik di wilayah perkotaan maupun pedesaan yang dilakukan Pemkab Cianjur, ternyata masih terselip persoalan yang sepertinya kecil, tetapi dapat berdampak besar terhadap kualitas kesehatan masyarakat, yaitu minimnya fasilitas mandi, cuci, dan kakus (MCK).


Seperti halnya yang dirasakan masyarakat di Kampung Cadas, Desa Campakawarna, Kecamatan Campakamulya yang masih harus menggunakan aliran sungai dan pesawahan untuk aktivitas MCK.


Iros Rosmiati (38), seorang warga Kampung Cadas, Desa Campakawarna, mengatakan, harus hidup bertahun-tahun tanpa memiliki fasilitas MCK yang memadai. Kondisi itu, disebabkan ketidakmampuan masyarakat untuk membangun atau memiliki MCK.
 


"Ya, kalau mau mandi dan kebetuhan lainya. Untuk warga disini harus ke luar menuju pesawahan yang ada di bawah, jaraknya lumayan jauh sekitar 500 meter dari rumah," kata Iros, kepada "BC", kemarin (13/11).


Senada diungkapkan Wandah S (45), warga lainnya. Wandah mengaku, jika harus membutuhkan fasilitas MCK, terpaksa harus mengantri dan bergantian dengan warga lainnya, sebab terbatasnya MCK dilingkungan tempat tinggalnya. "Ya jika mau mandi cuci piring atau lainya maka saya harus ke luar menuju air yang ada di tengah pesawahan." ungkap Wandah.


Menurut Wandah, bisa saja menyediakan jalur air langsung untuk ke rumahnya. Namun untuk biayanya cukup mahal. "Untuk membeli beberapa meter selang air, untuk saat ini saya tak lagi punya uang yang pada akhirnya saban hari mesti begini saja antri dan bergantian dengan yang lain," tuturnya.


Wandah berharap, Pemkab Cianjur dapat lebih memperhatikan sarana dan fasilitas yang memang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat, khususnya MCK. "Kami harap pemerintah, dapat memenuhi kebutuhan MCK yang memang sangat penting," ucapnya. (pur)

Komentar