Senin, 23 Oktober 2017 - Pukul 07:38

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

Wow, Maraknya Bisnis Seks Online ABG di Cipanas!

Oleh: Asri Fatimah - Senin 31 Agustus 2015 | 07:46 WIB

Wow, Maraknya Bisnis Seks Online ABG di Cipanas!

ilustrasi/tbnnews.com

BERITACIANJUR.COM, CIPANAS. – Bisnis prostitusi yang dilakukan secara online tengah merambah Cipanas, Cianjur saat ini. Pemerintah setempat menemukan bukti sejumlah ABG atau remaja terlibat bisnis syahwat lewat jaringan internet tersebut.

 

Tenaga Kerja Sosial Kecamatan (TKSK) Cipanas, Aat Atikah menuturkan prostitusi online saat ini tengah ngetren di wilayah Cipanas. Pelakunya, di dominasi remaja belia alias ABG (Anak Baru Gede) bahkan ada yang masih dibawah umur.

 

“Persoalan ekonomi keluarga dan gaya hidup jadi pemicu utama, di samping tentunya masalah moralitas dan agama,” tutur Aat kepada ‘BC’, Minggu (30/8).

 

Merebaknya bisnis pelacuran online ini pun ditunjang dengan semakin mudahnya akses jaringan internet dan kecanggihan alat komunikasi. “Saat ini jarang bahkan mungkin tidak akan kita temui PSK yang mangkal. Semua serba teknologi. Nah, lewat online saat ini sedang tren,” tuturnya.

 

Mirisnya lagi, kata dia, para penikmat PSK bau kencur itu adalah turis-turis luar negeri. “Suatu waktu saya pernah melakukan penelusuran, melihat ABG-ABG dibawa oleh mobil-mobil yang disewa oleh orang Arab. Mereka ternyata menjajakan diri. Tergiur karena bayarannya yang cukup tinggi dibandingkan pelanggan lokal,” tuturnya.

 

Seorang sopir yang biasa mengantar turis-turis arab, Yadi Ompong  (45) seakan menegaskan fenomena itu. Ia sering mengantar ABG untuk menemui tamu dari timur tengah itu. “Sekarang bias via online. Untuk sekali kencan ABG bias sampai 3 jutaan,” ungkapnya. (fir)

Komentar