Senin, 29 Mei 2017 - Pukul 14:35

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

healthy life

Merokok Sebelum Sarapan, Risiko Kanker Berlipat

Oleh: Rifqi Dahwan Aziz - Rabu 23 Nopember 2016 | 09:00 WIB

Merokok Sebelum Sarapan, Risiko Kanker Berlipat

Ilustrasi Perokok (Foto : craigsmith.net)

BERITACIANJUR.COM - Bagi seorang perokok, tak lengkap rasanya menikmati hidangan tanpa ditutup dengan menghisap rokok. Bahkan, acapkali seorang pecandu nikotin merokok setelah bangun tidur sebelum mengonsumsi makanan.

 

Dikutip dari viva.co.id, Rabu (23/11/2016). Sebuah riset menemukan, orang yang merokok setelah bangun tidur berisiko hampir dua kali lipat terkena kanker ketimbang mereka yang menunggu satu jam dan sarapan lebih dulu. Tingkat nikotin dalam tubuh orang yang merokok kurang satu jam setelah bangun jauh lebih tinggi daripada mereka yang menunggu satu jam setelah bangun. 

 

Studi yang dipublikasikan jurnal online Cancer, merupakan riset  ilmuwan dari Penn State College of Medicine di Hershey, Amerika Serikat. Mereka mempelajari alasan mengapa hanya sebagian perokok yang menderita kanker. Para ilmuwan juga ingin untuk dapat mengidentifikasi siapa yang memiliki risiko sangat tinggi dan waktu yang paling menguntungkan untuk kampanye anti-rokok.

 
Mereka menganalisis 4.775 penderita kanker paru-paru dan 2.835 responden kontrol  tanpa kanker. Kesemua responden merupakan perokok. Ilmuwan ingin melihat apakah merokok di pagi hari berisiko lebih besar, terlepas berapa lama merokok dan berapa banyak rokok dihabiskan setiap hari.

 

Para peneliti menemukan, orang yang merokok setengah jam setelah bangun tidur, dua kali lebih mungkin terkena kanker paru-paru dibandingkan mereka yang menunggu satu jam sebelum merokok. Merokok kurang dari satu jam setelah bangun juga mengembangkan kanker leher 1,6 kali lebih tinggi dan tumor kepala dan leher 1,4 kali lebih tinggi.

 

Pemimpin riset, Dr Joshua Muscat menyatakan, "Bagi perokok pada jam awal bangun tidur, terpapar racun nikotin lebih banyak. Mereka juga lebih mungkin kecanduan daripada mereka yang merokok satu jam setelah bangun tidur. 

 

"Ini mungkin terjadi akibat kombinasi faktor genetik dan pribadi yang menyebabkan ketergantungan tinggi terhadap nikotin."

 

Para penulis studi menyimpulkan, kampanye anti rokok di pagi hari sangat penting bagi para kelompok berisiko tinggi. 

 

Profesor Robert West dari Penelitian Kanker Inggris mengatakan, "Semakin cepat seseorang merokok setelah bangun, semakin banyak racun yang dibawa ke paru-paru, dan semakin tinggi tingkat paparan bahan kimia penyebab kanker."

 

Menurutnya, semakin cepat seseorang menyadari bahaya rokok, kematian akibat rokok dapat dieliminasi.

Komentar