Jumat, 26 Mei 2017 - Pukul 03:03

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

healthy life

Penyakit Zoonosis dan Pengendaliannya

Oleh: Rosanti Kurnia Dewi - Selasa 22 Nopember 2016 | 18:45 WIB

Penyakit Zoonosis dan Pengendaliannya

drh. Rosanti Kurnia Dewi

BERITACIANJUR.COM - Sebagian besar masyarakat di Indonesia ini belum mengetahui tentang penyakit zoonosis dan bahaya penyakit zoonosis.  Apa itu penyakit zoonosis?

 

Menurut  UU No. 18 tahun 2009 tentang peternakan dan kesehatan hewan, menyatakan bahwa penyakit zoonosis adalah penyakit yang dapat menular dari hewan kepada manusia dan sebaliknya.  

 

Sehingga bisa diketahui bahwa sangat berbahaya bila masyarakat tidak mengetahui penyakit zoonosis itu apa saja, gejalanya seperti apa dan cara pencegahan maupun penanganan harus bagaimana.

 

Beberapa penyakit yang termasuk penyakit zoonosis adalah rabies, antraks, brucelosis, toxoplasmosis, tuberkolosis, salmonellosis dan avian Influenza. Namun di artikel ini kita akan membahas penyakit rabies dan anthraks terlebih dahulu.

 

1. Rabies adalah penyakit yang bisa ditularkan dari hewan yang terjangkit  ke manusia. Hewan yang bisa menularkan penyakit ini adalah Anjing , Kucing dan kera dan sebagian besar (98%) yang menularkan rabies ke manusia adalah anjing. Apa itu penyakit rabies dan bagaimana penangan serta pencegahannya.

 

Rabies disebabkan oleh virus Lyssavirus. Rabies juga disebut sebagai penyakit anjing gila. Manusia dapat terjangkit rabies jika air liur dari hewan rabies tersebut masuk ke tubuhnya melalui gigitan, luka tubuh yang terjilat oleh hewan rabies, bahkan bisa ditularkan melalui cakaran hewan rabies yang kukunya terdapat air liur.

 

Bagaimana gejala rabies pada manusia dan hewan?

 

Apabila manusia tergigit hewan berpenyakit rabies, virus akan berkembang biak di dalam tubuh. Kemudian  virus-virus tersebut akan menuju ujung saraf dan berlanjut menuju saraf tulang belakang serta otak dimana perkembangbiakan terjadi dengan sangat cepat. Setelah itu, virus rabies menyebar ke kelenjar air liur, hati, ginjal, paru-paru dan organ-organ lainnya.

 

Gejala penyakit rabies pada manusia antara lain demam tinggi, mual, muntah, rasa gatal di bagian yang terinfeksi, perubahan perilaku menjadi agresif, gelisah, otot kaku (tidak bisa digerakkan) dan takut terhadap air  (hidrofobia). Sedangkan pada hewan, gejala hampir serupa dengan manusia, namun tanpa hidrofobia. Hewan akan mengalami demam  tinggi, agresif, suka menggigit dan lama kelamaan akan menggigit apa saja yang ada atau yang  lewat didepannya,anjing susah bernapas, rahang bawah susah menutup dan mengeluarkan air iur terus menerus.  Saat  gejala  penyakit rabies memasuki fase akhir, baik manusia atau hewan yang mengalaminya bisa mengalami kematian.

 

Jika manusia telah digigit oleh hewan yang diketahui memiliki rabies, cuci tempat gigitan atau tempat luka dengan sabun dan basuh menggunakan air mengalir, kemudian berikan antiseptik dan biarkan luka tersebut terbuka (jangan ditutup dengan perban atau kain). Setelah itu berobatlah ke dokter . Kemungkinan dokter akan memberikan serangkaian pengobatan dan salah satunya adalah vaksin rabies. Vaksin rabies  untuk mencegah virus menyebar ke otak dan sistem saraf.

 

Selain itu, isolasikan hewan yang terduga terjangkit rabies. Masa inkubasi  rabies antara 2 minggu sampai 3 bulan. Sehingga hewan yang terduga terjangkit rabies harus diisolasi selama 2 minggu sampai 3 bulan. Masa inkubasi adalah masa dimana virus pertama kali masuk melalui gigitan atau paparan lain sampai gejala muncul.

 

Bagaimana cara mencegah rabies pada hewan ?
Lakukan pencegahan penyakit rabies pada hewan kesayangan anda dengan  vaksinasi rabies secara berkala  di dokter hewan.

 

2.Antraks adalah penyakit yang biasanya menyerang hewan ruminansia (sapi, kuda, kerbau, domba, kambing, unta dan babi) yang bisa menular ke manusia. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis.

 

Bagaimana gejala hewan yang terkena antraks?
Nafsu makan menurun, adanya lepuh disekitar lidah dan kerongkongan, warna kulit kehitaman, ternak mengalami sesak napas, suhu tubuh mencapai 40 derajat C atau lebih, ternak mati secara tiba-tiba tanpa ada gejala apapun, ternak mengalami kejang kemudian rebah dan mati serta mengeluarkan darah kental berwarna merah kehitaman  dari lubang hidung atau mulut.

 

Gejala manusia yang tertular antraks adalah
Kulit bengkak dan benjol serta gatal menyerupai gigitan serangga yang cepat berkembang menjadi sakit dengan pusat bengkak berwarna kehitaman, pembengkakan pada kelenjar getah bening dekat area yang terkena, mual, muntah yang sering disertai darah pada tahap lanjut penyakit, kehilangan nafsu makan, demam, diare parah disertai darah pada tahap akhir penyakit, sakit tenggorokan dan kesulitan menelan, leher bengkak, sakit tenggorokan, demam ringan, kelelahan dan nyeri otot, ketidaknyamanan pada dada, demam tinggi, kesulitan bernapas, shock, meningitis, peradangan otak dan sumsum tulang belakang yang berpotensi mengancam nyawa.

 

Penyakit ini temasuk penyakit yang mematikan sehingga kita harus mewaspadai diri kita maupun keluarga dari ancaman penyakit antraks. Adapun cara pencegahan penyakit antraks masuk ke tubuh kita dengan : seleksi dengan ketat hewan ternak yang masuk ke daerah bebas antraks, masak daging dengan suhu 100 derajat C selama 20 menit, vaksinasi hewan ternak yang berada di daerah enzootik/terjangkiti antraks, hewan mati dengan gejala antraks dikubur sedalam 2 meter dan ditaburi kapur serta desinfektan dan jangan membuka bangkai hewan tersebut, isolasi hewan yang terduga terinfeksi antraks.

 

Pepatah bilang bahwa kita lebih baik mencegah daripada mengobati, karena memang ada beberapa penyakit seperti diatas yang bila sudah masuk di dalam tubuh dan menyebar ke seluruh tubuh akan sangat sulit diobati. Jangan menyepelekan suatu gejala penyakit yang menurut anda ringan karena bisa saja itu merupakan fase awal suatu penyakit yang membahayakan tubuh dan segeralah periksa ke dokter.

Komentar