Rabu, 18 Oktober 2017 - Pukul 01:40

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

entertainment

Setelah Tak Lagi Banyak Digemari, Festival Keroncong Digelar

Oleh: K-1 - Rabu 23 Nopember 2016 | 15:00 WIB

Setelah Tak Lagi Banyak Digemari, Festival Keroncong Digelar

NET/Ilustrasi

BERITACIANJUR.COM - Musik keroncong kini mulai kehilangan penggemar sehingga tak harus punah dengan menggelar Festival Keroncong di Aula SMK PGRI 2 Cianjur, selasa (22/11/2016).  Sehingga diharapkan ajang ini mampu mempertahankan eksistensi musik yang memiliki karakter suara yang khas itu.

 

Menurut juri yang juga personel Pancaniti Orchestra, Ari Apriadi, mengungkapkan, pengalamannya selama berada di Jakarta beberapa waktu lalu untuk menggeluti musik keroncongan, meskipun dirinya asli dari Cianjur, baru melihat ada festival keroncong di Cianjur.

 

"Memang kebetulan pengalaman saya waktu dulu bergabung dengan keroncong Kemayoran di Jakarta dan setelah saya pulang ke kampung halaman saya di Cianjur, saya baru sekarang bisa melihat ada acara keroncong di Cianjur seperti ini," ucap Ari, saat ditemui "BC" usai acara digelar.

 

Diakuinya, tidak menyangka di kotanya sendiri yang santer orang menyebut kota pandan wangi banyak sekali pelaku seni yang menyukai musik keroncong. Sebab dirinya menerangkan musik keroncong itu di Indonesia sudah hampir punah.

 

"Di Kampung Pandan Wangi ini tidak menyangka banyak sekali musisi-musisi yang memang suka musik keroncong dan jujur saja musik keroncong itu 40 persen sudah punah di Indonesia dan ternyata di Cianjur masih ada, guru-guru PGRI khususnya bisa mempertahankan musik itu dan memang kualitasnya bagus," ungkapnya.

 

Sementara, Koordinator kesenian, PGRI Kecamatan Cianjur, sekaligus panitia penyelenggara, Wiwin Ruwiani menuturkan, PGRI sengaja mebangkitkan kembali musik-musik tradisional tidak hanya keroncong saja, namun juga kesenian lainnya, supaya kesenian yang ada di Kabupaten Cianjur itu patut dilestarikan, sebab jika mengenal seni tidak harus seni A atau B yang harus dilestarikan, sebab seni yang hampir punah itu yang patut dilestarikan.

 

"Yang di festival kan itu sengaja kesenian yang sudah lama tidak terdengar atau hampir punah, kalau keroncong kan sekarang itu sudah jarang jadi kami berinisiatif diadakan lomba keroncongan. Dalam seni itu yang diangkat dari Cianjur, karena Cianjuran itu juga sekarang sudah layu, sehingga kita ingin terus membangkitkan lagi," ucap Wiwin, kepada "BC".

 

Wiwin mengungkapkan kegiatan seperti ini pun selaras dengan apa yang dianjurkan Bupati Kabupaten Cianjur, untuk melestarikan kesenian sunda khususnya mamaos dan yang diadakan PGRI tidak hanya menggelar festival musik keroncong namun, besok Rabu, akan mengadakan seni Cianjuran.

 

Diakui Wiwin sangat kecewa ketika melihat perlombaan-perlombaan Cianjuran yang diadakan provinsi dan kandidat seorang juaranya bukan dari orang Cianjur sendiri, melainkan dari kota lain, sehingga dengan itu PGRI sengaja mengadakan festival seperti ini.

 

"Sesuai dengan anjuran bupati, alhamdulillah banyak memotivasi pada kesenian daerah Cianjur khususnya mungkin mamaos. Sedangkan Cianjuran itu lahirnya dari Cianjur, tapi kalau ada lomba-lomba di tingkat Jawa Barat, yang menang itu bukan dari Cianjur," pungkasnya. (ree)

Komentar