Sabtu, 24 Juni 2017 - Pukul 17:19

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

edukasi

Budaya Malu Pelajar di Cianjur Rendah

Oleh: Susi Susilawati - Senin 31 Agustus 2015 | 12:00 WIB

Budaya Malu Pelajar di Cianjur Rendah

ilustrasi/net

BERITACIANJUR.COM, CIANJUR. – Gerakan budaya malu yang digagas sejumlah sekolah di Kab. Cianjur ternyata tidak berhasil. Buktinya, sejumlah pelajar di sekolah tersebut masih tidak mengindahkan anjuran tersebut.

 

Wakasi Kesiswaan SMP Negeri 1 Gekbrong, Wawar Kurniasih mengakuinya. Kendati gerakan tersebut sudah berjalan setahun, namun anak didiknya masih banyak yang tidak taat.

 

“Budaya malu yang kita terapkan seperti malu datang terlambat, malu menyontek, dan malu tidak berprestasi. Tapi sepertinya tidak berjalan seperti harapan kita,” tutur Wawar kepada ‘BC’, kemarin.

 

Pihaknya sendiri bahkan menerapkan gerakan budaya malu itu kepada para guru, diantara malu pulang kerja lebih awal dan malu tidak masuk kerja. “Semuanya kita pampang di sudut-sudut sekolah agar menjadi cerminan,” ucapnya.

 

Senada, Guru Agama SMK Al-Ittihad, Wandi Ruswannur mengatakan, budaya malu yang merupakan ciri seorang pelajar berpendidikan harus ditanamkan kepada siswa. Hal ini ditujukan untuk menghindari siswa bersikap tidak seperti seorang pelajar.

 

“Mereka itu kan sedang menuntut ilmu, tentu diajarkan mana yang baik dan yang tidak. Jika mereka melakukan hal yang tidak sesuai dengan perilaku pelajar, harusnya mereka malu terhadap teman, orang tua, guru apa lagi dengan penciptanya,” tuturnya.

 

Ditambahkannya, budaya malu perlu diajarkan dan diterapkan kepada siswa agar menjadi pribadi yang memiliki etika. “Jangan sampai menjadi generasi yang rusak akhlaknya,” imbuhnya. (fir)

Komentar