Jumat, 21 Juli 2017 - Pukul 09:28

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

inspirasi

Layani Dengan Sepenuh Hati, Buka Transparansi Anggaran

Oleh: Apip Samlawi - Selasa 15 Nopember 2016 | 20:30 WIB

Layani Dengan Sepenuh Hati, Buka Transparansi Anggaran

Koko Komarudin, Kepala Desa Karangnunggal Kecamatan Cibeber. (Foto : BC/Apip Samlawi)

BERITACIANJUR.COM - Melayani dengan sepenuh hati, itulah semboyan yang kini selalu diupayakan dan dilaksanakan oleh Kepala Desa Karangnunggal, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur Koko Komarudin. Pengalamannya yang pernah menjadi perangkat desa memberikan ilmu yang sangat berharga ketika ia didapuk memangku amanat masyarakat menjadi Kepala Desa.

 

"Saya berupaya memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan sepenuh hati, ikhlas dan penuh tanggungjawab. Saya sadar sebagai Kades harus mampu memberikan pelayanan kepada masyarakat terlepas dari berbagai latar belakkangnya," kata Koko saat berbincang dengan Harian Berita Cianjur baru-baru ini.

 

Ia mengakui sempat ragu saat tiga tahun silam mencalonkan sebagai Kades. Karena selain dunianya sudah jauh dari pemerintahan sebagai pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), namun atas panggilan jiwa dan dorongan dari masyarakat mengukuhkan niatnya untuk berjuang melayani masyarakat.

 

"waktu itu memang sempat berfikir panjang, tapi setelah saya yakin dengan segala konsekwennsinya saya memutuskan ikut dalam perebutan kursi Kades. Alhamdulillah kepercayaan masyarakat cukup tinggi dan menghantarkan saya menjadi Kades," paparnya.

 

Selama tiga tahun menjadi Kades, banyak aral melintang yang harus dihadapi. Semua dirasakan sebagai dinamika yang tidak bisa dihindari. "Kalau persoalan sedikit banyak itu pasti ada, yang namanya melayani masyarakat, tergantung kitanya menyikapi seperti apa," tuturnya.

 

Dalam melayani masyarakat, ia senantiasa mengedepankan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi. Termasuk dalam penggunaan anggaran dalam menjalankan roda pemerintahan desa. Semuanya dilakukan secara transparan sesuai dengan keperuntukannya.

 

"Buat apa ditutup-tutupi semuanya jelas terang benderang. Itu uang rakyat yang harus dipertanggungjawabkan penggunaanya. Makanya saya buatkan kebijakan kalau penggunaan anggaran itu harus diketahui masyarakat. Dengan terpampang dibaliho saya tidak perlu menjelaskan satu persatu, masyarakat bisa lihat sendiri penggunaan anggaran yang ada," paparnya.

 

Dengan keterbukaan itulah pihaknya berharap masyarakat bisa mengontrol penggunaan anggarannya. "Pelaksanaan pembangunan itu harus diawasi, agar kualitasnya bisa terjaga. Kalau membangun harus sesuai dengan hitungan tekhnis, kalau ada pengawasan dari masyarakat itu lebih mantap," ungkapnya. (bis)

Komentar