Jumat, 26 Mei 2017 - Pukul 03:11

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

inspirasi

Stop Aborsi! Aborsi Adalah Pembunuhan

Oleh: Yana Rosdiana - Senin 31 Agustus 2015 | 13:48 WIB

Stop Aborsi! Aborsi Adalah Pembunuhan

ilustrasi

Prostistusi dikalangan pelajar di Kabupaten Cianjur, sungguh sangat memprihatinkan karena terus mengalami peningkatan. Kondisi seperti ini juga bisa saya katakan adalah sebuah malapetaka yang perlu diatasi segera, oleh semua pihak yang prihatin terhadap masa depan anak usia sekolah.

 

Yang menambah keprihatinan kami, yakni kegiatan seks komersil itu sendiri juga dibarengi dengan meningkatnya kasus aborsi di kalangan remaja. Tentu saja kasus aborsi ini juga tak dipungkiri melibatkan, para oknum oknum yang memiliki kemampuan melakukan praktek aborsi.

 

Menurut informasi yang kami kumpulkan, untuk melakukan aborsi para pelajar ini harus mengeluarkan uang Rp 1-5 juta, tergantung dari usia kandungan. Mereka kebanyakan dari kalangan pelajar tingkat SMA, bahkan yang menyedihkan ada juga yang masih duduk di bangku SMP.

 

Sungguh miris melihat fenomena gelap yang menutup masa depan para remaja itu. Bisa dipastikan bahwa rata-rata remaja pelaku aborsi tersebut, banyak yang tidak mengetahui risiko dan bahaya yang mengancam, saat melakukan tindakan melanggar hukum aborsi.

 

Selama ini kami mendapatkan laporan berbagai kasus Aborsi termasuk yang dilakukan oleh pelajar dari pihak Polres Cianjur.  P2TP2A selanjutnya melakukan advokasi dan pendampingan pada para pelajar yang melakukan aborsi.

 

Prediksi kami permasalahan aborsi dikalangan pelajar akan terus marak, jika prilaku seks bebas di kalangan pelajar tidak segera diatasi. Ini menjadi pekerjaan rumah (PR) bagi pemerintah, orang tua dan masyarakat yang prihatin atas kasus kasus yang merusak masa depan generasi negeri ini.

 

Kami menghimbau dan berharap para bidan terutama di desa-desa, bisa bersinergi dengan melakukan pendekatan terhadap para paraji. Dengan pendekatan ini paraji tidak hanya diberi kemampuan proses persalinan yang benar dan aman. Namun mereka juga jangan mau melakukan aborsi.

 

Sejujur saya bisa katakan dalam momen ini, masih banyak paraji di kampung yang belum paham bahwa aborsi yang mereka lakukan, bisa berbuntut pada tindak pidana pembunuhan. Karena tindakan aborsi jelas jelas itu adalah tindakan mematikan janin, kecuali dengan alasan medis tertentu.

 

Yana Rosdiana, Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Cianjur. 

Komentar