Senin, 23 Oktober 2017 - Pukul 03:59

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'
Kang Anton

Lagi, Bicara Soal 'Komitmen'

Rasanya ini momen yang pas untuk berpikir kembali soal 'Komitmen', dengan (jujur) meminjam paparan dari para pemerhati Sumber Daya Manusia (SDM) dan dinamikanya dalam perusahaan. Di…

>> more

inspirasi

Berprestasi Dalam Keterbatasan
OLEH: Apip Samlawi

Berprestasi Dalam Keterbatasan

Ketiadaan, kekurangan atau keprihatinan bukanlah suatu alasan untuk menyerah, berhenti dalam menggapai suatu impian. Tetapi sebaliknya, justru hal itu harus dijadikan dasar utama untuk…

>> more

healthy life

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Waspada, 6 Penyakit Ini Sering Muncul Saat Banjir

Musim hujan memang kerap mendatangkan banjir. Oleh karena itu, masyarakat diimbau tetap waspada terhadap penyakit akibat banjir.

>> more

healthy life

Tahap Perjalanan Terinfeksi HIV Menjadi AIDS

Oleh: Rifqi Dahwan Aziz - Kamis 01 Desember 2016 | 18:00 WIB

Tahap Perjalanan Terinfeksi HIV Menjadi AIDS

Ilustrasi HIV/AIDS. (Shutterstock).

BERITACIANJUR.COM - HIV merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh dan melemahkan kemampuan tubuh untuk melawan infeksi dan penyakit. HIV belum bisa disembuhkan, tapi ada pengobatan yang bisa digunakan untuk memperlambat perkembangan penyakit. Pengobatan ini juga akan membuat penderitanya hidup lebih lama, sehingga bisa menjalani hidup dengan normal.

 

Seseorang yang terinfeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) tidak seketika menjadi AIDS. Saat awal terinfeksi HIV memang nampak seperti biasa saja, tapi di tahun-tahun berikutnya sudah memperlihatkan gejala.

 

Dikutip dari laman Liputan6, Kamis (1/12/2016). Berikut tahapan perjalanan seseorang terinfeksi HIV lalu menjadi AIDS tanpa terapi antiretroviral (ARV).

 

Tahap pertama
Tahap mulai terinfeksi HIV, seseorang terlihat sehat saja. Belum ada tanda-tanda penurunan kesehatan yang jelas. Walau nampak sehat, tapi orang yang terinfeksi HIV ini bisa menularkan virus ke orang lain.

 

Penularan bisa melalui perpindahan darah, cairan sperma dan cairan vagina dari orang dengan HIV ke orang lain. Selain itu, bisa juga dari ibu hamil dengan HIV menularkan kepada janin melalui plasenta atau pada saat persalinan.

 

Tahap kedua
Memasuki tahun kelima hingga kedelapan gejala mulai nampak. Seperti berat badan turun drastis, cepat dan sering merasa lelah, sering demam disertai keringat dingin tanpa sebab jelas. Ada juga yang mengalami pembengkakan kelanjar di sekitar leher, ketiak, lipatan pah tanpa sebab jelas.

 

Tahap ketiga
Memasuki tahun kedelapan hingga kesepuluh mulai masuk ke tahap Acquired Immunodeficiency Syndrome (AIDS). Sistem kekebalan tubuh sudah menurun dan tidak ada lagi perlawanan terhadap penyakit. Bahkan penyakit yang tidak berbahaya sekalipun bisa menjadi mematikan.

 

Tahapan keempat
Meninggal dunia karena infeksi oportunistik. Infeksi oportunistik adalah infeksi yang mengambil kesempatan dari kelemahan sistem kekebalan tubuh.

 

Namun perlu ditekankan perjalanan penyakit ini terjadi bila tidak menggunakan terapi antiretroviral (ARV). Bila mengonsumsi ARV, kemungkinan tidak mengalami infeksi oportunistik dan terkena AIDS. Keadaan baik ini hanya akan berlaku bila mengonsumsi ARV dengan kepatuhan seperti mengutip laman Spiritia.

Komentar